Follow SERUJI

96,287FansSuka
396PengikutMengikuti
6,765PengikutMengikuti
668PelangganBerlangganan

Sudirman Said Komitmen Satu Periode, PW Aisyiyah : Wong Wedok Milih Wedok

Pengurus PDM dan PDA Semarang mendengar Cagub Jateng

Semarang – Calon Gubernur Jateng nomor urut 2 Sudirman Said mempresentasikan  rencana kerja nyatanya  bila terpilih menjadi gubernur Jawa Tengah (Jateng)  dihadapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Selasa (17/4/2018).

Salah satu target yang dibidik adalah mengurangi angka kemiskinan saat ini dari 12 % menjadi  6 % selama 5 tahun kedepan. Angka kemiskinan tersebut diyakinin Sudirman Said menjadi resultante keberhasilan program kerja gubernur. Dengan membangun Infrastruktur, memberikan ketrampilan, kemandirian dan enterpreneurship, maka pada ujungnya akan mengurangi angka kemiskinan.

Pada sisi lain, Sudirman Said yang merupakan mantan menteri ESDM yang berani melawan mafia minyak di Pertamina dengan membubarkan Petral, menengarai bahwa telah menjadi budaya korupsi kepala daerah.

Bukan sekedar kasus hukum, setelah berhasil duduk mereka cenderung berupaya mengumpulkan uang pengganti biaya politik dan mengincar periode keduanya.

Sinyalemen Cagub No.2 ini dibuktikan,  Jawa Tengah mempunyai andil besar dengan 32 kepala daerahnya terjerat masalah korupsi di KPK dari total 98 kepala daerah yang ada. Kepala daerah yang terjerat kasus korupsi akan memporakporandakan program kerjanya dan akan tersandera dengan kasusnya.

Sudirman Said memberikan satu solusi dengan komitmen bila terpilih,  hanya akan bekerja fokus untuk satu periode saja. Pemikiran satu periode gubernur ini bukan hal baru karena sudah menjadi concernnya sejak  bergiat di MTI ( Masyarakat Transparansi Indonesia ) bersama Almarhum Mar’ie Mohammad, Nur Cholismadjid dan lain-lain.

Pemimpin yang ngebet untuk berkuasa kedua kalinya, kata Sudirman,  disinyalir akan terperangkap dalam 3 jebakan. Pertama mencari popularitas tanpa batas,  mengedepankan seremonial dan pencitraan sehingga mengabaikan kinerjanya.

Jebakan kedua,  untuk meraih kekuasaan diperlukan ongkos yang tinggi maka berusaha mengumpulkan dana dari semua sumber yang ada dan diadakan.

Jebakan ketiga adalah menekan lawan politik dengan posisi sebagai petahana dengan memanfaatkan birokrasi dan intelejen dengan mencari-cari kesalahan lawan politiknya.

Dengan satu periode, sambung dia, maka sejak pertama berkuasa tentu akan memikirkan terlaksananya program kerja termasuk tidak takut menjalankan kebijakan-kebijakan yang tidak populair.Seperti berpihak pada lingkungan dan kaum marjinal.

Sudirman Said juga berharap dengan satu periode masa jabatan akan memunculkan budaya berpolitik yang luhur seperti dicontohkan para pendahulu bangsa.Dan janji satu periode ini merupakan hal yang serius bukan sekedar ‘gimick’ saja.

Dalam sesi tanya jawab selanjutnya,  Cagub No.2 yang membongkar kolusi perpanjangan kotrak Freeport, terkenal dengan ‘Papa Minta Saham’ melibatkan Setyo Novanto dan berujung pada penggantian dirinya dari Menteri ESDM, mendapat pernyataan dari Pimpinan Daerah Aisyiyah yang menanggapi pencalonan gubernur wakil gubernur Sudirman – Ida.

Pak Dirman dalam acara Ta’aruf bersama PWM Jateng

“Wong Wedok milih Wedok,“ pungkas Ibu Ros seperti menirukan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Ibu Musman Thalib saat acara Ta’aruf Cagub dan Cawagub Jawa Tengah pada Sabtu 31 Maret 2018 lalu yang disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Sebelum menghadiri acara di Gedung Yusuf Lantai 3, Gedung Dakwah RS Roemani, Pak Dirman, panggilan akrab Sudirman Said, melaksanakan audiensi dengan Pengurus dan Anggota Kadin Jawa Tengah di Hotel Crown Plaza Paragon,  Jalan Pemuda Semarang.

 

 

 

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
mharishttp://Traveloketour.com
Seorang hamba yg kurang istighfar dan suatu masa terdelet.Sedang berupaya agar tetap ada, melampaui zamannya seperti dicontohkan sahabat dan aulia, saat ini mukim di Semarang.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Hipokrit HAM, Langgengkan Penjajahan

Di Tepi Barat hidup sekitar 400 ribu warga Yahudi, dan 200 ribu lainnya di Yerussalem Timur. Disisi lain, Israel juga berniat mendirikan negara di Tepi Barat yang memang ditinggali sekitar 2,5 juta warga Palestina.

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Inilah Orasi Terbaik Prabowo versi Anis Matta

Dia mencatat ada ungkapan terbaik yang dilontarkan Prabowo pada orasinya pagi tadi di acara tersebut, yaitu saat Prabowo mengatakan, “Saya ingin mewakafkan sisa hidup saya untuk rakyat.”

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Kebijakan Suatu Negeri Dalam Lingkaran PBB

WARGASERUJI - Tidak sah rasanya jika esensi suatu negeri tidak bergabung pada PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa). Keberadaan PBB diharapkan dapat menjadi pemersatu negeri-negari di...