Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Disdik Kendal Hitung Kebutuhan Operasional Riil Sekolah

Disdik Kendal Hitung Kebutuhan Operasional Riil Sekolah

Kabar Disdik Kendal Hitung Kebutuhan Operasional Riil Sekolah

Disdik Kendal Hitung Kebutuhan Operasional Riil Sekolah

WARGASERUJI, KENDAL –  Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal menghitung biaya operasional satuan pendidikan untuk menghitung seberapa besar kebutuhan riil sekolah-sekolah di Kendal. Kebutuhan ini disesuaikan dengan harga barang yang mengalami perubahan harga dan penyesuaian biaya operasional sekolah yang semakin hari-semakin berkembang sesuai dengan kebutuhan di sekolah.

“Setiap tahun kebutuhan sekolah selalu berkembang. Program-program di sekolah juga perlu di kembangkan sesuai dengan kebutuhan peningkatan kualitas pendidik, tenaga kependidikan dan terutama mutu siswa. Karena itu perlu disesuaikan pula apakah batuan operasional sekolah sudah mencukupi, ataukah kurang. Kalau cukup ya sudah, perlu diarahkan dana ke yang lain. Kalau kurang, pihak terkait terutama Dindikbud pasti akan memfikirkan bersama bagaimana solusinya,” ungkap Koordinator Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Fooundation Jawa Tengah di sela-sela menjadi narasumber dan  fasilitator penghitungan bantuan operasional satuan pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Kamis (20/6).

Doktor bidang manajemen ini menyampaikan bahwa saat ini Biaya Operasional Satuan (BOS) untuk sekolah jenjang SD sebesar 800 ribu, Sedangkan untuk jenjang SMP sebesar Rp 1 juta pertahun persiswa. Namun demikian, dana-dana tersebut dirasa masih kurang, terutama untuk peningkatan kapasitas pendidik dan kegiatan ekstra yang beranekaragam. Apalagi untuk peningkatan mutu di Kabupaten Kendal.

“Tadi Pak Kabid, Pak Rondi menyampaikan bahwa kita tidak ingin Kendal pendidikannya hanya standar, apalagi standar minimal. Oleh karena itu, perlu ada tambahan-tambahan bantuan operasional yang sesuai agar banyak hal bisa dilakukan oleh sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Kendal. Namun demikian, hal tersebut harus riil, berdasar pada kondisi riil di lapangan, kajian ilmiah dan akademis,” ungkap Nurkolis.


Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Rondi saat membuka acara menyampaikan bahwa Sumber utama operasional sekolah adalah BOS, maka perlu di ketahui perhitungan riilnya. Oleh karenanya,  hari ini Dindikbud Kendal mengundang tim dari PINTAR Tanoto Foundation sebagai mitra Pendidikan di Kendal untuk bersama-sama memberikan kapasitas kepada kita dan menghitung bersama-sama BOSP yang paling sesuai untuk sekolah di Kendal.

“Kalau untuk umum kita memiliki upah minimum kabupaten/kota (UMK), nah kalau di pendidikan kita memiliki BOS ini seperti UMK. Jadi nanti yang kita hitung adalah operasional standar ya Pak Nur. Untuk yang mutu, nanti akan dipikirkan lebih lajut. Karena di sekolah itu bukan hanya kebutuhan operasional namun juga terkait dengan mutu,” ungkap Rondi sebelum menyerahkan acara sepenuhnya kepada Dr Nurkolis.

Kegiatan sehari tersebut di hadiri oleh 30 orang lebih kepala sekolah-kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP di Kendal. Mereka di latih dan menghitung menggunakan aplikasi BOSP dari narasumber dan didampingi untuk menghitung kebutuhan riil sekolah berdasarkan 8 standar pendidikan nasional. Kegiatan diawali dengan memberikan materi tentang pengenalan BOSP, memfasilitasi langkah-langkah penghitungan, dan terakhir bersama-sama menghitung nilai biaya satuan pendidikan.

Selain itu, agar sesuai dengan kondisi di Kendal, mereka menghitung menggunakan Indeks harga dan barang yang berlaku di Kendal tahun 2019.  Hal tersebut agar penghitungan sesuai dengan perundangan yang berlaku di Kendal.

Setelah mendapatkan hasil penghitungan, Dindikbud akan menindaklanjuti dengan pihak-pihak terkait untuk mendampingi dan melegalisasi keluarnya anggaran sesuai hasil penghitungan riil, ilmiah dan akademik tersebut.

 


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Loading...

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Anggota TNI Mati Syahid, Bisa?

Jika keadaan dunia berlarut memburuk dan terjadi perang, siapakah yang menjadi garda terdepan bagi bangsa Indonesia kalau bukan TNI? TNI yang hebat layaknya para pahlawan kemerdekaan yang tak takut mati dengan semangat jihadnya.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.