Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Kunci Sukses Madrasah: Terbuka dan Aktif Komunikasikan Program

Kunci Sukses Madrasah: Terbuka dan Aktif Komunikasikan Program

Kabar Kunci Sukses Madrasah: Terbuka dan Aktif Komunikasikan Program

Kunci Sukses Madrasah: Terbuka dan Aktif Komunikasikan Program

KENDAL, WARGASERUJI – Madrasah Ibtidaiyah NU 53 Turunrejo melakukan lebih banyak perubahan positif setelah menjadi mitra Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation. Perubahan tersebut bukan hanya aspek pembelajaran, juga aspek manajemen berbasis madrasah, peran serta masyarakat, dan pengembangan budaya baca. Kunci sukses madrasah: terbuka dan aktif komunikasikan program.

Training spesialis Program PINTAR Jawa Tengah, Seno M Daud saat memaparkan praktik baik program PINTAR dalam acara Provincial Meeting  Program Tanoto Foundation Regional Jawa Tengah di Semarang, Kamis (28/6), menjelaskan bahwa perubahan yang telah dia lihat diantaranya yaitu semua ruang kelas telah berubah menjadi tempat yang penuh dengan sumber belajar.

Tempat duduk telah ditata dengan memperhatikan mobilitas, interaksi, dan akses siswa dan guru dalam belajar. Meja belajar juga sudah diubah menjadi lebih lebar sehingga memungkinkan siswa bekerja dalam kelompok dan berpasangan. Sudut baca dan papan pajangan tempat hasil karya siswa juga telah tersedia di setiap kelas.

“Semua kebutuhan kelas tersebut disediakan oleh orangtua siswa melalui paguyuban kelas yang telah dibentuk setelah pelatihan,” ungkap Seno menceritakan pengalamannya setelah dari madrasah.


Seno mengungkapkan, program budaya baca dilaksanakan rutin setiap hari. Produk-produk literasi seperti booklet, jurnal, dan buku cerita siswa telah dihasilkan. Ada juga infaq buku dari siswa dan orangtua. Buku-buku tersebut dimanfaatkan untuk sudut baca di dalam kelas dan di luar kelas sebagai perpustakaan mini. Di setiap kelas juga tersedia pohon literasi dan pohon prestasi untuk mengapresiasi siswa.

Untuk memperkuat pelaksanaan programnya, madrasah ini juga telah menjalin kerja sama dengan organisasi masyarakat dan komunitas seperti Rumah Zakat, Veloz Club, Dhuafa Kendal, dan organisasi lain. Kerja sama tersebut dilakukan untuk pengadaan buku, sepatu siswa, seragam siswa, dan pemenuhan berbagai kebutuhan sekolah yang tidak tercukupi dari anggaran BOS.

Dalam manajemen sekolah, laporan keuangan dan pengembangan madrasah telah terpajang di tempat yang mudah diakses oleh siapapun. Hal ini menjamin tranparansi dan akuntabilitas dalam anggaran. Kepala MI 53 Turun Rejo, Nadiro, M.Pd menyebut kunci sukses madrasah beserta programnya bisa terlaksana karena selalu terbuka dan aktif mengomunikasikan program kepada siapapun.

“Setiap hal yang kami nilai baik selalu kami laksanakan secara sungguh-sungguh. Seperti Program PINTAR dari Tanoto Foundation ini,” terang kepala MI setelah madrasahnya dikunjungi oleh Filantropi Indonesia lalu. Sebagai informasi, karena perubahan positif ini, Tanoto Foundation mengajak kolega dari Asia Phylantropy Circle dan Filantropi Indonesia berkunjung ke madrasah tersebut pada bulan Februari lalu.

Nadiro menjelaskan, kunci implementasi praktik baik yang telah dilakukan di madrasah ini yaitu:

  • mencatat praktik-praktik baik yang telah dilakukan dan yang telah ditemukan untuk diimplementasikan
  • terbuka dengan perubahan yang baik
  • rutin melakukan supervisi akademik untuk menjaga kualitas pembelajaran
  • berkomunikasi dengan guru, orangtua siswa dan komite tentang perbaikan madrasah.
  • mengomunikasikan program madrasah kepada berbagai pihak.

BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.