Peneliti: Gempa Besar Berpotensi, Ustadz: Kiamat itu Pasti

Peneliti: Gempa Besar Berpotensi, Ustadz: Kiamat itu Pasti

WARGASERUJI – Apa tidak boleh dikaitkan? Ketika peneliti menyatakan gempa besar berpotensi terjadi di tanah air, di lain pihak seorang ustadz menyatakan kiamat itu pasti terjadi.

Dua-duanya seperti menyebarkan ancaman. Membuat takut orang. Apa perlu pindah dari Indonesia? Tak perlu. Toh, di manapun tinggal, akhirnya manusia mati juga, kata orang pasrah total.

Siapa peneliti itu? Namanya Jojo Rahardjo, salah satu Tim Ekspedisi Sesar Palu-Koro. Ia memperingatkan Gubernur DKI Anies Baswedan agar mewaspadai potensi gempa bumi dahsyat hingga M 8.0 mengguncang Jakarta.

Siapa ustadz itu? Semua ustadz mengatakan demikian. Itu dasar akidah Islam yang pertama-tama diajarkan. Bahkan, beberapa ustadz menambahkan, bahwa banyaknya gempa adalah tanda datangnya kiamat.

Perspektif Terhadap Gempa dan Kiamat

Setiap orang melihat apa yang terjadi di dunia dengan berbagai perspektif yang berbeda. Termasuk terkait peristiwa gempa dan makna kiamat. Berikut beberapa perspektif masing-masing orang.

1. Tipe Pasrah Total

Kalau ada gempa, tidak panik. Karena, tidak takut mati. Mungkin, karena tahu mati pasti datang, kiamat pasti ada.

Seringkali, ia akan selamat karena tidak panik. Sedangkan yang panik, malah kena celaka.

Sayangnya, saking pasrahnya, rumah yang ia tempati tak diperbaiki untuk bisa menahan potensi gempa.

2. Tipe Terlalu Takut Mati

Jika takut mati secara berlebihan, biasanya timbul rasa panik. Apalagi, gempa datangnya pasti tiba-tiba.

Orang yang terlalu takut mati, biasanya malah mudah mati. Karena, ketika panik tidak bisa berpikir jernih.

Bisa dikurangi kalau ada kesadaran tentang kematian.

3. Tipe Tawakkal

Orang yang tawakkal juga takut terkena bencana, namun sekaligus pasrah kalau memang mengenainya.

Orang tipe tawakkal ini mempersiapkan diri jika ada potensi bahaya. Rumah dibuat tahan gempa. Jalur evakuasi dicermati. Cara bertahan hidup dipelajari.

Tipe ini tidak akan panik kalau terjadi gempa besar. Disamping karena sudah mempersiapkan diri, juga pasrah kalau memang benar-benar bencana tak bisa dihindari.

—0000—

Bagaimana? Anda yang mana? Atau tidak ketiganya?

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close