close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Aplikasi Pembodohan = Degradasi Akhlak

BATAM – Seorang remaja laki-laki bernama Bowo Alpenliebe mendadak viral dan berhasil menyedot perhatian para remaja dan anak-anak, khususnya remaja wanita melalui aplikasi tik tok.

Aplikasi yang berasal dari China ini tak hanya berhasil membuat remaja berusia 13 tahun tersebut viral, namun juga memunculkan banyak penggemar, salah satunya adalah fenomena ‘Fans Fanatik’.

Berbagai bentuk kekaguman pada sosok remaja SMP ini terpampang jelas di berbagai isi status para remaja wanita di sosial media, mulai dari memuji ketampanan sang idola, hingga penyematan status tuhan padanya sampai kepada kerelaan para fans fanatik ini untuk melepas keperawanan dan bahkan menjual ginjal demi bertemu sang pujaan hati. Sungguh miris bukan?

Pakar Psikologi Sosial dan kesehatan masyarakat, Agus Poerwanto, S.Psi,M.Kes menjelaskan bahwa fenomena kekaguman kepada seorang idola itu adalah hal yang wajar, namun menjadi hal yang tidak wajar apabila disertai dengan obsesi.

“Menurut saya pribadi fenomena tiktok itu normal cuma jika terlalu berlebihan menjadi tidak sehat dan berpotensi merusak kesehatan mental. Sampai rela jual ginjal, rela hilang keperawanan, itu semua sudah diluar akal sehat,” ujarnya.

Menurutnya, dalam kaca mata agama, mengagumi kepada sesuatu yg tidak mendekatkan diri kepada Allah adalah sangat dilarang.

“Jangankan kagum kepada orang yg tidak memiliki value dalam agama, kagum terhadap tokoh agama saja jika berlebihan juga akan berpotensi mengkultuskan, dan ini jelas dilarang. Apalagi kagum terhadap orang yg hebat hanya dalam keduniawian,” paparnya.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya ini menjelaskan bahwa dalam kaca mata psikologi kagum dan mengidolakan itu adalah hal yang normal, akan tetapi fenomena tik tok khususnya bowo, itu sudah masuk ke dalam sebuah obsesi.

“Obsesi bisa melumpuhkan kita. Kadang-kadang ia mendorong kita berperilaku kompulsif seperti berkali-kali mengecek email atau media sosial. Kita kehilangan kendali dengan diri kita, perasaan kita, dan kemampuan kita untuk berpikir logis dan menyelesaikan masalah. Sehingga bagi orang normal mereka yg seperti contoh diatas jelas tidak sehat secara mental.”

Menanggapi hal tersebut, dosen yang dikenal sangat dekat dengan para mahasiswanya ini menghimbau agar para orang tua melakukan pengawasan dan bimbingan yang baik untuk anak-anaknya, karena menurutnya, semua fenomena tersebut kembali lagi kepada bagaimana orang tua menyikapi.

“Keluargalah yg menjadi kekuatan anak dan remaja untuk membentengi dari hal hal yg sangat tidak normatif baik dari sisi agama ataupun norma2 lainnya. Karakter anak tumbuh pertama kali lewat orang tua dan keluarga. Jika anak tidak mendapatkan, maka akan mencari sendiri sosok idola dan teladan di lingkungan bebas, yang termasuk di dalamnya sosial media,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk para orang tua agar tidak menyalahkan anak-anaknya jika terindikasi terjangkiti virus ‘fans fanatik’ ini, namun harus pandai mengoreksi diri.

“Saran saya jangan salahkan tindakan mereka tetapi mari bertanya apa yg sudah kita berikan untu anak anak dan remaja kita. Jika kita tidak bisa menanamkan karakter, maka orang lain yg akan menanamkannya,” imbuhnya. (HA)

  • 1
    Share
Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Hezty Azaleahttps://azaleahezty.wordpress.com/
Happy wife ❤, Psychology Teacher, -- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ --(Qs. MUHAMMAD 7)

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...