SCROLL KE ATAS UNTUK MEMBACA

Oh… Ternyata Angka Kemiskinan Turun Bukan Karena Penghasilan Penduduk Yang Meningkat, Tapi…

Oh… Ternyata Angka Kemiskinan Turun Bukan Karena Penghasilan Penduduk Yang Meningkat, Tapi…

Ternyata angka kemiskinan turun bukan karena penghasilan penduduk yang meningkat, tapi karena bantuan beras miskin (raskin) dari pemerintah. Ternyata sangat mudah cara pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, cukup dengan memberikan mereka bantuan sosial langsung. Karena oleh BPS, bantuan langsung tersebut akan diasumsikan sebagai pendapatan untuk mencukupi kebutuhan dasar.

Wah kalau menurunkan angka kemiskinan dengan cara seperti ini maka anak SD pun bisa kalik…

Hal itu saya ketahui dari tulisan salah satu warga seruji di portal ini, berikut beberapa kutipan tulisannya yang mengacu pada keterangan kepala BPS Suhariyanto.

“Faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan angka kemiskinan kali ini adalah pencairan bantuan sosial. Realisasi distribusi bantuan sosial program beras sejahtera (rastra) 2018 pada Januari sebesar 99,65 persen, Februari 99,66 persen, dan Maret 99,62 persen. Jauh lebih bagus dibanding pada triwulan pertama 2017.”

Lalu, Bagaimana BPS menghitung angka kemiskinan?

“Kami mengacu pada petunjuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menggunakan metode basic needs approach atau konsep kebutuhan dasar. Intinya, kami mendatangi 300 ribu rumah tangga dan menanyakan pengeluaran, dari beras, minyak, rokok, obat, listrik, hingga sewa rumah. Idealnya adalah menanyakan pendapatan. Tapi, di negara mana pun, susah memperoleh data pendapatan karena orang cenderung segan. Dengan asumsi pengeluaran sama dengan pendapatan, dari situ kami mendapatkan angka pendapatan. Lalu kami pilah- pilah komoditasnya menjadi makanan dan nonmakanan untuk mendapatkan garis kemiskinan. Saat ini, garis kemiskinan sekitar Rp 401 ribu per kapita per bulan. Gampangnya: pengeluaran Rp 400 ribu ke bawah miskin, di atas Rp 402 ribu tidak miskin.” kata Suhariyanto

Kesimpulannya angka kemiskinan menurun yang dirilis BPS beberapa waktu yang lalu bukan karena semakin banyak masyarakat yang mampu mencukupi kebutuhan dasar hidupnya dengan penghasilan murni dari keluarga, tetapi karena ada bantuan sosial dari pemerintah.

Hal ini menurut saya memprihatinkan, sudah ada bantuan sosial pemerintah saja masih ada 29,95 juta orang yang termasuk kategori miskin alias penghasilan dibawah 13 ribu perhari. Andai bantuan beras bagi keluarga miskin tersebut diabaikan pasti jauh lebih banyak yang akan tercatat sebagai penduduk miskin.

Mungkin ada baiknya kedepan BPS merilis angka kemiskinan dengan mengabaikan bantuan beras dari pemerintah, agar angka kemiskinan yang sesungguhnya bisa diketahui. Bukan malah merilis angka kemiskinan “nisbi” seperti ini.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

Artikel Lain

TERPOPULER