Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Dapat Bantuan Berjuta-juta, PSK : Senang, Tapi Malu

Kotawaringin Barat – Deklarasi Pemulangan 61 pekerja sex komersial (PSK) ke Pulau Jawa, Selasa (15/5) di Pelabuhan Panglima Utar Kumai menyisakan kesedihan tersendiri bagi LE (28) perempuan asal Jawa.   Pasalnya, ketika berangkat ke Pulau Kalimantan ia berpamitan kepada keluarganya hendak bekerja di rumah makan.

Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Nurhidayah dalam pidatonya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas terlaksanya penutupan tersebut. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para tuna susila atas sikap kooperatifnya.

“Terima Kasih kepada Bapak Menteri dan semuanya yang telah membantu suksesnya deklarasi ini. Pemerintah pusat dan Pemda Kobar tetap akan memperhatikan dan akan memberikan bantuan,” ucap Nurhidayah di depan Menteri Sosial Idrus Marham.

Nurhidayah menjelaskan jika para PSK nantinya akan mendapatkan bantuan dari pemerintahan pusat sebesar 5.500 ribu per orang. Sedangkan Pemda Kobar juga akan memberikan bantuan, dan masih ditambah bantuan dari pengusaha H. Abdul Rasyid masing-masing 2.500 ribu rupiah. Namun, pesan Nurhidayah, jangan sampai kembali ke Kobar lagi dalam profesi yang sama.

“Tolong saling mendukung dan saling mentaati aturan. Perdanya sudah ada, jadi kalau terbukti mengulangi lagi ya pasti ada sanksinya,” tegas Bupati.

Sementara itu, LE saat ditanya tanggapannya mengenai bantuan yang jumlahnya cukup besar tersebut awalnya diam. Namun pada akhirnya ia angkat bicara jika bantuan dari pemerintah itu sangatlah berarti bagi dirinya.

“Seneng sih, tapi malu ketemu keluarga. Karena dulu saya pamitnya kerja di rumah makan,” ucapnya.

LE juga mengatakan, sudah dua kali lebaran ia pulang ke Jawa. Namun saat itu ia bersama teman-temannya dan tidak diantar oleh petugas dinas sosial.

“Mudah-mudahan petugasnya tidak sampai ke rumah saya. Saya takut dan malu, keluarga dan tetangga pasti berdatangan,” ujarnya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Suhud Mas'ud
Dewan Pengawas Executiv YATARIS GP Ansor Kotawaringin Barat Pengurus FKUB Pemerhati Budaya Daerah

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...