Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Darurat Ragam Buku di Sekolah Kendal

KENDAL, WARGASERUJI – Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) Tanoto Foundation bekerja sama dengan Room to Read dan Provisi kembali menghibahkan buku bacaan non pelajaran kepada sekolah dan madrasah mitra di Kabupaten Kendal. Bantuan ini diberikan kepada sekolah/madrasah untuk terus konsisten menggiatkan program Budaya Baca yang telah dilatihkan dan didampingi sebelumnya.

“Dalam penguatan budaya baca perlu diperhatikan tiga isu utama, yaitu pembiasaan, keteladanan, dan ketersediaan buku. Pembiasaan dan keteladaan secara bertahap telah dilakukan sekolah dan madrasah. Program-program unggulan literasi telah mulai digalakkan. Namun, kami melihat perlu penambahan secara bertahap koleksi buku non pelajaran yang harus dibaca oleh anak-anak,” kata Koordinator PINTAR Tanoto Foundation Provinsi Jawa Tengah Dr Nurkolis MM dalam pembukaan Diskusi Pendidikan dan Media Gathering di Hotel Tirto Arum Kendal, Jumat (10/5).

Doktor bidang manajemen pendidikan ini menjelaskan, di sekolah mitra, contohnya di SDN 1 Purworejo, rata-rata siswanya yang telah membaca 32 judul buku selama kurun waktu 4 bulan. Data ini terlihat dari jumlah judul yang di tempel di pohon baca di kelasnya. Pohon baca digunakan oleh sekolah untuk mendeteksi dan memberikan penghargaan kepada siswa. Setiap selesai membaca satu buku, siswa-siswa diminta untuk menuliskan judul yang dibacanya di daun judul, kemudian menempelkan di pohon baca.

“Bisa dibayangkan bila semangat membaca seperti ini tidak didukung oleh suplai buku yang melimpah dan beraneka ragam. Program-program seperti 15 menit membaca buku non pelajaran, penyediaan pojok baca, taman baca, gerakan literasi sekolah dan berbagai program keteladanan akan kandas, karena semua buku telah dibaca oleh siswa. Selain itu, jumlah buku bacaan yang beredar di toko-toko juga terbatas. Sehingga sebenarnya kita sedang menghadapi darurat buku bacaan non pelajaran untuk siswa di sekolah,” kata Dr Nurkolis.

Hibah buku bacaan non pelajaran gelombang kedua ini diberikan kepada 49 sekolah/madrasah di Jawa Tengah dengan jumlah 2.940 buku. Setiap lembaga diberikan 60 buku yang berisi 20 judul. Buku-buku ini telah disusun secara berjenjang untuk memenuhi kebutuhan literasi siswa.

Kepala SDN 1 Brangsong Siti Alfiah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tanoto Foundation dan room to read serta Provisi. Pasalnya setelah didampingi, sekolahnya telah melakukan berbagai program budaya baca. Mulai dari  membentuk tim sukses gerakan literasi sekolah yang memiliki program perminggunya, pembiasaan budaya baca pada jam ke nol dan siswa mengisi kartu kendali literasi, internalisasi ke dalam RKAS dan melibatkan komite dalam penyusunannya. Penataan lingkungan sekolah melibatkan alumni, masyarakat, orang tua siswa dalam pembuatan taman bacaan, garansi kelas, pojok baca dan kerjasama dengan pihak usaha dalam kegiatan reading day. Terakhir juga MOU dengan wali murid untuk menambah koleksi buku non fiksi dengan program saku sanak (satu buku satu anak) setiap awal semester.

“Namun karena jumlah siswa yang banyak, kemudian koleksi buku yang disediakan di pasaran juga terbatas, kadang penyediaan buku yang beraneka ragam sulit untuk kami dapatkan. Padahal setiap hari, siswa kami dorong untuk membaca buku non bacaan. Tentu saja suplai ini akan kami butuhkan terus. Dengan tambahan suplai buku ini, akan jadi pemicu kami untuk pengembangan berbagai program budaya baca lebih lanjut,” ungkap Siti Alfiah dengan semangat.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
ainur roziqin
Pemerhati Pendidikan, gemar menuliskan pengalaman praktik yang baik dalam bidang pendidikan dan pengembangan pribadi

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.