Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

Kabar Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID – Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial ini berupa pemeriksaan dan pengobatan kesehatan, pemberian susu dan snack sehat untuk 300 masyarakat kurang mampu, serta pengajian dan doa untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

Kegiatan yang mengambil tempat di halaman dalam resort Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Cinangka, Kabupaten Bogor dihadiri 300 penerima bantuan bakti sosial dan 200 orang peserta pengajian dan doa bersama.

Pihak panitia terdiri dari 4 kelompok relawan, yakni Komunitas Alumni NHI 02, Brigade Impas, Macan Padi Indonesia, serta Padi Medika dan diketuai oleh bapak Rahman dari Brigade Impas.

Kegiatan ini juga diramaikan oleh kehadiran politisi dari Partai Berkarya, Titiek Soeharto yang dalam kesempatan ini memberikan orasi dan mengingatkan kembali pendukung Prabowo agar tetap solid dan waspada menghadapi potensi kecurangan saat pilpres.


“Dalam tiap kunjungan ke daerah, pak Prabowo selalu disambut luar biasa oleh masyarakat. Secara kasat mata kita bisa melihat itu. Silahkan saja pihak sebelah mengklaim melalui survei bahwa mereka unggul atau apa,” tutur Titiek usai memberikan orasi.

Sementara itu, pembina Brigade Impas, Rini Triassunu mengatakan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan wujud kepedulian nyata dari relawan pendukung paslon 02 untuk masyarakat kurang mampu yang merupakan korban janji-janji kampanye rezim.

“Diharapkan, beban mereka untuk masalah kesehatan terbantu dengan adanya kegiatan pemeriksaan dan pengobatan ini,” kata Rini.

Tim Padi Medika sendiri terdiri dari 10 dokter dengan latar belakang mulai dari dokter umum, dokter mata, ahli kebidanan hingga spesialis penyakit dalam. Tim Padi Medika diketuai oleh Dr. Uman.

Sementara itu, Hidayat Hasan dari Komunitas Alumni NHI 02, menyatakan kegembiraannya bahwa kegiatan baksos kolaborasi 4 kelompok relawan ini berjalan sukses.

Dalam kesempatan ini, tim Macan Padi Indonesia yang diketuai Tanty Pranawisanti juga mengajak anggotanya dari korwil cilegon dan kab bogor untuk hadir menjadi bagian dari tim bakti sosial.


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.