PLN Bawahan Pemerintah Atau Bukan Sih?

PLN Bawahan Pemerintah Atau Bukan Sih?

WARGASERUJI – BUMN sekarang banyak yang tampil di media. Sayangnya, lebih sering kabar tak baik. Ada suap di Angkasa Pura, masalah di Krakatau, urusan memotret di kabin Garuda, sekarang padam massal oleh PLN. Apakah kepanjangan PLN masih Perusahaan Listrik Negara? Apakah PLN bawahan pemerintah? Atau bukan?

Kalau memang PLN bukan lagi bawahan pemerintah, maka PLN tinggal diultimatum dan disuruh ganti rugi. Kalau berdasarkan pemberitaan, PLN sudah siap ganti rugi tapi mengikuti peraturan menteri. Loh?

Mungkin memang harus orang yang terlibat urusan negara, baru paham hubungan PLN dengan pemerintah. Atau PLN sebagai BUMN itu di bawah negara, bukan pemerintah? Wah, bagaimana ini, ada yang mau menjelaskan?

Siapa yang berhak mengangkat direktur PLN kalau begitu? Pastilah para pemegang saham kalau dilihat bentuk perusahaannya. Apa negara punya andil saham PLN? Kalau ya, apa pemerintah punya andil dalam angkat-mengangkat ini?

Kira-kira, kalau sudah terjadi seperti ini, apa direkturnya tetap dipertahankan? Bukannya langsung dipecat?

Dari pemberitaan saja, ternyata yang ditemui sekaligus dimarahi Presiden Jokowi adalah plt. dirut. Ke mana direktur utamanya? Apakah PLN itu bukan perusahaan otonom sehingga bisa diintervensi langsung oleh pemerintah?

Setelah kejadian ini, kalau memang kesalahan ada pada jajaran direksinya, maka kerugian masyarakat harus mereka tanggung. Namun, jika memang direksi-direksinya payah sejak awal diangkat, maka salahkan yang mengangkat.

Sampai hari ini, hanya PLN yang minta maaf. Tunggu saja, apakah nanti pemerintah juga minta maaf. Kalau tidak minta maaf, berarti memang pemerintah tak membawahi PLN sehingga bukant anggungjawab pemerintah.

Bahkan, yang minta maaf terkait layanan karena padamnya listrik adalah pihak PT KAI. Perusahaan perkeretaapian ini minta maaf karena KRL-nya mati, gara-gara pasokan listrik dari PLN nge-drop. Walau bukan salahnya, tetap minta maaf. Ksatria namanya.

Rakyat yang sudah dirugikan, tentu ingin hal semacam ini tidak terjadi lagi. Tinggal sekarang menunggu kejelasan, siapa sebenarnya yang paling bertanggungjawab. Barangkali, memang tidak sadar bahwa dirinya bertanggungjawab.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Kiat – Kiat Dalam Membaca Al Qur’an Agar Lebih Khusyu’

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an agar lebih khusyu': Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...
close