Adil makmur merupakan kondisi yang menjadi idaman setiap insan. Bung Hatta sangat peduli pada kemakmuran rakyat Indonesia, bahkan beliau menganggap tidak ada gunanya Indonesia merdeka bila negara tidak sanggup memakmurkan rakyatnya.
Amanah agar negara memakmurkan rakyatnya bukan hanya keinginan Bung Hatta, namun sudah menjadi keinginan bersama para pendiri bangsa. Hal itu terlihat dari Sila kelima pancasila yang berbunyi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Adil merupakan komponen yang sangat penting bagi keberlangusngan hidup bernegara, Fahri Hamzah menyatakan bahwa hukum yang tidak tegak adalah biang kerok sengketa sosial. Islam mengajarkan pada umatnya apalagi pemimpin untuk senantiasa berbuat adil.
Mewujudkan masyarakat adil makmur bukanlah pekerjaan mudah, terbukti setelah 73 tahun Indonesia merdeka belum ada satu pun pakar sosial yang menilai bahwa rakyat Indonesia sudah pada kondisi adil makmur.
Kepemimpinan Indonesia sudah silih berganti, sejarah mencatat bahwa tongkat estafet kepemimpinan pernah dipegang oleh pemimpin yang berbeda-beda karakter, namun sampai sekarang kondisi adil makmur belum juga tercapai, kenapa?
Saya bukan pakar yang mampu menganalisa kenapa ini bisa terjadi. Namun saya masih punya harapan ada pemimpin yang berani bermimpi mampu mewujudkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyatanya.
Pemimpin harus punya visi besar, bahkan visi yang nampak mustahil untuk bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini. Meski nampak mustahil tapi pemimpin yang bervisi besar tahu peta jalan menuju perwujudan mimpinya.
 Mewujudkan Indonesia merdeka terlepas dari penjajahan negara asing merupakan mimpi yang nampak mustahil pada saat tahun 1908, bahkan nama Indonesia pada saat itu belum ada, namun para pejuang kemerdekaan yang bervisi besar berani memancangkan mercusuar bertuliskan merdeka.
Dan rakyat pada saat itu dipandu untuk terus berjalan menuju mercusuar itu. Meski mereka tidak tahu kapan akan sampai, namun para pemimpinnya tahu peta jalan sehingga tahun 1928 bisa terlahir sumpah pemuda dan tahun 1945 kemrdekaan diraih. Rentang waktu yang sangat lama dari tahun mercusuar dipancangkan (36 tahun).
Saat ini Indonesia belum bisa mewujudkan mimpi bung Hatta untuk mewujudkan kemakmuran rakyat sehingga kemerdekaan ini punya nilai manfaat, maka harus ada pemimpin yang berani untuk memancangkan mercusuar bertuliskan adil makmur.
Mercusuar yang bisa dilihat seluruh rakyat Indonesia dan membuat rakyat tertarik untuk berjalan menuju ke arahnya. Namun rakyat butuh diarahkan oleh pemimpin yang tahu peta jalan menuju mercusuar tersebut.
Entah kapan kita akan sampai kesana tidak usah terlalu dirisaukan, yang penting rakyat ada harapan suatu saat pasti sampai pada tujuan bukan malah tersesat menuju mercusuar yang bertuliskan pecah belah bangsa dan negara gagal. Semoga kedua kandidat capres yang sekarang sedang berlaga siapapun pemenangnya tahu peta jalan menuju kesana.
