“Berhati” adalah istilah Pengurus Daerah (PD) Pesaudaraan Muslimah (Salimah) Banyumas untuk menyebut kegiatan kajian muslimah dengan kepanjangan belajar runut hadits dan tafsir. Awalnya kegiatan Berhati seputar kajian hadits dan tafsir. Namun, seiring berjalannya waktu Berhati menambah inovasi kegiatan untuk terus menambah motivasi anggotanya yakni salah satunya dengan mengadakan Cooking Class tiap tiga bulan sekali.

Lazimnya untuk tugas masak-memasak dalam keluarga tentu menjadi tanggung jawab seorang ibu. Dari masakan dalam keluarga semuanya bermula. Kehalalan masakan yang disajikan menjadi penentu kualitas perilaku dan keberkahan dalam keluarga.
Lihatlah sikap Abu Bakar as Shidiq bagaimana ia lebih memilih memuntahkan makanan yang baru dinikmatinya setelah dirinya mengetahui makanan itu dalam keragu-raguan dalam kehalalannya.

Kali ini, Berhati Salimah edisi Special Cooking Class bersama Chef Gie Perdana, yang bertempat di Click Resto & Catering, Jln. Letjen Pol Soemarto, No. 53, Purwanegara, Purwokerto.
Kegiatan ini digawangi oleh panitia yang sekaligus pengurus PD Salimah Banyumas Departemen Pendidikan dan Dakwah dengan diketuai oleh ibu Ernawati.

Acara ini diikuti oleh 35 peserta, yang terdiri dari jamaah Berhati dan beberapa pengurus PD Salimah.
Acara dimulai dengan cerita pengalaman Chef Gie mengasah kemampuan masak memasaknya di berbagai kota termasuk Surabaya dan Yogyakarta. Kemudian, menyambung ke acara Cooking Class,Chef Gie memberi beberapa tips tentang ayam yang baik dan halal konsumsi.
Saat acara memasak dimulai, Chef Gie memberi arahan bagaimana membuat fillet dari bagian dada ayam sampai setipis dan sebisa mungkin tidak ada fillet yang berlubang. Dia juga menjelaskan prosedur memasak sesuai resep yang telah dibagikan kepada peserta sehari sebelum Cooking Class melalui WAG. Lalu, dia mempersilahkan peserta mengikuti cara memasak yang sudah dicontohkan olehnya. Dengan antusias beberapa ibu maju untuk mempraktekkan apa yang chef Gie lakukan. Mulai dari membuat fillet, membuat gulungan fillet dengan diisi smoked beef dan sayuran, memasukkan gulungan fillet ke dalam adonan basah, adonan kering, sampai prose menggoreng dan finishing. Kesemuanya itu seluruh peserta lakukan dengan bergantian yang terbagi menjadi beberapa kelompok dan melalui pengawasan dan arahan chef Gie tentunya.
Di akhir acara, Bu Ernawati selaku penanggung jawab acara Berhati Salimah, menghimbau peserta yang hadir dengan kalimat, “Silakan ibu-ibu di sini mengajak yang lainnya untuk mau bergabung dengan Berhati Salimah, selalu terbuka untuk seluruh muslimah demi kemajuan dan kejayaan Islam”.
Setelah itu, ibu-ibu peserta kembali antusias karena panitia akan membagikan masakan hasil kerja keras bersama selama acara Cooking Class berlangsung, yup tepat sekali, satu porsi Ayam Cordon Bleu siap meluncur ke rumah masing-masing peserta.
Acara berlangsung hampir 2 jam, dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.45 WIB. Seluruh panitia merasa lega karena acara telah berlangsung sukses dan peserta pun merasa puas karena sudah mencicipi masakan sambil ‘medang’ jus jeruk dan membawa satu porsi Ayam Cordon Bleu-nya.
Menurut salah satu peserta yang bernama Bu Maya, acara seperti ini harusnya lebih lama supaya banyak masakan yang bisa dipelajari dan sangat bermanfaat karena bisa memambah daftar menu yang bisa disajikan untuk keluarga tercinta di rumah.

Berikut tips Chicken Cordon Blue ala Chef Gie:
- Jangan lupa baca Bismillah, supaya Allah menuntun kita.
- Pastikan ayam disembelih sempurna, urat nadi leher terpotong sempurna, jangan cuma sobekan kecil.
- Belilah pada penjual yang dapat dipercaya, kalau bisa yang kita kenal baik dan paham cara menyembelih ayam yang sesuai syariat.
- Untuk tahu ayam gelonggongan atau bukan, bisa kita tekan bagian paha ayam. Jika keluar air, pasti ayamnya sudah disuntik air terlebih dulu.
- Untuk mengetahui ayam tiren atau bukan, kita bisa melihat bagian leher ayam. Ayam tiren/ayam yang sudah mati dan baru disembelih akan terlihat darah yang ada di leher menghitam.
Warna daging ayam yang segar merata berwarna putih kekuningan. - Pastikan tidak ada memar atau tulang ayam yang patah dan tanda-tanda kekerasan lainnya.
- Teliti baunya, pastikan tidak ada bau busuk atau bau lain yang mencurigakan.
Untuk resep masakannya adalah sebagai berikut.
Bahan-bahan :
- Ayam dada fillet (2 kg)
- Daging sapi (1/2 kg)
- Keju (2 bks)
- Telur (4 butir), kocok lepas
- Tepung racikan (1/4 kg)
- Tepung roti (1/4 kg)
- Garam (1 sdm)
- Merica (1/4 sdt)
- Bumbu putih (1/4 sdm), bawang merah, bawang putih dan kemiri
- Minyak untuk menggoreng (secukupnya)
Bahan pelengkap :
- Kentang goreng
- Wortel rebus
- Buncis rebus
- Saus sambal
Langkah-langkah :
- Ambil dada ayam fillet lalu belah tipis-tipis, namun jangan sampai terputus. Memarkan dengan pemukul daging.
- Taburi dengan garam, merica, dan bumbu putih. Bentangkan dada ayam.
- Tata smoked beef dan keju di salah satu ujungnya. Lalu gulung dengan rapi. Siapkan di masing-masing wadah: tepung racikan, kocokan telur, dan tepung roti.
- Gulingkan gulungan ayam ke tepung racik basah, celupkan ke kocokan telur, lalu gulingkan lagi ke tepung roti hingga rata dan tertutup sempurna.
- Siapkan minyak banyak. Goreng ayam ke dalam minyak panas, gunakan api kecil.
- Goreng hingga ayam berubah warna jadi coklat keemasan. Angkat dan tiriskan.
- Selanjutnya goreng kentang (potato wedges) hingga matang. Angkat dan tiriskan. Taburi kentang dengan garam dan merica. Iris melintang ayam jadi beberapa bagian. Tata di piring bersama potato, sayuran, dan saus.
Tips supaya hasil masakan semakin sempurna.
- Agar gulungan ayam tidak terbuka saat digoreng, bisa kita siasati dengan menyemat kedua ujungnya menggunakan tusuk gigi. Pastikan untuk membuang tusuk gigi sebelum chicken Cordon blue disajikan.
- Penggunaan smoked beef bisa diganti dengan sosis yang diiris tipis memanjang.
- Setelah wortel dan buncis direbus, tiriskan kemudian siram dengan air dingin agar warnanya tetap cerah.
