Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra, yang bernama Petria Naspita.

Di laman Facebooknya, mengatakan bahwa pengolahan Nira kelapa sawit menjadi gula merah ini sudah dilakukan dan diuji coba pertama kali di Kelurahan Kampung Baru tepatnya di RT 12 Kecamatan Bukit Kapur, Dumai.

Dalam satu batang kelapa sawit bisa memproduksi dan menghasilkan 50 kg gula merah dan laku dijual seharga Rp18.000 per kilogram menurutnya.
Dalam satu kapling perkebunan kelapa sawit terdapat 275 batang sawit dan setiap batang itu dapat diproduksi selama 1 bulan dengan perkiraan pendapatan bisa menghasilkan 1 kg gula per hari.

Batang kelapa sawit yang telah tumbang lalu dikupas pelepah kelapa sawit nya hingga hingga ketemu umbut, ujung umurnya dipotong dan ditinggalkan sepanjang 70 cm, dari umbut inilah air Nira keluar dan ditampung menggunakan ember. Setiap hari ujung umbut diiris tipis agar air nira terus keluar.

Dalam pembuatan adonan gula merah menggunakan bahan batang kayu nangka, kapur sirih dan campuran gula putih. Saat memasak, batang kayu nangka dicacah seperti Tatal kayu lalu direndam didalam air kapur sirih selama 1 hari. Kayu tersebut digunakan sebagai pewarna, setelah itu adonan kapur sirih dan kayu nangka sedikit dimasukkan ke dalam ember yang akan digunakan untuk menampung Nira kelapa sawit. Fungsi adonan ini agar Nira tidak cepat basi.

Setelah ujung umbut sawit diiris ember diletakkan sebagai penampung di bawahnya Umbut kelapa sawit tadi llau diiris dengan pelepah kelapa sawit muda. Setelah terkumpul banyak, air Nira siap dimasak.

Memasak air Nira hanya membutuhkan campuran gula pasir sebanyak 1 kg gula pasir untuk 70 liter air Nira. gula pasir ini digunakan untuk mengikat agar gula merah bisa kental dan keras.

Proses memasaknya terus di aduk hingga air Nira kental. Apabila telah kental maka dimasukkan ke dalam cetakan, tunggu sampai 5 atau 10 menit maka air Nira sudah keras dan bisa dibuka dari cetakan serta siap untuk dijual.

Menurutnya, pengolahan gula merah dari Nira batang kelapa sawit ini adalah atas peran ayahandanya yang juga sebagai orang yang pertama kali melakukan uji coba. Ayahandanya mempelajari hal ini di Kabupaten Sendang Bedagih, Sumatera Utara, lalu dipraktekkan nya di tempat tinggalnya di Dumai.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Kiat – Kiat Dalam Membaca Al Qur’an Agar Lebih Khusyu’

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an agar lebih khusyu': Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...
close