Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

SLEMAN, WARGASERUJI – Penemu reaktor cacing, Puji Heru Sulistiyono, mengemukakan bahwa alat yang ia ciptakan dapat menjadi solusi untuk atasi sampah, khususnya sampah di lingkungan rumah. Hal itu ia sampaikan pada acara buka bersama dan diskusi yang diselenggarakan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, di aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman, pada hari Senin (20/5).

Reaktor cacing memanfaatkan ruang vertikal, serta menggunakan sistem FIFO (First In First Out). Bahan makanan cacing dimasukkan dari atas, sedangkan panen cacing dan tanah kascing dari bawah. Sistem ini memiliki kelebihan berupa dapat ditempatkan di lahan yang sempit, serta struktur reaktor yang bersifat semi permanen (tanpa ada bagian-bagian yang bergerak dan dipindahkan).

Reaktor cacing bisa dibuat dengan bambu, bisa pula dengan ban bekas. Cara merakitnya pun tidak sulit, sehingga memudahkan orang membuatnya sendiri.

Reaktor cacing hanya membutuhkan dua langkah dalam mengoperasikannya, yakni memadatkan dari atas dan menyiram dengan air agar lembab. Memanen cacing dan tanah kascing juga cukup mudah, tinggal ambil di bawah reaktor.

Reaktor cacing tidak hanya untuk ternak cacing, namun juga bisa untuk pengolahan sampah.

“Semua sampah bisa dimasukkan dalam reaktor tanpa harus dicacah tanpa harus dibelah. Ada kandungan plastik tidak masalah,” ungkapnya.

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Kelebihan reaktor cacing, tidak berbau seperti pada umumnya sampah. Bahkan, sejenis cacing mengeluarkan bau harum melati, sehingga disebut cacing melati. Berbeda dengan sampah yang diolah dengan bakteri, bisanya mengeluarkan bau busuk fermentasi.

Reaktor cacing sangat sesuai ditempatkan di ruang-ruang hijau terbuka. Semua sisa tumbuhan bisa dimasukkan dalam reaktor cacing, sehingga tidak ada sampah tanaman yang terbuang percuma, dan tidak perlu dikeluarkan dari lingkungan tersebut.

Karena reaktor cacing menggunakan sistem terbuka, maka memberi kesempatan pada hewan pengurai lain masuk. Di satu sisi, memberi keuntungkan karena mempercepat penguraian sampah. Di sisi yang lain, masih belum ditemukan cara mengendalikan larva-larva yang menyebar di sekitar reaktor yang seringkali tidak diinginkan manusia.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Menonton Film Wide Awake, Kim Myung Min

Film Wide Awake adalah film asal Korea yang rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Kim Myung Min. Film ini bercerita tentang seorang bocah...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close