Aku sebagai rakyat jelata yang tak terjun di dunia politik praktis heran liat cara pemerintah menghadapi kebebasan berekspresi rakyatnya, terkesan spaneng banget gitu loh alias tegang, gak sante. Contohnya dalam menghadapi deklarasi #2019GantiPresiden di Riau Pekanbaru, sampai BIN pun ikut menampakkan diri, bukannya harusnya BIN itu kerjanya rahasia ya? Apa mungkin karena KABINDA ngefans sama mbak Neno Warisman yang dulu sempat main sinetron di TVRI yang booming banget “Sayekti dan Hanafi? maka dia pengen turun tangan sendiri ngadepi mbak Neno, agar bisa selfie…kaliiik.
Kenapa sih pemerintah tidak membiarkan rakyatnya berpesta dalam menghadapi perhelatan rutin 5 tahunan ini, bukannya pemerintah harusnya seneng ya kalo melihat rakyatnya bahagia? Kenapa sih pemerintah tidak menempatkan diri sebagai ‘pengelola gedung” yang membiarkan siapa saja berpesta di gedung tersebut asal tidak melanggar aturan yang ditetapkan, iya nggak sih,,,
Jaman orde baru dulu yang pemilunya dianggap tidak demokratis aja rakyatnya diajak nyanyi bila menjelang pemilu. Radio dan TV mengumandangkan mars Pemilu secara massif, darai anak-anak samapai orang tua hafal dengan lagu tersebut. Ada yang ingat nggak lagunya? Nih kalo lupa aku ingetin
Pemilihan umum telah memanggil kita
S’luruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka.
Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang-Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum.
Sekarang juga ada mars pemilu versi reformasi tapi kumandangnya tidak semassif jaman orde baru sehingga banyak rakyat yang tidak kenal lagu tersebut.
Saya sebagai rakyat jelata tidak merasa terganggu tuh sama deklarasi gituan, mo deklarasi #2019GantiPresiden maupun deklarasi #Jokowi2Periode monggo saja. Bagus-bagus aja ruang publik terkadang diisi kegiatan politik praktis, jangan hanya diisi kegiatan hiburan melulu, ndangdutan teruss, bosen ah (meskipun aku penggemar lagu-lagu Bang Haji Rhoma)
Lagian kenapa ya, ada yang mengaku rakyat tapi kok melarang dan menghalangi deklarasi kelompok yang berseberangan dengan pilihan politiknya, apa dikira negara ini punya mereka aja kali ya? Mbok sante wae,,,
Btw saya liat kubu pak Jokowi lebih maju selangkah dibandingkan dengan kubu pak Prabowo, kubu pak jokowi sudah deklarasi relawan kubunya pak Prabowo masih deklarasi tagar (yang booming di media massa maksudnya, bisa jadi mereka juga sudah bikin relawan pak Prabowo tapi tidak banyak disorot media)
Kata mas Ferry koto di akun twitternya deklarasi relawan capres itu boleh meskipun belum memasuki masa kampanye asal jangan diruang publik. Andai deklarasi #2019GantiPresiden dikelola menjadi deklarasi relawan pak Prabowo kayaknya akan lebih efektif untuk langkah selanjutnya pada saat masa kampanye.
Dalam bayangan saya yang belum pernah ikut relawan-relawanan capres, didalam deklarasi relawan akan didata personal-personalnya, alamatnya, kontribusi apa yang bisa diberikan, program kerja apa yang bisa disusun dll yang langsung mengarah ke strategi pemenangan pemilu sehingga pas masuk masa kampanye langsung bisa action deh.
Tapi mbohlah, wong aku hanya rakyat jelata yang awam dengan strategi politik, mending nyanyi ajalah biar rileks, kayaknya lagu ini sesuai juga dengan kondisi masyarakat saat ini. lagu kesaksian milik Kantata Takwa ini dulu sering menemaniku belajar waktu masih kuliah, nostalgia ah….
Kesaksian
Aku mendengar suara
Jerit makhluk terluka
Luka, luka
Hidupnya
Luka
Orang memanah rembulan
Burung sirna sarangnya
Sirna, sirna
Hidup redup
Alam semesta
Luka
Banyak orang
Hilang nafkahnya
Aku bernyanyi
Menjadi saksi
Banyak orang
Dirampas haknya
Aku bernyanyi
Menjadi saksi
Mereka
Dihinakan
Tanpa daya
Ya tanpa daya
Terbiasa hidup
Sangsi
Orang-orang
Harus dibangunkan
Aku bernyanyi
Menjadi saksi
Kenyataan
Harus dikabarkan
Aku bernyanyi
Menjadi saksi
Lagu ini
Jeritan jiwa
Hidup bersama
Harus dijaga
Lagu ini
Harapan sukma
Hidup yang layak
Harus dibela

Hrs d tolak demi ke utuhan NKRI , jual agama ,jual ayat isinya fitnah , hoax ,dan ngadu domba