Layanan Kesehatan yang Sakit

Layanan Kesehatan yang Sakit

Islam telah mengatur bahwa keamanan, pendidikan, dan kesehatan adalah hak dasar bagi setiap individu manusia yang wajib disediakan dan dijamin oleh negara. Bahkan, Rasulullah Saw bersabda “siapa dari kalian yang bangun pagi dalam keadaan hatinya aman/damai, sehat badannya dan memiliki makan hariannya maka seolah-olah telah dikumpulkan dunia untuk dirinya”. Dalam hadis tersebut Rasulullah Saw mengisyaratkan bahwa ketersedian akan hak dasar tersebut bagi seseorang membuat dirinya seperti memperoleh dunia secara keseluruhan.

Jaminan atas kesehatan merupakan salah satu kewajiban negara yang wajib diberikan kepada setiap rakyat tanpa memandang status sosial. Penyedian layanan kesehatan seperti klinik dan rumah sakit merupakan fasilitas publik yang substansinya merupakan kemaslahatan bagi rakyat. Namun, baru-baru ini masyarakat begitu dikejutkan dengan kenyataan pahit bahwa pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara, yang kemudian dialihkan menjadi kewajiban rakyat, kini semakin mencekik masyarakat dengan direncanakannya kenaikan iuran.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang katanya sebagai fasilitas yang diberikan pemerintah guna membantu masyarakat dalam hal pengobatan, faktanya seperti lintah darat yang semakin memeras rakyat. Dilansir dari CNBC Indonesia (9/9/19) dalam usulannya ke DPR, pemerintah ingin iuran kepesertaan BPJS Kesehatan bagi kelas Mandiri I naik dari Rp80.000 menjadi Rp160.000 per peserta per bulan, kelas Mandiri II naik dari Rp51.000 menjadi Rp110.000, sedangkan untuk kelas Mandiri III menjadi Rp42.000 dari sebelumnya Rp25.500.

Di tengah kegalauan yang dialami masyarakat, kini mereka semakin dibuat kecewa oleh wakil-wakil rakyat yang dihasilkan oleh sistem kapitalis ini. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta masyarakat memahami rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Dengan kenaikkan itu, Moeldoko tak ingin masyarakat beranggapan sehat itu  murah. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sehat itu mahal dan perlu perjuangan.

Di sistem ini kesehatan memang sesuatu yang mahal, namun bukan karena rakyat tak menyadari hal tersebut membuat mereka terkena penyakit, bahkan rakyat sangat menyadarinya. Mahalnya kesehatan merupakan dampak pemeliharaan negara yang buruk terhadap hak dasar rakyat.

Disamping itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kenaikan iuran BPJS Kesehatan tidak akan menyusahkan masyarakat miskin. Justru menurutnya, pemerintah selalu berupaya membantu masyarakat kelompok kecil. Pernyataan ini tidak sesuai fakta di lapangan, nyatanya masyarakat menengah ke bawah bahkan sudah mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan, apalagi sampai harus membayar iuran yang semakin memberatkan beban mereka.

Kondisi-kondisi semacam ini memang wajar saja terjadi, mengingat Indonesia masih menerapkan sistem kapitalis neoliberalisme yang cenderung melahirkan pejabat-pejabat negara yang tidak berempati terhadap penderitaan rakyat dan lepas dari tanggung jawabnya.

Dalam Islam, negara berfungsi sebagai pemelihara dan menjaga masyarakat melalui penerapan sistem Islam. Salah satunya adalah menjamin kesejahteraan termasuk di bidang kesehatan, dengan murah bahkan gratis. Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid bahkan disedikan 800 dokter di kota Baghdad. Bahkan, tersedia klinik kesehatan keliling yang memeriksa setiap masyarakat Muslim maupun non-Muslim dengan gratis.

Fadilah Rahmi

Mahasiswi FKIP UMSU

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Perasaan Hati dan Ukuran Cinta

Rasa cinta yang mendalam itu sering kali tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata, kecuali hanya sebagian kecil saja, namun jika cinta sudah melekat di dalam...

Jaringan Irigasi Kota Magelang, Karya Teknologi Peninggalan Belanda

Magelang , Sebentar lagi berulang tahun .11 April  907 ditetapkan sebagai  Hari Jadi Kota Magelang  dan sekarang menginjak tahun ke 1.111.Sungguh usia yang sudah...

Mengenal Pendidikan Vokasi ; Trend Pendidikan Masa Depan

Pendidikan adalah bekal masa depan yang paling utama. Tanpa pendidikan,  orang sulit meraih masa depan yang baik. Sayangnya kebanyakan orang menganggap remeh dengan pendidikannya,...

Mengapa Allah Bertanya Kepada Isa?

Isa dianggap oleh sebagian umat Nashrani sebagai anak Allah, juga disandingkan dalam sesembahan disisi Allah bersama ibunda Maryam. Mengapa Allah bertanya kepada Isa tentang apa yang dilakukan sebagian umat Nashrani itu?
close