close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Syarat Pewakaf Boleh Menerima Manfaat Wakaf

Dalam wakaf yang menjadi esensinya adalah mawquf alayh yaitu manfaat wakaf yang diterima oleh pihak yang ditetapkan oleh wakif pada saat ikrar wakaf. Artinya berfungsinya harta benda wakaf sesuai dengan tujuan wakaf yang selain untuk memenuhi ibadah kepada Allah SWT, juga untuk kepentingan sosial, dakwah, dan ekonomi, seperti: menyediakan fasilitas umum, sarana dan kegiatan ibadah, dakwah, pendidikan serta kesehatan, bantuan kepada fakir msikin, anak terlantar, yatim piatu, pengembangan sumber daya manusia atau pemberian beasiswa, bantuan permodalan, penyediaan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, meningkatkan ekonomi umat, dan mengurangi beban anggaran negara.

Manfaat wakaf yang diterima oleh mawquf alayh secara berkelanjutan inilah yang menjadikan wakaf sebagai sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir kepada wakif meskipun ia telah meninggal dunia.
Pemenuhan hak mawquf alayh dari harta benda wakaf dapat dilakukan secara langsung melalui wakaf langsung atau dari hasil pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf melalui wakaf produktif.

Nah yang dimaksud dengan wakaf langsung adalah wakaf yang digunakan untuk memberikan pelayanan langsung kepada mawquf alayh seperti masjid sebagai tempat shalat, sekolah sebagai tempat belajar, majelis taklim tempat mengaji, dan pelayanan langsung lainnya yang mencerminkan manfaat nyata atas harta benda wakaf.

Adapun yang dimaksud dengan wakaf produktif adalah wakaf untuk kegiatan-kegiatan usaha produktif atau wakaf yang tidak dimaksudkan untuk dimanfaatkan secara langsung, namun dikelola secara produktif yang hasilnya untuk kepentingan mawquf alayh.

Berbeda dengan zakat yang sudah ditetapkan dalam al-Qur’an siapa saja mustahik yang berhak menerima zakat, dalam wakaf tidak ada ketetapan secara khusus pihak mana saja yang berhak menerima manfaat wakaf, sehingga bentuknya bisa bermacam-macam sesuai dengan yang dikehendaki oleh wakif pada saat ikrar wakaf, atau sesuai dengan tujuan wakaf, atau sesuai dengan semangat filantropi Islam lainnya yaitu zakat, infak, dan sedekah yang tujuan utamanya adalah membantu fakir miskin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam wakaf, wakif memiliki kebebasan atau otoritas penuh untuk menetapkan mawquf alayh pada saat ikrar wakaf dan ketetapannya bersifat mengikat, tidak boleh diubah, dan harus dilaksanakan. Namun, jika ada wakaf yang belum ditetapkan mawquf alayh-nya oleh wakif, penetapan mawquf alayh dilakukan sesuai dengan tujuan wakaf atau untuk keperluan fakir miskin.

Kebebasan dalam menetapkan mawquf alayh ini dalam praktiknya memunculkan banyak kreasi yang dibuat oleh lembaga wakaf dalam membuat produk wakaf untuk menarik minat orang atau lembaga agar mau berwakaf, ada yang membuat produk wakaf dan menawarkannya kepada publik dengan menetapkan mawquf alayh-nya dalam bentuk insentif guru mengaji, umrah marbot, makam untuk dhuafa, dan sebagainya. Bahkan ada juga yang ingin menetapkan wakif sebagai mawquf alayh dalam produk wakafnya dengan memberikan manfaat wakaf atau sebagian dari keuntungan pengelolaan wakaf kepada wakif, dengan alasan produk wakaf akan mudah diterima dan untuk mendorong percepatan penghimpunan wakaf.

Meskipun mawquf alayh bentuknya bisa bermacam-macam tetapi dalam penetapannya ada batasan-batasan atau syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh para ulama. Menurut Dr.Fahruroji MA berikut beberapa faktor yang disyaratkan yaitu:
Pertama, mawquf alayh harus berbentuk kebajikan sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan qurbah atau pendekatan diri kepada-Nya. Ulama Hanafiyyah mensyaratkan pendekatan diri kepada Allah yang sesuai dengan syariah Islam dan keyakinan wakif, sehingga mereka berpendapat sah hukumnya wakaf dari seorang muslim atau non muslim untuk sekolah, yatim piatu, dhuafa, fakir miskin yang muslim dan yang non muslim, dan yang semisalnya.

Tidak sah wakaf dari seorang muslim atau non muslim untuk tempat ibadah non muslim seperti gereja, dan tidak sah wakaf dari non muslim untuk masjid kecuali untuk Baitul Maqdis. Sementara ulama Syafi’iyyah, Hanabilah, dan Malikiyyah tidak mensyaratkan qurbah tetapi mensyaratkan tidak boleh untuk kemaksiatan atau atau diberikan kepada pelaku maksiat, seperti pencuri dan peminum khamr.

Kedua, Mawquf alayh harus merupakan pihak yang tidak terputus. Dalam membahas syarat yang kedua ini, ada dua istilah yang perlu dipahami yaitu al-waqf al-munqati’ dan al-waqf gayr al-munqati’. Al-waqf al-munqati’ adalah wakaf yang manfaatnya diberikan kepada pihak yang bisa punah, dan setelahnya tidak ada ketetapan untuk diberikan kepada pihak yang tidak terputus. Adapun al-waqf gayr al-munqati’ adalah wakaf yang manfaatnya diberikan kepada pihak yang tidak bisa punah seperti fakir miskin, atau wakaf yang manfaatnya diberikan kepada pihak secara berkelanjutan tanpa putus.

Ulama Syafi’iyyah dan Hanafiyyah berpendapat tidak boleh manfaat wakaf diberikan kepada pihak yang terputus, tetapi menurut Hanabilah manfaat wakaf boleh diberikan kepada pihak yang terputus, sedangkan menurut ulama Malikiyyah al-waqf al-munqati’ tidak boleh karena mereka membolehkan wakaf untuk jangka waktu tertentu atau wakaf sementara dan wakaf untuk jangka waktu selamanya atau wakaf selamanya, jika pihak yang menerima manfaat wakaf terputus maka diberikan kepada fakir miskin yang paling dekat silsilahnya dengan wakif untuk wakaf selamanya. Sedangkan untuk wakaf sementara yang penerima manfaat wakafnya terputus maka wakafnya kembali menjadi milik wakif atau ahli warisnya.

Ketiga, Manfaat wakaf tidak boleh kembali kepada wakif atau wakif tidak boleh menerima manfaat wakaf dengan menjadi mawquf alayh. Hal ini karena dengan telah diwakafkannya harta benda milik wakif maka kepemilikannya atas harta benda wakaf itu telah hilang, dan ia tidak boleh menerima manfaat dari harta benda yang telah diwakafkannya kecuali jika ia termasuk ke dalam mawquf alayh yang umum, seperti seseorang yang mewakafkan masjid maka ia boleh melaksanakan shalat di masjid tersebut.
Apabila manfaat wakaf kembali kepada wakif, maka mayoritas ulama berpendapat wakafnya tidak sah karena bertentangan dengan keluarnya harta benda wakaf dari kepemilikan wakif, juga karena wakif tidak boleh memiliki untuk dirinya dari harta benda miliknya yang telah diwakafkan. Namun menurut Abu Yusuf wakafnya tetap sah karena wakaf telah terlaksana dengan ucapan tanpa penyerahan.

Keempat, Mawquf alayh harus merupakan pihak yang boleh untuk memiliki. Para ulama sepakat bahwa wakaf adalah kepemilikan manfaat, maka tidak boleh menjadi mawquf alayh kecuali yang boleh memiliki seperti manusia, atau yang mempunyai manfaat seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit.

Selanjutnya yang perlu untuk diperhatikan bahwa kehadiran mawquf alayh tidak disyaratkan pada saat ikrar wakaf, seperti wakaf yang manfaatnya untuk Zaid dan anak-anaknya serta keturunannya, dan setelah mereka untuk fakir miskin, atau untuk masjid.
Demikian juga tidak disyaratkan mawquf alayh harus ditentukan dengan nama dan dibatasi, sebab dimungkinkan mawquf alayh ditentukan dengan sifat tanpa dibatasi seperti fakir miskin, fuqaha, para imama dan khotib. Apabila ketika ikrar wakaf, mawquf alayh belum ditentukan maka yang menjadi mawquf alayh adalah fakir miskin, mereka yang berhak untuk menerima manfaat wakaf sebab penyaluran manfaat wakaf asalnya untuk fakir miskin.

Mengenai kehadiran mawquf alayh, disebutkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Wakaf Pasal 30 ayat (1) Pernyataan kehendak wakif dituangkan dalam bentuk Akta Ikrar Wakaf sesuai dengan jenis harta benda yang diwakafkan, diselenggarakan dalam Majelis Ikrar Wakaf yang dihadiri oleh nazhir, mawquf alayh, dan sekurang-kurangnya 2 (dua) orang saksi. Ayat (2) Kehadiran nazhir dan mawquf alayh dalam Majelis Ikrar Wakaf untuk wakaf benda bergerak berupa uang dapat dinyatakan dengan surat pernyataan nazhir dan/atau mawquf alayh. Ayat (3) Dalam hal mawquf alayh adalah masyarakat luas (publik), maka kehadiran mawquf alayh dalam Majelis Ikrar Wakaf sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak disyaratkan.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Imam Nur Azishttp://bwi.or.id
Komisioner BWI (Badan Wakaf Indonesia) periode 2017-2020. Aktivis socioprenuer dan wakafprenuer.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...