Follow SERUJI

94,949FansSuka
396PengikutMengikuti
6,616PengikutMengikuti
729PelangganBerlangganan

Video Viral: Batal Masak Opor Ayam

WARGASERUJI – Kiriman video teman, bukan hoax karena anak kecil pasti jujur, sangat menginspirasi sekaligus lucu. Video anak yang menangis ketika seorang dewasa (mungkin ayahnya) akan menyembelih seekor ayam. Dalam video viral tersebut diawali tulisan yang jadi judul tulisan ini, “Batal Masak Opor Ayam”.

Anak kecil yang mungkin seumur tiga sampai lima tahun itu menangis sejadi-jadinya ketika ayam hendak dipotong. Sampai sampai ia bersujud berkali-kali memohon agar ayamnya tidak disembelih.

Tetap saja proses pemotongan akan dilakukan. Kepala dan kaki ayam sudah dipegang. Namun, anak kecil itu tidak kehilangan akal. Ia ambil pisaunya. Namun, sebelum sempat melarikan pisaunya, langsung coba direbut oleh orang yang akan menyembelih ayam.

Saat terjadi perebutan pisau, si anak kecil merasa tidak akan menang berebut. Ia kemudian merangkul ayam agar tidak jadi disembelih. Samar-samar terdengar suara perempuan (mungkin ibunya) yang merekam kejadian itu. Mungkin menyarankan agar membiarkan anak kecil itu merebut ayamnya.

Setelah ayam berhasil di tangan si anak kecil, ia bawa menjauh dan mengusirnya. Sepertinya ia tidak rela ayam disembelih.

Sepertinya video ini sengaja dibuat untuk merekam tingkah anak kecil itu. Banyak yang sudah melihat video tersebut berkomentar. Rata-rata merasa video itu lucu atau menggemaskan. Barangkali itulah mengapa ada orang yang memberi judul “Batal Masak Opor Ayam”. Walau kalau dilihat dari latar belakangnya tidak cocok kalau disebut opor ayam, karena sepertinya bukan di Indonesia.

Mengapa banyak orang merasa itu lucu?

Anak menangis itu normal. Jika ada sesuatu yang menurutnya tidak sesuai dengan hatinya, secara naluri akan menangis. Lucu karena tingkahnya yang ngotot membela kata hatinya, padahal berlawanan dengan kebiasaan manusia yang mengkonsumsi daging ayam.

Sekaligus menginspirasi. Membela ayam tidak datang dari akal pikiran semata. Ia datang dari fitrah manusia, bagian dari penciptaan sifat kasih sayang. Itulah mengapa terasa lucu karena di luar logika umum.

Itulah juga bisa menjadi pelajaran, bahwa fitrah yang baik seperti kasih sayang bisa hilang dengan berjalannya waktu, tenggelam dalam kebiasaan-kebiasaan yang melenakan. Tak semua yang dipikirkan oleh akal menjadi baik akibatnya.

Bagaimana agar manusia tidak terlena? Hanya menggunakan akal saja? Mustahil. Oleh karena itu manusia membutuhkan petunjuk dari Tuhan berupa peringatan-peringatan dari para rasul-Nya, untuk kembali kepada fitrah manusia sesesungguhnya. Selamat berhari raya fitri.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Lawan Negara, Kapitalis Apa Mau Kehilangan?

Sifat kapitalis itu berkuasa dengan modal. Oleh karena itu selalu dicari cara agar modal bertambah. Kata halusnya, "value" harus selalu naik. Sehingga, kapitalis tak mau kehilangan apapun, tanpa ganti yang sepadan atau lebih tinggi. Termasuk, ketika "melawan" negara.

Poligami Itu Berat, Kami Saja

adi, dua syarat agar bisa adil itu perlu dipenuhi. Karena tidak sembarang orang bisa, "poligami itu berat, kami saja". Tentu, niat utama juga harus benar, yaitu niat berbagi. Bukan niat mencari nikmat di atas penderitaan para istri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mencari Tuhan yang Mana Lagi?

Perbedaan dalam beragama seringkali berpangkal kepada perbedaan siapa yang dituhankan. Orang-orang musyrik menuhankan Allah, namun juga menuhankan selain Allah. Maka, Islam mempertanyakan kepada manusia, mencari tuhan yang mana lagi kalau bukan Sang Pencipta Alam, Tuhan segala sesuatu.

Penguasa Itu Ujian Bagi Umat Manusia

Orang yang berkecimpung di dunia politik selalu melihat penguasa sebagai sebuah posisi yang diperebutkan. Sebaiknya, melihat penguasa itu sebagai ujian bagi umat manusia.

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Ada Niat Baik Tuhan Kepada Manusia

Untuk apa manusia diciptakan? Untuk beribadah kepada Allah. Namun, bukan dalam status "diperas" seperti budak. Manusia yang "lolos uji" itu hendak diberi karunia. Ada niat baik Tuhan kepada manusia. 

Agama yang Benar Itu Satu

Agama itu asalnya satu dari Tuhan yang satu. Pemahaman yang sesat selalu mengarah agar manusia menganggap agama yang benar itu tidak satu.

Ini Jalan yang Lurus

Setelah ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kesesatan kaum musyrikin dalam mengharamkan dan menghalalkan sesuatu, maka kemudian ayat-ayat berikutnya tentang halal dan haram berdasarkan wahyu Allah. Itulah jalan yang lurus, yaitu mengikuti perintah Allah dengan tidak mengikuti perintah-perintah selain Allah.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Mana Agama yang Benar?

Jawabannya sederhana sebenarnya. Agama sesuai petunjuk dari Tuhan, itu jawabannya. Agama wahyu. Bukan sekedar agama yang berasal dari hasil pikir manusia.

Pokok-pokok Haram: Musyrik, Durhaka, Keji dan Membunuh

Tuhan mengharamkan manusia untuk berlaku syirik, durhaka kepada orang tua, berlaku keji serta membunuh jiwa tanpa hak. Itulah pokok-pokok haram. Hal ini diungkapkan dalam ayat setelah beberapa ayat sebelumnya menjelaskan panjang lebar perilaku kaum musyrikin yang suka mengharamkan tanpa dasar.

Ustadz Cilik Wildan, Ternyata Baru Klas 6 SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Ketika membaca pengumuman Hari Bermuhammadiyah yang rutin diselenggarakan oleh PDM Kota Semarang  dengan menghadirkan  penceramah Ustadz Cilik Wildan, dalam hati saya bertanya,  Apakah sudah...