Kotawaringin Barat – Ketua Forum Komunikasi Kerukunan Pemuda (FKKP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, bersama sejumlah pengurus lainnya, Selasa (21/8) siang, mengunjungi tempat Wahana Agro Wisata yang berada di Desa Pangkalan Tiga Kecamatan Pangkalan Lada. Kunjungan tersebut sebagai bentuk dukungan atas keberhasilan desa setempat yang telah membuka lapangan kerja baru serta menghidupkan perekonomian warga.
Meski lokasinya di pedesaan serta di area perkebunan kelapa sawit, namun jangan salah, nuansa alam dan berbagai fasilitasnya sudah bertarap layaknya di perkotaan. Bukan hanya itu, sajian menu berbagai makanan dan minuman sudah mengadopsi masakan restoran kelas nasional.

Untuk diketahui, beberapa bahan makanan yang dioleh merupakan hasil pertanian orgnanik budidaya sendiri. Maka jangan heran jika citrarasa yang disuguhkan, terasa begitu nempel di lidah dan tentunya tidak mengganggu kesehatan, karena tanpa bahan kimia.
Melihat potensi itu, Ketua FKKP, Muhammad Sulthon mengatakan keinginannya untuk memberikan dukungan serta dorongan agar wahana itu bisa lebih mapan dan lebih menarik minat wisatawan. Ia bersama para pengurus lainnya juga mengapresiasi upaya Pemdes Pangkalan Tiga melalui KUD Tani Subur yang telah ikut menghidupkan roda perekonomian di desanya.
“Kita dukung, upaya mengubah dari desa yang semula belum maju bisa menjadi maju. Hal ini sesuai program pemerintah tentang pembangunan dari hilir ke hulu,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah sepantasnya memberikan dukungan. Karena, sambung dia, kemajuan setiap daerah itu harus diawali dari desa, baik persoalan infrastruktur, ekonomi maupun lainnya.
“Tujuannya untuk memajukan desanya dengan menyediakan fasilitas bermain, edukasi pertanian, perikanan dan peternakan,” tandas Muhammad Sulthon.
Menanggapi dukungan FKKP, Mujianto, Pengurus Wahana menyampaikan keluhan yang dialaminya adalah sarana penerangan. Ia menyebutkan, selama ini hanya menggunakan 3000 watt dengan menarik kabel dari desa sepanjang 2 kilo meter.
“Ya mestinya sampai area wahana strum itu sudah berkurang karena dimakan kabel. Akan berbeda jika ada tiang listrik sendiri, maka kami sebagai pengelola bisa segera membangun sarana yang lain jika pasokan listriknya mumpuni,” ucapnya.
Fasilitas sudah tersedia 90 persen, sambung dia, tinggal menambah dan juga membangun Villa atau Hotel tempat tamu menginap. Oleh karena terkendala listrik, maka terpaksa ditunda dulu mengingat semua itu membutuhkan penerangan serta untuk kebutuhan lainnya.
