SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

Lari dari Kejaran, Dua Pencuri Helm Terjungkal di Parit

Lari dari Kejaran, Dua Pencuri Helm Terjungkal di Parit

Kotawaringin Barat – Ada yang menarik perhatian warga di Area Kemah Besar Pramuka (KBP) di Desa Sungai Melawen Kecamatan Pangkalan Lada Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah,Senin (13/8) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Dua pemuda asal desa tetangga dipergoki mencuri helm dan akhirnya tersungkur di Parit lantaran menghindar dari kejaran puluhan Pemuda Karang Taruna desa setempat.

Peristiwa terjadi ketika pemuda berinisial (A) yang statusnya masih pelajar kelas 10 sedangkan inisial (I) belum diketahui pekerjaannya datang di lokasi perkemahan. Mereka duduk di area parkir kemah yang diatur oleh pemuda karang taruna desa setempat. Kemudian satu diantara mereka keluar area parkir dan menjauh dari lokasi. Tidak lama kemudian temannya yang masih di area parkir menyusul keluar sembari membawa satu helm yang ada di parkiran. Saat ditanya penjaga parkir, pelaku justru tidak memberi jawaban dan malah kabur. Akhirnya dua pelaku ini diteriaki maling dan dikejar banyak orang.

Melalui telepon sellulernya, Ketua Karang Taruna Desa Sungai Melawen, Syamsudin membenarkan adanya kejadian tersebut dan ia mengaku juga ikut mengejar.

”Kita juga ikut mengejar, saya pikir awalnya ada yang berkelahi. Saya lari tapi ada teman yang mengejar membawa motor saya ikut bersama pemuda lainnya. Pelaku sendiri jaraknya sudah cukup jauh,” jelas Syamsudin.

Rupanya dua pelaku ini bernasib sial, niatnya kabur gagal karena gugup, motor yang dikendarai mengalami kecelakaan dan satu pelaku masuk parit, sekitar 600 meter dari lokasi pencurian. Dari kecelakaan tersebut, satu pelaku mengalami luka-luka dan memar. Setelah ditangkap kedua pelaku segera diserahkan kepada aparat kepolisian dari Polsek Pangkalan Lada yang berpatroli disekitar kegiatan kemah.

Para pemuda Desa Sungai Melawen, berharap dua pelaku bisa diberikan pelajaran karena jika saja tidak tertangkap maka Karang Taruna pasti tercoreng namanya, karena nanti akan dianggap lalai dari tanggungjawab.

Kapolsek Pangkalan Lada Iptu Waris Waluyo, saat dikonfirmasi perihal ini membenarkan dan ia mengatakan kedua remaja itu sudah diamankan. Meski demikian, lantaran barang yang diambil juga berhasil diselamatkan dan juga nilainya tidak terlalu mahal, maka diselesaikan dengam cara kekeluargaan.

“Pihak korban bersedia menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan. Namun terhadap kedua remaja tersebut tetap kita lakukan pembinaan dan memberikan shock therapi agar tidak lagi mengulangi perbuatannya,” terang Iptu Waris.

Menurut Kapolsek, tempat parkir menjadi penting dalam setiap kegiatan, biarlah keluar dana Rp 2 ribu tetapi ada yang mengamankan dan menjaga. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan tempat parkir yang telah disediakan panitia agar terhindar dari aksi kejahatan.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER