Pemasangan iklan, hubungi kami di sini

Kabar Warga Bali Berdesakan Saksikan Diskusi Akal Sehat Ala Rocky Gerung

Warga Bali Berdesakan Saksikan Diskusi Akal Sehat Ala Rocky Gerung

Kabar Warga Bali Berdesakan Saksikan Diskusi Akal Sehat Ala Rocky Gerung

Warga Bali Berdesakan Saksikan Diskusi Akal Sehat Ala Rocky Gerung

DENPASAR, WARGASERUJI –Kedatangan mantan Akademisi Universitas Indonesia dan Pendiri Institut Setara, Rocky Gerung ke Bali mendapat sambutan hangat dari para pendukungnya.

Rocky Gerung hadir di Aula Hotel Princess Keisha and Convention Centre di Jalan Teuku Umar No 350 Denpasar, Bali pada Sabtu (9/3) petang.

Berbeda dengan kedatangan Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno yang mendapatkan penolakan dari elemen masyarakat Bali, kedatangan Rocky nyaris tanpa ada penolakan.

Tiba di Aula Hotel sekitar pukul 20.00 Wita, peserta diskusi publik ‘Presiden Akal Sehat’ mulai bersorak-sorak gembira melihat sosok pria kelahiran Manado, 20 Januari 1959 ini. Rocky dikawal ketat oleh pihak kepolisian dan massa dari berbagai elemen seperti Brigade 08, Permak Bodi, Pepes Prasa, Relawan Bang Adi Wanasari, Sahabat Padi dan Team Hercules.


Diskusi publik ‘Presiden Akal Sehat’ dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, SE, MH dan Ketua PD Tunas Indonesia Raya /Tidar, Fabian Andrianto Cornelis.

Diskusi yang dibawakan Rocky Gerung banyak diselingi candaan-candan yang mengkritisi pemerintah. Ia mampu mengolah sebuah kata-kata cerdas yang sederhana dan mudah dipahami oleh peserta diskusi.

Rocky Gerung tak menyangka jika diskusi publik ‘Presiden Akal Sehat’ di Bali dipenuhi oleh peserta yang rela berdesak-desakan demi mendengarkan  ceramah akal sehatnya.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa  saat ini tugas kita adalah memulihkan akal sehat bangsa  untuk masa depan generasi millennial.

“Kita harus menyiapkan sebuah energi besar untuk hari ini, untuk menyiapkan  generasi yang bisa merawat Bangsa Indonesia dimasa depan,” kata pria yang sering menerbitkan  kajian di jurnal ilmiah Yayasan Jurnal Perempuan ini.

Lanjut Rocky, ia ingin memiliki pemimpin negara yang  tidak gugup di forum Internasional. “Apa yang terjadi di Indonesia saat ini membuat kita dilecehkan  di forum internasional,” ujarnya.

Ia juga menanggapi pertanyaan peserta diskusi mengenai ketidaksportifan kegiatan politik yang terjadi akhir-akhir ini. Menurut Rocky ketidaksportifan politik terjadi akibat seseorang tidak memiliki citra diri yang kuat.

“Pencitraan  yang dibuat-buat berarti  seseorang tidak memiliki kemampuan dasar dalam berpolitik,” paparnya disambut gelak tawa peserta seminar.

Rocky Gerung menutup agenda diskusi dengan memberikan sebuah pesan kepada ratusan peserta seminar yang hadir.

“Kumpulan pikiran kita hari ini menujukan surplus akal sehat, kita bisa share akal sehat kita. Dengan menggunakan akal sehat, kita menjalin pertemanan dengan orang-orang yang berbeda pilihan politik,” tegasnya disambut yel yel No rocky No Party


BACA JUGA

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

Ingin Jadi Penulis Warga, silahkan bergabung di sini.

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

YANG LAGI PRO-KONTRA

Pemakan Tanah Papua, Siapa?

Keluarga Besar Indonesia, sepertinya lebih enak diterima daripada "NKRI Harga Mati". Lebih humanis, merangkul. Antara hati dengan hati. Saling bantu, bukan berebut. Saling melindungi, bukan saling menguasai.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

ARTIKEL TERBARU

Baper dan Islamphobia

Ketika masih di Taman Kanak-Kanak, anak-anak diajari tentang tiga kata sakti yang mampu meluluhkan hati manusia. Yaitu maaf, tolong, dan terima kasih. Akan tetapi dalam realitasnya, tiga kata ini tidak mudah diucapkan. Ada orang yang enggan mengatakan terima kasih padahal sudah dibantu oleh orang lainnya. Entah kenapa.

Kisah Nyata: Kaki Sendiri Diseterika

Tampak koreng berukuran kurang lebih 3x7 cm di punggung kaki kanan seorang bapak berumur 50 tahun. Sebuah luka koreng yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Tiga bulan yang lalu, lelaki setengah baya itu menyeterika kakinya sendiri dengan sengaja dan kesadaran penuh. Apa gerangan yang membuatnya nekat berbuat begitu?

PTSL Masih Bermasalah, Desa Sugihmukti Diduga Lakukan Pungli Pengurusan Sertifikat

Seperti pantauan penulis di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, program sertifikat murah ini dimanfaatkan oleh oknum aparat desa dengan cara memungut administrasi diluar ketentuan.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Indonesia dan Thailand Kembangkan Kerjasama Wakaf Produktif

Thailand sudah memiliki miniatur 'Kota Wakaf' yaitu pembangunan di atas tanah wakaf sebesar 500 hektare mencakupi pembangunan rumah sakit, town house, Islamic center, masjid agung, stadion, kampus Fatoni University, Asean Mall serta fasilitas pendukung lainnya

Senangnya Menang Lomba Menulis PWI, Walau Hanya Pemenang Harapan

Ada nomor tak dikenal masuk ke nomor WA saya. Bunyinya mengagetkan, karena hanya berisi link berita dan permintaan alamat dan nomor rekening. Ternyata, setelah di telusur, tercatat menjadi pemenang di lomba menulis PWI 2019! Senangnya, walau hanya pemenang harapan.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

TERPOPULER