close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Ratusan PSK Menolak Uang Milyaran Rupiah Demi Kehormatannya

Kotawaringin Barat – Ratusan pekerja seks komersial (PSK) yang berada di Lokalisasi RT 12 Sungai Pakit Pangkalan Banteng Kotawaringin Barat (Kobar), menolak dana Alih Profesi atau uang kompensasi dari pemerintah. Dana tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah jelang ditutupnya bebapa tempat prostitusi sebelum bulan ramadhan. Mereka beralasan malu jika profesinya yang selama ini diketahui oleh pihak keluarganya, sehingga harga dirinya merasa dipertaruhkan.

“Kalau diantar sampai rumah oleh dinas ya kami malu sama keluarga. Wong pamit saya itu kerja sebagai pembantu rumah tangga, mau ditaruh dimana muka ini,” ucap DN, (23) wanita berperawakan langsing semampai asal Pulau Jawa saat ditemui di salah satu wisma tempat ia ber-ajojing ria, Rabu (11/4).

Janda anak satu tersebut juga menceritakan awal mula terjun pada hiburan malam, itu semua karena ia ditinggal pergi suaminya. Melalui sahabat karibnya, ia menumpahkan rintihan hatinya hingga ia terjerumus dalam lembah nistapa. Meski demikian, kata DN, dirinya ada keinginan kembali seperti semula, mencari pekerjaan lain untuk menghidupi keluarganya.

“Sudah terlanjur, mau bagaimana lagi. Tapi saya juga ingin kembali seperti kehidupan yang dulu, berkumpul dengan keluarga, entah kapan,” ucap perempuan itu sambil sesekali tersenyum manis memperlihatkan lesung pipitnya.

Sementara itu, Diran (47) Ketua RT 12 membenarkan atas apa yang disampaikan oleh DN. Dari 20 Wisma tercatat ada 120 penghuni (PSK), dan semuanya menolak diberi santunan. Mereka lebih memilih, kata dia, merogoh dompetnya sendiri untuk biaya perjalanan pulang ke daerah asalnya.

“Semuanya akan pulang sebelum tanggal 10 Mei 2018 dengan menggunakan uang pribadinya. Alasannya mereka takut jika diantar Dinas ke rumah masing-masing, dan diketahui keluarganya,” ujarnya.

Diran juga menjelaskan pada saat dirinya mengikuti sosialisasi di Kantor Bupati Kobar, satu PSK dapat jatah dana kompensasi senilai 5.5 juta rupiah. Namun, sambung dia, baik penghuni lokalisasi Sungai Pakit maupun tempat prostitusi lainnya diduga sudah ada kesepakatan menolak dana kompensasi tersebut.

“Sepertinya sudah kompak semua, mereka menolak. Ya kalau dihitung secara menyeluruh nilainya bisa mencapai satu milyar lebih,” tandasnya.

Terpisah, menanggapi hal itu, Lukman Pandinata, Kasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Manusia, saat ditemui membenarkan tentang tunjangan tersebut. Bahkan, ia juga mengatakan Pemda Kobar turut serta memberikan uang saku pada saat pemulangan 250 PSK yang direncanakan melalui jalur laut pada Mei mendatang.

“Semua PSK dari tiga tempat, Sungai Pakit, Simpang Kodok dan Dukuh Mola nantinya kami serahkan ke Dinas Sosial Propinsi sesuai asal daerahnya. Memakai kapal laut jurusan Surabaya dan Semarang,” terang Lukman di Kantor Dinas Sosial Kobar Kalimantan Tengah, Kamis (12/4).

Menyinggung soal penolakan dana kompensasi, ia tidak mempermasalahkannya, karena hal itu dinilai sudah menjadi hak masing-masing penerima. Namun demikian, Lukman berharap hendaknya dana tersebut diterima, karena bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha dalam membuka lembaran baru kehidupannya.

“Sudah kami data dan sudah dibuatkan buku rekening sesuai atas namanya. Kalau mereka tidak mau menerima, dana tersebut bakal kembali ke kas Negara. Karena yang bisa mengambil itu hanya yang bersangkutan sesuai bank yang ditunjuk oleh pemerintah,” paparnya.

Ia pun menjelaskan, bahwa apa yang dilaksanakan Pemda Kobar itu sudah sesuai keputusan pemerintah pusat, yaitu tahun 2019 Indonesia harus bersih dari Lokalisasi. Karena, sambung Lukman, bagi daerah yang belum melaksanakan program tersebut, maka akan segera dipanggil oleh pemerintah pusat.

“Seluruh Indonesi masih ada 26 daerah yang belum melaksakan program ini. Untuk Kobar maksimal bulan Mei sudah berjalan, semuanya sudah siap, tinggal action saja,” pungkasnya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...