Kotawaringin Barat – Sejumlah kaum hawa di Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah diresahkan oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. Mereka mengaku mendapatkan pelecehan sexual yakni diremas payudaranya ketika pulang kerja di malam hari.
Kabar peremasan payudara ini pun begitu cepat menyebar di berbagai media sosial terutama facebook. Seperti postingan yang diunggah oleh nitizen @Jelita Sari pada 17 Oktober 2018 pukul 12.10 WIB, ia menulis pelecehan yang dialami oleh teman perempuannya.
“P.bun udah mulai gak aman ni,jdi hrus lebih hati2n waspada lgi,apa lgi pas keluar mlam,klo bsa jgan pilih jalan sepi atau jaln yg gak ada lampu penerangan y soal y d lokasi itu lah para2 pelaku bereaksi,td mlam dpat chat”an dri teman kta y pas pulang kerja mlam lewat gg.rambutan pas pula emang rumah kost an d daerah situ,dia di pepet 2buah motor trus d leceh kan dech(pokok y jijik dech cerita y)dan parah y teman y juga kena d leceh kan tpi beda lokasi, sblum” y juga ada korba juga lokasi yg sma tpi pagi hari,jdi klo ada yg kenal pihak berwajib tolong lah d tindak lanjut lgi masalah ini,karna udah sering terjadi dan korban y kaum perempuan yg terbedaya ini….jangan sampai lgi ada korba” selanjut,dan buat teman2 perempuan klo jlan malm atau pulang kerja klo bsa hrus ada teman,supaya mencegah hal yg gak d ingin kan lgi…,” tulisnya.

Berbagai komentar pun dilontarkan oleh para nitizen lainnya. Dan ternyata kasus yang sama juga banyak dialami oleh para gadis yang pulang aktivitas di malam hari yang dilakukan oleh pria misterius. Akun @Rahayu menuturkan jika dirinya juga pernah mendapatkan perlakuan yang sama. Bahkan ia rela pindah tempat kos yang semula berada di jalan Rambutan.
“Iya saya juga pernah pas pulang kerja,pas kosangannya juga pas jln rambutan,makanya langsung pindah kosan,hati” kalau pulang mlm lewat daerah situ,” tulis @Rahayu.

Berbeda dengan komentar akun @Reyhan Tika, ia menyarankan agar para korban pelecehan melapor kepada pihak Kepolisian.
“Dilaporkan ja say kepolres gtu biar nanti jln yg dimaksud dipatroli..,” tulisnya.
Sampai berita ini diturunkan belum ada informasi laporan dari para korban kepada pihak Kepolisian.
