Inilah Video Serunya Festival Wakaf di Thailand

Inilah Video Serunya Festival Wakaf di Thailand

Thailand sudah lama dikenal sebagai pusat makanan halal dunia. Kali ini, mereka mengadakan festival wakaf kedua yang berlangsung di Asean Malla Pattani, Pattani,  pada 12-13 Mei lalu. Festival yang dikemas dalam berbagai cara itu dihadiri ribuan orang, yang datan dari desa-desa sekitar seperti Yala, Songkhla, Narathiwat dan bahkan Satun serta Hat Yai.

Seorang peserta asal Indonesia Imam Nur Azis yang juga anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) menuturkan kemeriahan acara tersebut. “Bagaikan semut berarak semua rapi dan teratur menikmati gemerlap literasi wakaf terbesar di Thailand. Berbagai ratusan stand dan perlombaan dengan berbagai peserta tumpah ruah memadati acara. Yang paling spektakuler adalah kaum hawa. Lebih kurang 10.000 muslimah tahun ini hadir dalam rapat tahunan (multaqo muslimah). Luar biasa memang “the power of emak-emak”,” kata Imam Nur Azis

Berbagai pembicara dalam dan luar Thailand hadir termasuk dari Indonesia dan Malaysia. Tema wakaf festival kali ini adalah memajukan pendidikan. Pihak kementrian Pendidikan Thailand juga diberikan waktu berbicara di depan ribuan peserta yang mayoritas muslimah.

Nah, yang paling menakjubkan adalah setiap jam dilakukan update status berapa banyak wakaf uang yang terkumpul. Bahkan acapkali diselingi lelang wakaf seperti cincin atau perhiasan. Pernah juga dicoba semua dalam waktu lima  menit dimotivas, wakaf uang serentak atau instan. Sungguh heboh pembawa acaranya yang dengan lihainya merayu peserta berwakaf tunai. “Subhanallah dalam 5 menit terkumpul 162.000 Baht alias sekitar Rp 71.000.000 lebih,” ujar Imam yang sering jadi pembicara di berbagai acara wakaf.

Sementara berbagai alumni sekolah juga hadir dan berwakaf tunai di sana. Bahkan, hadiah berbagai perlombaan juga diwakafkan. Berbagai sumbangan wakaf benda berharga dua hari tersebut  dilelang dengan ramai.
Walhasil dalam festival wakaf kedua ini terkumpul hampir 18 juta Baht atau lebih dari tujuh miliar rupiah.

Menurut Imam, muslim di Indonesia tak perlu malu untuk belajar dari mereka di Pattani dalam soal wakaf produktif. Bahkan, muslim Pattani  sedang membangun kota bernuansa wakaf seluas 350 hektar dengan semua prasarananya. Nanti, dalam kota tersebut ada perumahan modern, stadion, rumah sakit, masjid raya, Asean Mall, universitas dan lainnya. Semua mega proyek ini dinamakan Madinatussalam yang diketuai oleh Rektor Fatoni University, Dr. Ismail Lutfi Jappakiya.

“Muslim Pattani Thailand membuktikan bahwa meskipun minoritas namun mampu membangun kota strategis. Kota yang damai dan harmonis jauh dari stigma terorisme. Semoga berkah Wakaf produktif seperti ini mengalir abadi,” ujar Imam.

Berikut Videonya :

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Orang Bohong Yang Bertobat vs Orang Bohong Yang Keterusan

Menjaga kejujuran sangatlan penting, sedangkan memelihara kebohongan adalah perbuatan jahat yang akan menghancurkan diri sendiri. Orang yang berbohong lantas bertobat dengan cara mengakui kebohongannya dan...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close