Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Semarakkan Ramadhan, Komunitas Mata Kita Buka Puasa di Panti Asuhan

DENPASAR, WARGASERUJI – Di Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriyah, Komunitas Mata Kita Regional Bali mengadakan kegiatan buka bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Tunas Bangsa di Jalan Gunung Seraya No 25 Denpasar, Bali. Acara ini diselenggrakan pada hari Jumat (10/5/2019) dari pukul 17.00 wita sampai dengan selesai.

Komunitas Mata Kita mengajak buka puasa bersama dengan anak-anak Panti Asuhan Tunas Bangsa yang berjumlah 50 anak. Tercatat rata-rata usia anak-anak yan tinggal di Panti Asuhan tunas Bangsa mulai dari bayi hingga telah duduk di bangku perkuliahan.

Kebanyakan anak-anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa sudah tidak memiliki orang tua. Anak-anak di Panti Asuhan Tunas Bangsa dibedakan berdasarkan gender. Ada Gedung khusus laki-laki dan ada yang khusus perempuan. Di Panti Asuhan ini juga terdapat Musholla yang bisa dipergunakan untuk ibadah shalat lima waktu warga sekitar.

Sebelum acara dimulai, dilakukan pembacaan ayat suci Al Quran dan sari tilawah oleh Ananda Tasya. Selama pembacaan tilawah, adik-adik penghuni panti Asuhan Tunas Bangsa dengan rapi duduk lesehan menyimak lantunan suci kalam ilahi.

Sebelum berbuka puasa, ketua Dewan Pembina Yayasan Tunas Bangsa Ustadz Drs H. Muhsan Effendi memberikan kata sambutan pembuka ditemani Ustadz Wahid selaku pendamping anak-anak panti asuhan. Ustadz Drs H Muhsan Effendi mengucapkan banyak terimakasih atas kepedulian anggota Komunitas Mata Kita terhadap adik-adik di Panti Asuhan Tunas Bangsa.

Ustadz Muhsan Effendi juga menceritakan sejarah awal berdirinya panti tersebut. Beliau juga mengatakn bahwa setiap saat ada saja anak-anak yang dititipkan di Panti Asuhan. Semua dirawat dengan penuh kasih sayang dan dididik dalam akidah dan disekolahkan hingga perguruan tinggi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada adik-adik dari Komunitas Mata Kita, Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua. Semua anak-anak di Panti Asuhan ini kami rawat dan jaga sebaik-baiknya. Semua adalah titipan Allah swt yang diamanahkan disini,” ujarnya.

“Beberapa bulan lalu ada bayi yang dititipkan oleh seorang ibu disini dan hingga saat ini bayi tersebut sehat dan tumbuh,” jelasnya.

Menunggu detik-detik berbuka puasa Ustadz Wahid memimpin doa yang dipanjatkan bersama-sama dengan seluruh penghuni Panti Asuhan Tunas Bangsa.

Menambah keceriaan suasana, relawan Komunitas Mata Kita telah menyiapkan bingkisan alat tulis yang dibungkus dengan kerta warna-warni. Seluruh anak-anak di Panti Asuhan begitu gembira dan berbaris rapi mengambil bingkisan sembari mencium tangan kakak-kakak relawan. Komunitas Mata Kita juga memberikan paket sembako lengkap untuk disalurkan di Panti Asuhan Tunas Bangsa secara simbolis.

Komunitas Mata Kita merupakan Komunitas yang terbentuk dari forum pecinta acara Televisi Mata Najwa disalah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Ditemui di lokasi acara, Koordinator Kegiatan Buka Puasa Bersama anak-anak Panti Asuhan, Ferdy  Anggara mengatakn kegiatan buka puasa bersama merupakan program tahunan saat Bulan Suci Ramadhan.

“Kegiatan ini acara tahunan Komunitas Mata Kita Regional Bali setiap Ramadhan. Semoga bermanfaat dan membawa berkah untuk kita semua. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para dermawan yang tidak bisa kami ucapkan satu persatu. Kami berhadap kegiatan yang kami lakukan bisa menginspirasi banyak anak muda di Indonesia,” tutur mahasiswa angkatan akhir Kampus STIKOM Bali ini. HAD

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
HERDIAN ARMANDHANI
BLOGGER, JOURNALIST, TRAVELLER

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.