Follow SERUJI

94,594FansSuka
396PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
739PelangganBerlangganan

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

WARGASERUJI – Jelang petang di akhir pekan ini, Sabtu (16/2/2019) mendapat alert di gadget sebuah berita yang baru terbit di portal SERUJI. Alert ini saya terima karena berlangganan berita-berita di SERUJI.

Berita yang cukup memprihatinkan soal kondisi ekonomi yang kini lesu, yang berimbas tak hanya di pusat perbelanjaan modren, tapi juga di pasar tradisional yang semakin sepi.

Berita berjudul “Tidak Hanya Mall, Pasar Pun Sepi Karena Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok” bisa dibaca di sini.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Turun Tak Perlu Diperbantahkan, Tapi Apa Gagasan Solusinya?

Ini memang realitas. Tentu pengusaha lebih paham yang mereka hadapi sehari-hari. Ekonomi lesu, dan daya beli masyarakat anjlok, hampir di semua lini. Fakta ini tak perlu diperbantahkan kebenarannya.

- Advertisement -

Yang justru penting sekarang, bagaimana kondisi ini diperbaiki. Apa gagasan solusinya, agar kita tak teperangkap hanya bicarakan masalah tapi tak pernah punya solusinya.

Walau harus diakui, kondisi ekonomi lesu ini tak hanya dialami negeri kita. Hampir merata. Dapat dilihat dari indikator pertumbuhan ekonomi negara-negara dunia. Bahkan China yang pertumbuhan ekonominya paling agresif 10 tahun terakhir, selalu diatas 6,5 persen. Kini, 2019, hanya mentarget pertumbuhan antara 6-6,5 persen.

Negeri kita tentu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dunia, karena kita hidup tak sendiri di planet ini. Sehingga di tengah kelesuan dunia tersebut, kita masih mampu bertumbuh 5,15 persen tahun kemarin (meleset dari target 5,4 persen di APBN 2018). Tentu cukup melegakan. Layak juga diapresiasi.

Apa Gagasan Capres dalam Mengatasi Kelesuan Ekonomi dan Daya Beli ini?

Namun, realitas adalah realitas. Tak bisa hanya dipotret lewat angka pertumbuhan ekonomi. Artinya, setidaknya, ada kelompok masyarakat yang terimbas, dan jumlahnya cukup besar, sehingga bisa dilihat dari pusat perbelanjaan yang mulai sepi dan bahkan ada yang berguguran.

Mumpung dalam kontestasi Pilpres 2019, semestinya kedua paslon capres menyampaikan gagasan, solusi apa yang akan dilakukan menghadapi tantangan ke depan.

Apalagi Moody’s, lembaga pemeringkat dunia, dalam rilis terbaru mereka menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019-2020 diprediksi akan cukup tertekan. Di bawah 5 persen.

Apakah kita masih berdebat terhadap realitas, dibanding menawarkan gagasan solusi?

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Ferry Kotohttp://Ferrykoto.com
Tebarkan Manfaat | Dimana Bumi Dipijak Disana Langit Dijunjung | #AkuSERUJI

YANG LAGI PRO-KONTRA

Larangan Swafoto di Pesawat Garuda?

Beredar kabar bahwa ada surat dari pihak Garuda yang melarang para penumpang pesawat mengambil gambar foto dan video di dalam kabin pesawat.

Anda Sering Mengkonsumsi Mi Instan? Awas, Risiko Kesehatan Ini Mengintai Anda

Mi instan jadi pilihan di saat-saat mendesak. Entah karena kantong tipis, atau karena terburu-buru. Namun, mi instan sebagai makanan darurat, ada kelemahannya, yakni tidak sehat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Program Sertifikasi Iqro’ Untuk Jaminan Kualitas

Banyak TPA (Taman Pendidikan Al Quran) menjamur di masjid-masjid, patut disyukuri keberadaannya. Artinya, gairah mempelajari Al Quran sudah muncul di mana-mana. Namun, muncul masalah kualitas karena sedikitnya sumber daya ustadz. Untuk itulah diadakan Program Sertifikasi Iqro' (PSI) sebagai cara menjaga kualitas lulusan TPA.

Takut Dosa Itu Sebagian dari Takwa

Takwa bisa dimaknai perbuatan seseorang yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Melakukan hal yang dilarang termasuk dosa, sehingga takut dosa itu sebagian dari takwa.

Ustadz Zakat dan Pebisnis UKM Milenial

Semakin besar ketimpangan ekonomi, semakin besar pula ancaman bagi sebuah negeri. Maka, berterimakasihlah kepada pejuang pemerataan, yakni ustadz zakat dan pebisnis UKM milenial.

Diskusi FORPI Sleman: Pengusaha Sampah

Kalau pun pengusaha pengguna sampah terpilah mau membayar mahal, berarti produk yang diolah tinggi nilainya. Contoh nilai tambah yang besar adalah memanfaatkan sampah organik untuk budidaya Magot dan cacing tanah. Selain kandungan protein yang tinggi dari larva magot dan cacing yang didapat, juga tanah bekasnya bisa langsung dipakai sebagai media tanam. 

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp.

Kelebihan Terapi SuJok di Era Medis Abad Ke-20

Terapi SuJok itu sederhana, efektif dan mudah dipraktikkan oleh semua orang. Zona terapi pun cukup di tangan (Su) dan kaki (Jok), jauh lebih sederhana daripada praktek akupuntur. Selain itu, sangat aman digunakan seiring dengan pengobatan apapun. Maka tak heran jika kelebihan terapi SuJok tersebut menjadikannya salah satu elaborasi medis terbesar abad 20.