Ditama Revbang Menjuarai English Debate Competition HUT BPK ke-72

Ditama Revbang Menjuarai English Debate Competition HUT BPK ke-72

Ditama Revbang menjuarai English Debate Competition dalam rangka memperingati HUT ke-72 BPK, Senin (12/11). Diwakili oleh Chandra Puspita Kurniawati dan Ersan Febrian, Tim Ditama Revbang mampu mengungguli 11 tim lain dari eselon I di lingkungan BPK RI. Bertempat di Auditorium BPK, acara debat ini menarik antusiasme ratusan audiens para pendukung masing-masing tim.

Pada babak penyisihan, 12 Tim yang mendapatkan penetapan posisi pro ataupun kontra menjelang tampil mendebatkan enam topik yang telah diumumkan sebelumnya. Selama empat menit masing-masing Tim menyampaikan pandangan dan argumennya terkait topik yang telah ditentukan serta dua menit untuk menjawab pertanyaan dewan juri.

Kriteria penilaian antara lain organization and clarity, use of arguments, use of example and facts, dan kemampuan tim.

Mepetnya persiapan tak mengurangi kualitas materi yang dibawakan oleh Tim Revbang. Menurut Chandra, timnya melakukan brainstorming atas tema debat melalui riset dan menggali fakta-fakta dari sisi daily life.

Tim Revbang mampu meyakinkan dewan juri dan mendapatkan nilai tertinggi untuk tema debat, “the use of gadget should be limited during office hour” ini. Di babak ini Tim Revbang bersama Tim Sekjen, Tim AKN II dan AKN III mampu lolos ke babak semifinal.

Di babak semifinal, Tim Ditama Revbang mampu mengalahkan Tim AKN III. Selain tema ditentukan menjelang debat dengan lima menit persiapan, di babak ini terdapat adu pendapat (rebuttal) antar tim.

Berdasarkan penilaian dewan juri atas penampilan masing-masing tim, di babak semifinal ini Chandra dan Ersan memenangkan debat bertema “greening office policy has no effect on employee’s productivity”.

Dengan kriteria yang sama dengan fase sebelumnya, akhirnya di babak final Tim Revbang berhadapan dengan Tim AKN II. Tema “remote working policy will increase stakeholder’s satisfaction” menjadi bahan debat seru. Tiga orang dewan juri English Debate Competition ini cukup kredibel, yaitu Andrew Pope (Senior Advisor ANAO for BPK), Brythe Meyer (Principal Avisor GIZ for support to ASEANSAI), dan Agung Dodit Muliawan dari BPK.

Sedangkan moderator debat dibawakan oleh Andrew K Twohig. Tim Revbang mampu mengatasi Tim AKN II di babak penentuan ini, sehingga dinobatkan sebagai juara pertama. Bravo Revbang BPK.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengapa Quran Bukan Tulisan di Atas Kertas?

Andai Al Quran diturunkan dengan tulisan di atas kertas, pasti akan menakjubkan. Tapi, mengapa bukan? Kalau pun diturunkan dengan cara menakjubkan, apa kemudian orang-orang kafir itu beriman?

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.
close