Follow SERUJI

94,594FansSuka
396PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
739PelangganBerlangganan

Motivasi Menyesatkan Calon Penulis

WARGASERUJI – Ternyata, ada motivasi yang membuat calon penulis tak juga mampu menghasilkan tulisan. Sebut saja, motivasi menyesatkan.

Motivasi Ingin Jadi Penulis Hebat

Sangat mungkin, seseorang termotivasi untuk menulis karena melihat orang lain berhasil menjadi penulis hebat. Namun, motivasi ini menjebak banyak orang, dan hanya meloloskan sedikit orang. Maka, motivasi ini bisa dikategorikan “menyesatkan”. Pakai tanda kutip, karena tidak absolut.

Penulis hebat selalu melewati masa yang tidak sebentar. Produk tulisannya pasti tidak langsung spektakuler. Masa-masa ini yang sering tak dianggap calon penulis. Sebelum tulisannya diselesaikan, sudah berhenti di tengah jalan karena merasa tidak sempurna, sudah buru-buru dibandingkan dengan hasil para penulis berpengalaman. Akhirnya, selamanya tak pernah menghasilkan tulisan.

Hanya sedikit orang yang bisa melewatinya, dan sangat besar kemungkinannya karena paham ada proses panjang yang harus dilalui. Jadi, motivasi seperti ini sebaiknya ditinggalkan kalau tidak bisa bersikap sabar.

- Advertisement -

Namun, masih mending punya motivasi, daripada sama sekali tak berminat menulis. Nama penyakitnya sudah terkenal di seluruh dunia: penyakit malas.

Masih mending lagi, daripada sudah ketok palu mati bahwa dirinya tak bisa menulis. Orang-orang ini bisa dianggap telah menghina ciptaan Tuhan, meremehkan pemberian spektakuler: kekuatan pikiran.

Motivasi Ingin Mengubah Keadaan

Motivasi lain yang juga “menyesatkan” sehingga calon penulis tak segera menghasilkan produk tulisan adalah ingin mengubah keadaan dengan tulisannya. Entah nasibnya sendiri, atau ingin agar orang lain mengikuti apa yang ia pikirkan.

Ketika sudah setengah jalan dalam mengerjakan sebuah tulisan, muncul banyak pertimbangan. Saking banyaknya, sampai bingung mana yang akan dipilih. Selalu takut kalau tulisannya tidak berdampak apa-apa terhadap nasibnya.

Sedangkan jika terlalu berharap agar orang mau mengikuti pemikirannya, akan membuatnya selalu ragu atas tulisannya sendiri. Ia akan mencoba membuat tulisan sesempurna mungkin.

Mana ada tulisan sempurna? Pastilah ada salah.

Kalaupun kemudian berhasil membuat sebuah tulisan, amat sangat rawan jatuh kembali dan tak pernah mau lagi menulis. Kapan? Ketika tulisannya dibaca orang dan dicaci. Apa tidak tahu, manusia itu tukang cela?

—–000——

Jadi, mungkin sampai sekarang si calon penulis tidak juga berhasil membuat tulisan karena motivasi menyesatkan di atas. Kalau begitu, ganti. Silakan tunggu tulisan yang akan datang berjudul: “Motivasi Penulis Paling Manjur”, yang semoga segera bisa ditulis.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Muhammad Hanif Priatama
Penulis bebas yang bebas menulis untuk belajar menjadi manusia sesungguh-sungguhnya. https://t.me/sobatbersih

YANG LAGI PRO-KONTRA

Larangan Swafoto di Pesawat Garuda?

Beredar kabar bahwa ada surat dari pihak Garuda yang melarang para penumpang pesawat mengambil gambar foto dan video di dalam kabin pesawat.

Anda Sering Mengkonsumsi Mi Instan? Awas, Risiko Kesehatan Ini Mengintai Anda

Mi instan jadi pilihan di saat-saat mendesak. Entah karena kantong tipis, atau karena terburu-buru. Namun, mi instan sebagai makanan darurat, ada kelemahannya, yakni tidak sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

Banyak TPA (Taman Pendidikan Al Quran) menjamur di masjid-masjid, patut disyukuri keberadaannya. Artinya, gairah mempelajari Al Quran sudah muncul di mana-mana. Namun, muncul masalah kualitas karena sedikitnya sumber daya ustadz. Untuk itulah diadakan Program Sertifikasi Iqro' (PSI) sebagai cara menjaga kualitas lulusan TPA.

Takut Dosa Itu Sebagian dari Takwa

Takwa bisa dimaknai perbuatan seseorang yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Melakukan hal yang dilarang termasuk dosa, sehingga takut dosa itu sebagian dari takwa.

Ustadz Zakat dan Pebisnis UKM Milenial

Semakin besar ketimpangan ekonomi, semakin besar pula ancaman bagi sebuah negeri. Maka, berterimakasihlah kepada pejuang pemerataan, yakni ustadz zakat dan pebisnis UKM milenial.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.