Karakter dan kepribadian seseorang bisa kita lihat dari bagaimana orang tersebut memperlakukan binatang.
Seorang penyayang binatang hampir bisa dipastikan memiliki hati yang sabar dan penuh kasih.
Tentu saja ini tidak berlaku mutlak untuk semua orang sebab tiap orang tetap punya karakter yang berbeda-beda.
Sayang adalah satu rasa yang tulus yang timbul dari dalam hati. Sayang itu mempunyai banyak makna, bukan hanya untuk lawan jenis tetapi sayang yang kita punya bisa tumbuh untuk keluarga, teman, sahabat, bahkan untuk hewan peliharaan.
Memelihara hewan peliharaan tidaklah mudah, dibutuhkan komitmen tinggi dan kasih sayang yang lebih agar hewan yang kita pelihara bisa memberikan timbal balik berupa loyalitas dan kepatuhan serta rasa sayang kepada pemilik. Memelihara binatang bukan sekedar meluangkan waktu untuk memberi makan atau minum. Tapi juga memberikan waktu untuk ‘berbicara’ dan menciptakan ikatan batin yang tulus.
Kepribadian dari seorang penyayang binatang biasanya sangat penuh perhatian. Jika memang sudah sifat alaminya penuh kasih, maka bukan hanya kepada hewan saja, namun ia juga bisa menunjukkan rasa kasih yang sama kepada sesama makhluk Tuhan.
Dalam Islam, banyak hadis menyebutkan bahwa Nabi Muhammad sayang menyayangi kucingnya yang diberi nama Muezza. Berdasarkan suatu riwayat, Nabi Muhammad pernah terbangun saat mendengar suara Azan. Nabi Muhammad mempersiapkan diri dan berpakaian; namun, Nabi Muhammad menemukan Muezza tidur beralaskan jubah dia. Dibandingkan mengganggu tidur Muezza, Nabi Muhammad kemudian memotong sebagian jubahnya, meninggalkan Muezza tetap tidur; ketika Nabi Muhammad kembali dari salat, Nabi Muhammad menerima penghormatan dari Muezza sebagai tanda terima kasih. Kemudian Nabi Muhammad mengelus kucing kesayangannya sebanyak tiga kali.
Selain kucing, Nabi Muhammad juga dikenal sebagai sosok penyayang kuda. Beliau bahkan pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh HR Bukhari Muslim “Di ubun ubun kuda terdapat kebajikan sampai kiamat”.
Karakter Rasul yang begitu penyayang tak hanya kepada sesama manusia tetapi juga kepada makhluk Allah lainnya merupakan suri tauladan bagi kita semua.
Membaca tentang dua hewan kesayangan Rasul, yaitu kucing dan kuda, saya jadi teringat sosok gagah capres kita, bapak Prabowo yang juga dikenal sebagai penyayang binatang. Siapa yang tak kenal kuda kuda cantik dan gagah milik Pak Prabowo? Atau kucing jalanan yang dipungut dan dipelihara Pak Prabowo yang diberi nama Bobby? Bahkan si Bobby ini udah mulai terkenal dan punya Ava sendiri.
Akhir kata, jangan pernah ragu untuk memelihara binatang ciptaan Allah, tentunya dengan maksud dan tujuan yang baik, tidak mengekangnya dalam kandang dan senantiasa mencurahkan waktu untuk memberi perhatian terhadap hewan peliharaan kita tersebut. Apa yang diteladankan Rasul semoga bisa memberikan kita inspirasi terhadap sosok dan karakter pemimpin seperti apa yang pantas memimpin negeri ini kelak.
Kepribadian dari seorang penyayang binatang memiliki karakter penyayang, menerima apa adanya, mencintai secara tulus tanpa pamrih atau imbalan dan sabar.
