Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Peradaban Andalusia Sebuah Islamic Center

“Barang Temuan”. Info: 087879127924. Demikian bunyi pengumuman di sebuah Islamic Center di bilangan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dalam kotak kaca seukuran 1 meter kali 70 cm tersebut diletakkan berbagai barang. Diantaranya adalah jam tangan, kacamata, HP, kunci kendaraan, dan bahkan flashdisk. Keberadaannya bersama pengumuman maupun brosur kegiatan masjid di samping tangga menuju ruangan utama masjid lantai dua dengan mudah nampak oleh para jamaah.

Barang-barang tersebut ditemukan oleh jamaah ataupun petugas Andalusia Islamic Center. Rupanya banyak jamaah yang lupa dengan pernak-pernik barang bawaannya selama beribadah di masjid, yang bisa jadi sangat penting. Pojok lost and found semacam ini biasa kita jumpai di negara-negara Eropa dewasa ini. Sebagai sebuah kebutuhan publik yang difasilitasi, keberadaannya menggambarkan majunya sebuah peradaban.

Konon Andalusia sendiri adalah salah satu puncak peradaban Islam yang pernah eksis. Sebuah negeri berperadaban maju yang menjadi lentera penerang kegelapan Eropa pada masa kegelapannya. Waktu itu sekitar abad pertengahan, di Eropa Selatan yang dikuasai muslim menjulang gedung-gedung megah, jalan-jalan yang rapi, penerangan umum dan kanal-kanal air, saat jalanan di Paris atau Amsterdam masih becek.

Kerajaan muslim terbesar di Eropa itu menginspirasi seluruh Eropa mulai dari ide taman-taman kota, bangunan kamar mandi umum, jalan-jalan yang tertata dan diterangi dengan lampu-lampu hias di malam hari, dan seluruh kota yang terbebas dari sampah. Juga jembatan-jembatan indah, sistem irigasi yang maju, dengan air-air mancur yang memperindah bangunan-bangunan publik; masjid Agung Cordoba dan istana Az Zahra.

Di Cordoba saat itu telah terdapat 283 ribu rumah penduduk, 900 kamar mandi umum, 800 unit sekolah, dan 50 buah rumah sakit. Di kota Cordoba yang berpenduduk 500 ribu orang pada masa itu terdapat 70 buah perpustakaan umum dengan pengunjung sebanyak 400.000 orang, sesuatu yang masih terasa mewah di wilayah Eropa lainnya, dimana volume kunjungan perpustakaan mereka paling banyak 1.000 orang.

Perpustakaan milik Al Hakam II sendiri menyimpan 400.000 buku dengan 44 katalog. Saat itu terdapat 27 buah sekolah swasta, dan 80 buah sekolah gratis untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin. Terdapat 170 wanita yang khusus menulis dengan huruf kufi yang sangat indah kitab suci Al Quran. Singkatnya, saat itu nilai-nilai islami sangat difasilitasi.

Mirip penemuan cerdas bernama “portal derma”. Sebuah portal setinggi pinggang orang dewasa di tempat-tempat publik dengan empat buah lubang di bagian atasnya. Setiap orang bisa memasukkan tangannya ke dalam lubang itu, baik untuk meninggalkan uang derma, ataupun untuk mengambilnya. Dengan portal itu penderma bisa menjaga niat baiknya tanpa terganggu oleh perasaan riya’. Di saat yang sama tidak merendahkan si penerima derma, karena orang tidak pernah tahu saat memasukkan tangannya, seseorang sebagai pemberi atau penerima derma.

Terdengar sayup-sayup suara mahasiswa yang menyetorkan hafalan Qurannya dari masjid di lantai dua. Berada di sentrum kampus STEI Tazkia yang mengajarkan ekonomi islami, Andalusia Islamic Center menjadi jantung bagi kegiatan para civitas academica. Penamaan Andalusia seperti mengusung dan berupaya menghidupkan kembali sebuah peradaban islami yang pernah jaya. Semoga nilai-nilai kejujuran, empati, solidaritas, dan ukkuwah selalu terpancar dari masjid ini.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Nico Andriantohttps://pt.slideshare.net/NicoAndrianto
Traveller, pengamat, penikmat, pembelajar, penginfo berbagai realitas sosial, ekonomi, budaya, kebijakan publik, dan teknologi.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...