Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI – Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka suatu bangsa akan sulit untuk bangkit sebaliknya, jika generasi sehat maka suatu bangsa akan selamat.

Namun, Tiada disangka dan diduga kelakuan bejat telah menghinggap pada orang yang dianggap. Sungguh meremukkan hati, ketika menyaksikan para pelaku tindak kriminal berasal dari kalangan yang menjadi panutan generasi milenial.

Mantan kepala sekolah di Kabupaten Soppeng, Sulsel, MT ditangkap polisi. MT yang kini bekerja di Dinas Pendidikan Soppeng, diduga telah mencabuli 14 anak.

“Dari hasil Laporan yang kami terima, sudah 14 anak berstatus pelajar diduga dilecehkan oleh oknum Kepala Sekolah di sekolah tempat pelaku menjabat sebagai Kepala Sekolah. Namun kini MT bertugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng,” Kata Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Rujiyanto Dwi Poernama, kepada detikcom, Minggu (14/4/2019). (detiknews).

Aksi pencabulan anak-anak sepertinya sudah tidak menjadi aksi asing dinegeri ini. Pasalnya, aksi ini terjadi berulang-ulang kali seolah menjadi aksi yang tak terkendali.

Dari berita yang bersliweran, ternyata pelaku pemuasan seks tanpa aturan juga sudah menghinggapi generasi muda. Tentu berita ini, benar-benar mencengangkan dan tidak mengenakkan.

Polisi menyelidiki kasus belasan bocah di Garut yang diduga ketagihan seks menyimpang karena nonton video porno. Mereka melakukan adegan syur layaknya penyuka sesama jenis setelah menonton video porno. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut, Jawa Barat, dikerahkan untuk mengungkap kasusnya.

“Sudah ada yang melaporan ke kami, kami sedang bergerak mengusut kasus ini. Mudah-mudahan tidak lama lagi kasusnya terbongkar,”ujar Budi Satria Wiguna , di Mapolres Garut, Minggu 14 April 2019. ( VIVA).

Diera milenial saat ini, penggunaan gadget sepertinya menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Maka, tidak menjadi hal yang aneh jika gadget menghinggapi generasi muda dan hampir seluruh kalangan dihinggapi gadget.

Menggunakan gadget saat ini seolah menggenggam dunia. Semua yang dibutuhkan akan mudah didapat melalui gadget. Baik hal yang menguntungkan sampai hal yang merugikan, dari hal yang menyehatkan sampai hal yang merusakkan.

Gaya hidup mengabaikan Tuhan dalam kehidupan ( sekulerisme ) dan serba bebas (liberalisme) merupakan gaya hidup yang ramai digandrungi generasi saat ini. Tanpa disadari, generasi saat ini telah mengkonsumsi gaya hidup sekuler dan liberal.

Dalam gaya hidup sekuler, manusia tidak lagi mengambil aturan Tuhan dalam aktivitas kehidupannya. Sehingga, jika manusia dihadapkan dengan persoalan maka akan mengabaikan Tuhan dalam menyelesaikan permasalahannya. Sehingga akan membuat aturan sendiri. Hinggapnya gaya hidup liberalisme pada generasi, tentu hal ini yang melahirkan sikap serba bebas dan tanpa batas.

Gaya hidup sekulerisme dan liberalisme seolah seperti dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Ternyata, gaya hidup seperti inilah yang mampu menyebarkan kerusakam mental dan mampu menghancurkan generasi secara massif.

Bagaimana tidak, melekatnya gaya hidup liberal dengan tayangan-tayangan yang disuguhkan kepada generasi ternyata mampu membawa ke dunia ilusi. Dari tayangan tanpa kontrol (bebas) ternyata mampu membius generasi dan membuat mereka ingin mengkonsumsi.

Sehingga tidak mengherankan jika generasi saat ini banyak melakukan tindakan yang tidak wajar. Seperti tawuran, pacaran yang mengikuti gaya dilan, kekerasan seksual, pelampiasan seks dengan sesama jenis, dan tindakan sejenis lainnya. Semua ini terjadi tentu tidak terlepas dari gaya hidup sekuler dan liberal. Tentu hal yang demikian  tidak boleh dibiarkan karena akan membuat riskan dan kerusakan.

Dalam Islam generasi muda sangat penting keberadaannya, sehingga benar-benar dijaga kesuciannya. Untuk melindungi generasi, Islam melibatkan peran semua pihak.

Pertama: Peran orang tua. Orang tua berperan sebagai rujukan pertama dan utama bagi anak anaknya. Orang tualah yang dituntut untuk menanamkan pendidikan keimanan, membangun ketaatan pada agama (hukum Allah), serta memberikan teladan kebaikan pada anak anaknya.

Orang tua harus menjadi sekolah pertama bagi anaknya. Dengan penanaman akidah yang kokoh maka anak akan menjadi kebal terhadap virus yang merusak.

Kedua: Peran Masyarakat. Masyarakat sebagai salah satu sekolah besar bagi generasi. Masyarakat berperan melakukan kontrol sosial amal ma’ruf nahi munkar ditengah-tengah masyarakat. Hal demikian dilakukan, sehingga tatkala terjadi tindak kriminal dapat langsung dicegah dan ditangani sebelum menjalar.

Ketiga: Peran negara. Peran negara sangat besar dalam melindungi generasi.  Karena negara adalah pihak yang berwenang menerapkan berbagai kebijakan mulai dari politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.

Dalam menjalankan perannya negara harus mengaktifkan peraturan-peraturan yang berasal dari Islam. Sehingga kondisi yang kondusif dapat terwujud bagi generasi. Dengan demikian, tidak diragukan lagi generasi sehat dambaan umat yang senantiasa menyelaraskan perbuatan dengan aturan Allah akan terwujud.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Sri Lestari, ST
Wirausaha dan Pemerhati Sosial

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.