Kotawaringin Barat – Borneo Environmental Film Festival (BEFF) menantang para pegiat film lokal, video maker, aktivis lingkungan, dan masyarakat umum, dalam kompetisi pembuatan film bertemakan lingkungan hidup. Ada empat kategori film yang difestivalkan, yaitu Film Fiksi Pendek, Film Dokumenter Pendek, Film Dokumenter Panjang, dan Video Promosi Kalimantan.
Grand Launching BEFF, di Varcube Cafe and Lounge, Pangkalan Bun, Minggu (5/8/2018) malam, menandai dimulainya kompetisi itu.

Dari empat kategori kompetisi itu, BEFF akan memberikan empat penghargaan (award) pula. Enggang Awards untuk kategori Fiksi Terbaik, Orangutan Awards untuk Dokumenter Pendek Terbaik, Bekantan Awards untuk Dokumenter Panjang Terbaik, dan Owa-owa Awards untuk Video Promosi Kalimantan Terbaik.
Menyertai penghargaan itu, BEFF juga menjanjikan reward berupa uang pembinaan. “Cukuplah untuk memproduksi film pendek lagi,” tutur Ahox Nugroho, Presiden BEFF.
Dwi Wahyu Nugroho atau yang akrab dipanggil Ahox Nugroho juga menjelaskan, sebagai ajang perfilman pertama yang bertemakan lingkungan di Kalimantan, BEFF diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran ekologi, dan sosial. “BEFF berusaha menginspirasi audiens untuk menjadi sadar dan bertindak melestarikan lingkungan,” kata pria yang besar dalam dunia film dokumenter bersama Equator Cinema, Malang, Jawa Timur itu.

Sementara itu Mardani, Director BEFF menambahkan, BEFF diinisiasi untuk mengangkat dunia pariwisata berbasis ekologi di Pulau Kalimantan. Ia menjelaskan, bukan tanpa sebab BEFF dilaunching di Pangkalan Bun. Menurutnya, meskipun bukan kota terbesar di Kalimantan, Kota Pangkalan Bun yang kebetulan juga menjadi tempat beberapa penggawa BEFF tumbuh merupakan salah satu kota utama pariwisata di Kalimantan.
“Pangkalan Bun terkenal dengan destinasi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang telah mendunia,” ucap Mardani.
Tahun ini, BEFF mengangkat tema Human and Nature, Alam dan Manusia Memiliki Hubungan Keharmonisan. “Kami tunggu karya filmnya sampai 23 November 2018. Ini terbuka, tidak hanya untuk pegiat film di Kalimantan, tapi juga nasional,” sambung Afif Riyadi, pemenang Eagle Award 2011, yang juga salah satu pendiri BEFF kepada awak media.
Bersama kompetisi ini, BEFF juga akan menggelar pemutaran dan workshop film di sembilan kota di Kalimantan. Mulai Tarakan, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Pontianak dan Singkawang.
Grand Launching BEFF sendiri dihadiri oleh Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, SH, MH, aktivis lingkungan, dan komunitas film di Cafe And Lounge Pangkalan Bun Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah. Pemutaran film berjudul Aku, Bumi, Manusia, produksi Equator Cinema, presentasi BEFF, musik, dan penandatanganan dukungan terhadap BEFF mewarnai kehangatan hajatan itu.
