Kotawaringin Barat – Ribuan jamaah menghadiri acara Haflah Akhirussanah
dan Tasyakkuran Khotmil Qur’an Wal Kutub VIII PP. Miftahul Hidayah, Selasa malam (15/5/2018) beberapa waktu lalu. Kegiatan yang digelar di halaman Ponpes Miftahul Hidayah Sumberagung, Pangkalan Lada Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah tersebut juga dihadiri sejumlah perangkat desa, alim ulama’, Habaib dan para pengurus NU baik tingkat Kecamatan maupun Kabupaten.
“Untuk keamanan kami serahkan Satkorcab Banser yang dibantu keamanan pesantren dan pemuda Karang Taruna,” ucap Ustadz MA. Malik kepada awak media, Minggu (27/5).

Pengasuh PP. Miftahul Hidayah, Kiai Agus Habibulloh dalam pidatonya mengatakan acara tersebut merupakan agenda rutin tahunan dengan mengundang semua wali santri dari berbagai daerah.
“Kegiatan Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan menjelang bulan suci Ramadhan. Acara ini sebagai penutup akhir dirosah sekaligus rasa syukur atas berlangsungnya semua kegiatan yang ada di lembaga pesantren Miftahul Hidayah,” papar Kiai Agus.

Senada dengan Ketua Panitia, Ustadz Chasan Malik, ia mengatakan Pengajian Umum itu merupakan puncak acara rangkaian Haflah Akhirussanah Ponpes Miftahul Hidayah tahun 2018. Diawali dengan Ujian semester akhir santri, kemudian dimeriahkan dengan Festival Lomba antar santri selama 2 minggu berturut-turut.
“Lombanya antara lain Baca kitab kuning, Muhafadloh, Tartil Quran, Lalaran Nadhoman, Sholawat, Olahraga dan Pentas Seni Islami. Tujuannya utk evaluasi semua kegiatan yg berlangsung di Ponpes Miftahul Hidayah selama setahun ini sekaligus mengenalkan dan menanamkan ajaran serta tradisi islam Ahlussunah Wal Jamaah Annahdliyah bagi 250 santri Miftahul Hidayah,” jelas Ustadz Chasan.

Pada puncak acara, KH. Abdurrahman Samsuri perceramah dari Kudus Jateng menyampaikan tiga komponen kesuksesan Pondok Pesantren yaitu pengasuh dan ustadz, orangtua dan santri. Ketiganya harus bersatu, berjalan seiring, saling mendukung dan juga saling mendoakan.
“Antara Pengasuh, Wali Santri dan Santri harus saling mendukung. Santri nantinya harus siap terjun ditengah-tengah masyarakat. Maka untuk mempersiapkan semuanya itu santri harus bersungguh-sungguh dan istiqomah dalam mencari ilmu,” jelas Kiai Samsuri dalam ceramahnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga PP. Miftahul Hidayah, Ustadz MA. Malik menjelaskan bahwa Pondok Pesantren tersebut berdiri sejak tahun 2007. Dalam kurun waktu belasan tahun sudah banyak perkembangan dalam bidang pendidikan.
“Sampai saat ini telah mengelola pendidikan Madrasah Diniyah, TPQ, Tahfidzul Quran dan PPS Wustho Alquran (Sekolah Formal Setingkat SLTP berbasis Alquran). Juga membuka pengajian rutinan untuk masyarakat umum,” jelasnya.
