Follow SERUJI

96,291FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Jika Hanya Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli berhadapan di Pilpres, pilih siapa?

Bergantung partai, sebutan yang bagi beberapa pihak memuakkan. Bagaimana mungkin menyebut demokrasi bila di bawah dinasti partai-partai, sangat paradoksial.

Tahun 2014 yang lalu sepertinya ada harapan dengan sosok bukan dari partai, walau kompetensi sebagai presiden banyak diragukan. Namun harapan kandas karena kemudian muncul gelar ‘petugas partai’. Apakah di tahun 2019 muncul harapan lagi namun kemudian karam karena diterjang gelombang kekuasaan para partai?

Orang-orang “besar”, yang punya kemampuan membawa negeri agar lebih baik, sepertinya tersingkir oleh kepentingan segolongan. Kompetensi bukan jadi pertimbangan, karena “suara” rakyat dituhankan dan media yang jadi “setan”.

Percaya Diri Menantang Jokowi

Jenderal Gatot, setelah pensiun sebagai Panglima, belum ada sinyal akan ke partai tertentu. Secara kompetensi, tidak diragukan sebagai pemimpin di tingkat nasional. Terutama, bagaimana membawa Indonesia bertarung dalam geo politik dunia.

Kepemimpinan nasional yang pernah disandang jelas menempatkan sosok purnawirawan jenderal ini sebagai tokoh yang disegani di antara tokoh-tokoh nasional lainnya. Untuk kondisi yang carut marut akibat kepemimpinan yang lemah, Gatot adalah orang yang tepat.

Di lain pihak, Rizal Ramli, seorang intelektual ulung sekaligus birokrat yang berani dan tegas, memberi bukti dengan kinerja walau harus terbentur kepentingan golongan dan akhirnya tersingkir dari pemerintahan. Tanpa bergantung partai, ia bisa masuk sebagai profesional yang mampu mengatas persoalan-persoalan nasional yang pelik.

Kalau Gatot lebih ke unsur kepemimpinan nasional, maka Rizal Ramli punya solusi berdasar keilmuan yang dikuasai ditambah ketegasan dalam tindakan, yakni konsisten terhadap kepentingan rakyat. Tidak tanggung-tanggung, dari persoalan teknis semacam dwelling time, hingga akurasi dalam prediksi makro ekonomi pun dikuasai. Tak heran, jejak-jejak hasil prestasi kerjanya masih terekam di ingatan banyak orang.

Dua sosok tersebut jelas punya kompetensi dan diakui. Satu karena kepemimpinan, kedua karena kemampuan memberi solusi. Kalau boleh memilih, sebaiknya Gatot presiden, Rizal wakilnya.

Dua sosok yang masih belum jadi petugas partai, semoga tidak untuk seterusnya. Tunggu saja, jelang 2019 nanti. Bisa saja dua orang ini “dilamar” partai, namun kemungkinan tak akan kehilangan integritasnya.

 

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...