Semarakkan Ramadhan, Komunitas Mata Kita Buka Puasa di Panti Asuhan

Semarakkan Ramadhan, Komunitas Mata Kita Buka Puasa di Panti Asuhan

DENPASAR, WARGASERUJI – Di Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah, Komunitas Mata Kita Regional Bali mengadakan kegiatan buka bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Tunas Bangsa di Jalan Gunung Seraya No 25 Denpasar, Bali. Acara ini diselenggrakan pada hari Jumat (10/5/2019) dari pukul 17.00 wita sampai dengan selesai.

Komunitas Mata Kita mengajak buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Tunas Bangsa yang berjumlah 50 anak. Tercatat rata-rata usia anak-anak yan tinggal di Panti Asuhan tunas Bangsa mulai dari bayi hingga telah duduk di bangku perkuliahan.

Kebanyakan anak-anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa sudah tidak memiliki orang tua. Anak-anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa dibedakan berdasarkan gender. Ada Gedung khusus laki-laki dan ada yang khusus perempuan. Di Panti Asuhan ini juga terdapat Musholla yang bisa dipergunakan untuk ibadah shalat lima waktu warga sekitar.

Sebelum acara dimulai, dilakukan pembacaan ayat suci Al Quran dan sari tilawah oleh Ananda Tasya. Selama pembacaan tilawah, adik-adik penghuni panti Asuhan Tunas Bangsa dengan rapi duduk lesehan menyimak lantunan suci kalam ilahi.

Sebelum berbuka puasa, ketua Dewan Pembina Yayasan Tunas Bangsa Ustadz Drs H. Muhsan Effendi memberikan kata sambutan pembuka ditemani Ustadz Wahid selaku pendamping anak-anak panti asuhan. Ustadz Drs H Muhsan Effendi mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian anggota Komunitas Mata Kita terhadap adik-adik di Panti Asuhan Tunas Bangsa.

Ustadz Muhsan Effendi juga menceritakan sejarah awal berdirinya panti tersebut. Beliau juga mengatakn bahwa setiap saat ada saja anak-anak yang dititipkan di Panti Asuhan. Semua dirawat dengan penuh kasih sayang dan dididik dalam akidah dan disekolahkan hingga perguruan tinggi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada adik-adik dari Komunitas Mata Kita, Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Semua anak-anak di Panti Asuhan ini kami rawat dan jaga sebaik-baiknya. Semua adalah titipan Allah swt yang diamanahkan disini,” ujarnya.

“Beberapa bulan lalu ada bayi yang dititipkan oleh seorang ibu disini dan hingga saat ini bayi tersebut sehat dan tumbuh,” jelasnya.

Menunggu detik-detik berbuka puasa Ustadz Wahid memimpin doa yang dipanjatkan bersama-sama dengan seluruh penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa.

Menambah keceriaan suasana, relawan Komunitas Mata Kita telah menyiapkan bingkisan alat tulis yang dibungkus dengan kerta warna-warni. Seluruh anak-anak di Panti Asuhan begitu gembira dan berbaris rapi mengambil bingkisan sembari mencium tangan kakak-kakak relawan. Komunitas Mata Kita juga memberikan paket sembako lengkap untuk disalurkan di Panti Asuhan Tunas Bangsa secara simbolis.

Komunitas Mata Kita merupakan Komunitas yang terbentuk dari forum pecinta acara Televisi Mata Najwa disalah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Ditemui di lokasi acara, Koordinator Kegiatan Buka Puasa Bersama anak-anak Panti Asuhan, Ferdy  Anggara mengatakn kegiatan buka puasa bersama merupakan program tahunan saat Bulan Suci Ramadhan.

“Kegiatan ini acara tahunan Komunitas Mata Kita Regional Bali setiap Ramadhan. Semoga bermanfaat dan membawa berkah untuk kita semua. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para dermawan yang tidak bisa kami ucapkan satu persatu. Kami berhadap kegiatan yang kami lakukan bisa menginspirasi banyak anak muda di Indonesia,” tutur mahasiswa angkatan akhir Kampus STIKOM Bali ini. HAD

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

PR, Hak atau Kewajiban?

PR, istilah yang sangat familier di telinga anak sekolah. Familiernya sebagai beban, seperti "kewajiban". Sering pula ada hukuman bila tidak mengerjakan, atau hal lain...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Jejak Panglima Utar Kumai Mengusir Belanda

Kotawaringin Barat - Sang Proklamator Presiden RI pertama Ir. Suekarno mengatakan jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (Jasmerah). Kalimat tersebut menjadi semboyan yang diucapkan oleh para...

Surat Tuhan Kepada Manusia Modern: Pulsar

WARGASERUJI - Al Quran adalah "surat-surat" Tuhan kepada manusia. Diturunkan empat belas abad yang lalu melalui utusan-Nya. Utuh hingga saat ini. Salah satu "surat"...
close