Kotawaringin Barat – Sejumlah petani kelapa sawit mengeluh lantaran harganya semakin anjlok. Harga per kilo gram kelapa sawit kisaran 650 rupiah hingga 700 rupiah. Jika dibandingkan dengan harga pentol goreng yang harganya 1000 rupiah per biji maka tidak seimbang.
“Harga dari kebun kisaran 650 – 700 rupiah. Kalau di tengkulak harganya 800-900 rupiah. Masih kalah dengan harga pentol goreng,” jelas Ngadi petani sawit asal Dusun Semanggang Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah kepada awak media, Selasa (10/9).
Ngadi menambahkan, rendahnya harga kelapa sawit dari lokasi kebun karena biaya transportasi atau diambil tengkulak sendiri. Bahkan jika dihitung dengan biaya tenaga panen maka harganya bisa lebih rendah lagi.
“Tenaga panen 200 ribu rupiah setiap 1 ton. Kalau harg sawit 700 rupiah maka dapatnya 700 ribu, dipotong ongkos tenaga jadi sisa 500 ribu per tonnya,” ujarnya.
Kendati demikian, ia bersama petani sawit lainnya berharap agar harganya bisa normal kembali dengan kisaran diatas 1000 rupiah per kilo gramnya.
“Sebagai masyarakat kecil bisanya cuma pasrah,” pungkasnya.
