Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Ustadz Yun Setuju Negara Bukan-bukan Ala Gus Dur

WARGASERUJI – Ustadz Yunahar Ilyas atau sering dipanggil Ustadz Yun, pernah cerita tentang Gus Dur. Gus Dur pernah ditanya, apakah Indonesia negara Islam? Jawab Gus Dur, bukan. Ditanya lagi apakah Indonesia negara sekuler? Jawab Gus Dur, bukan. Terus ditanya berarti Indonesia negara apa? Jawa Gus Dur, Negara Bukan-bukan. Untuk jawaban terakhir ini, Ustadz Yun setuju bahwa Indonesia ini adalah Negara Bukan-bukan.

Ustadz Yun menceritakannya dalam suasana berkelakar dalam sebuah kajian tentang sekulerisme dan liberalisme. Dalam kajian tersebut beberapa negara sekuler dan negara agama dijadikan contoh. Sedangkan Indonesia tidak termasuk dalam keduanya.

Indonesia adalah negara Pancasila. Demikian konstitusinya. Walau dalam sila pertama ada kata-kata Ketuhanan Yang Maha Esa, tak membuatnya menjadi negara agama.

Bahkan Ustadz Yun menceritakan kalau Bung Karno pernah menyatakan Pancasila diterima apa adanya tanpa perlu ditafsirkan. Sebab, jika Ketuhanan Yang Maha Esa ditafsirkan sesuai pemahaman umat Islam, tentu tidak akan sesuai dengan pemahaman warga Kristiani. Demikian pula sebaliknya.

Demikian uniknya Indonesia, sehingga beberapa peristiwa membuat heran orang luar negeri. Termasuk seorang syeikh dari timur tengah yang bertamu di Indonesia.

Dalam bayangan kebanyakan orang-orang Timur Tengah, Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia, sehingga dianggap negara Islam. Ketika syeikh berada di bandara di Indonesia, terkejutlah ia karena seperti berada di Eropa yang bebas pakaiannya.

Yang lebih mengherankan bagi syeikh ini, ada seorang wanita berpakaian rok mini menuju ke musholla. Ia heran, untuk apa wanita tersebut ke musholla. Lebih terheran-heran lagi ketika ia tahu si wanita kemudian masuk ke musholla, memakai mukena, mendirikan shalat, dan terlihat khusyuk pula.

Kata Ustadz Yun, bagi orang luar memang mengherankan. Namun, bagi orang Indonesia, sudah biasa.

Banyak orang Indonesia terpapar paham sekuler yang masuk dalam sendi-sendi hidup keseharian. Urusan dengan Tuhan hanyalah saat shalat dan ibadah yang bersifat ritual. Sedangkan sisanya, tidak dianggap ibadah, tidak ada kaitan dengan surga dan neraka.

Sejatinya, seorang muslim harus menganggap segala yang dikerjakannya bisa bernilai pahala. Bekerja bisa mendatangkan pahala bila diniatkan mencari nafkah untuk keluarga.

Terlepas dari status negara bukan-bukan ala Gus Dur, seorang muslim tentu bisa menempatkan diri dengan benar sesuai ajaran Islam. Bukankah sudah dilindungi konstitusi?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...