Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Saku Sanak: Uniknya Gerakan Literasi Sekolah ala SDN 2 Kalilumpang Patean Kendal

“Kalau sehari uang saku putra-putri Bapak Ibu rata-rata adalah Rp 5.000,00 bila  dikumpulkan selama liburan sekolah 2 minggu berarti sekitar Rp 60.000,00 sedangkan harga buku bacaan Rp 5.000,00 – Rp 10.000,00 sudah dapat. Saya kira semua wali murid mampu untuk membelikan putra putrinya buku dan bila berkenan dapat menyumbangkan ke sekolah sehingga dapat dipakai bergantian,” begitulah kata-kata rasional dari Kepala SDN 2 Kalilumpang  Patean, Ibu Robingah saat menjelaskan kepada seluruh wali murid dalam sosialisasi program Gerakan Literasi Sekolah.

Manarik apa yang dilakukan oleh SDN 2 Kalilumpang  Kecamatan Patean Kabupaten Kendal saat memasuki awal  semester2 tahun 2019 ini. Sekolah di tengah perkebunan karet yang diapit pegunungan ini ternyata memiliki cara unik untuk menggiatkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kenyataan bahwa kekurangan buku bacaan siswa merupakan masalah utama dalam GLS dapat mereka solusikan dengan sebuah gerakan menarik. Gerakan yang mereka lakukan mereka sebut sebagai gerakan Satu Buku Satu Anak atau disingkat Saku Sanak.

Gerakan Saku Sanak mereka mulai usai sekolah mendapatkan pelatihan dari Program PINTAR Tanoto Foundation untuk Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Setelah pelatihan mereka mendapatkan kesempatan untuk pendampingan dan membuat rencana strategis pengembangan sekolah. Dalam pertemuan tersebutlah disepakati gerakan ini.

“Pada hari pertama masuk sekolah, orang tua/wali murid kelas 1, 2, dan 3 datang semua. Mereka kita berikan waktu sekitar 30 menit untuk membacakan sebuah buku yang telah mereka beli kepada anaknya masing-masing. Mereka semua datang dengan semangatnya lalu membacakan buku. Ada yang dibaca di pangkuan. Ada yang di sampingnya. Terlihat menyenangkan dan mungkin ini momen yang langka setelah sekian lama mereka mendidik anak-anaknya,” ungkap Ibu Robingah sambil menahan haru.

Setelah mereka membacakan buku, buku tersebut ternyata seluruhnya disumbangkan kepada sekolah. Buku tersebut selanjutnya dikelola oleh sekolah untuk mengembangkan program budaya baca. Sekolah juga telah menyiapkan jurnal baca untuk mengetahui perkembangan membaca siswa setiap harinya. Jurnal tersebut akan dikelola masing-masing wali kelas.

Ketua Komite SDN 2 Kalilumpang  Kasiyanto menyampaikan bahwa inisiatif program ini memang dari sekolah. Namun yang tidak disangka adalah respon dari wali murid. Program yang awalnya  dibuat sederhana ternyata mereka menyambutnya dengan semangat.

“Awalnya kami membentuk pengurus paguyuban kelas sesuai dengan arahan dari kepala sekolah,  setelah itu kami membuat program-program pengembangan sekolah. Salah satunya membuat kelas yang ramah anak dan membuat sudut-sudut baca di kelas. Rencana awal hanya di kelas 4 saja dulu sebagai percontohan. Namun ternyata, setelah mendengar program ini, semua kelas lewat paguyuban berlomba untuk melakukan. Mereka sampai lembur dan semua dana dari mereka sendiri,” tutur Kasiyanto dengan semangat.

“ Untuk menempatkan buku-buku bacaan anak, wali murid juga saling berkreasi membuat rak buku dari kayu bekas di gudang sekolah yang sudah tidak terpakai lagi. Kemudian rak buku tersebut ditempatkan di pojok baca”, tambah Bu Robingah.

Program

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
ainur roziqin
Pemerhati Pendidikan, gemar menuliskan pengalaman praktik yang baik dalam bidang pendidikan dan pengembangan pribadi

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...