Follow SERUJI

95,552FansSuka
396PengikutMengikuti
6,639PengikutMengikuti
714PelangganBerlangganan

Dorong Sekolah Mandiri Agar Siswa Berprestasi

JAMBI, WARGASERUJI – Mengembangkan sekolah secara mandiri untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan, Tanoto Foundation melalui program STEP (School Transition and Empowerment Project) kembali mengadakan penyegaran kepada 35 fasilitator lokal yang ada di Kabupaten Tebo, Tanjung Jabung Barat dan Batang Hari. Para fasilitator lokal ini didorong melakukan kreativitas secara mandiri melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Forum KKG diyakini memiliki akses dan dampak signifikan secara menyeluruh guna mendukung terselenggaranya pengelolaan pendidikan bermutu yang imbasnya adalah meningkatnya prestasi siswa.

“Agar pelaksanaan kegiatan KKG efektif dan berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan, STEP melakukan penyegaran kembali terhadap 35 fasilitator lokal di tiga kabupaten mitra STEP, yaitu Batang Hari, Tebo dan Tanjab Barat untuk memiliki kemampuan melatih dan mendampingi guru mempraktikkan pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa,” ujar, Medi Yusva, Provincial Coordinator Tanoto Foundation Provinsi Jambi pada acara Workshop Refresher Bagi Fasilitator Lokal Guru program STEP di Jambi, Sabtu, (30/3/2019).

Kegiatan ini juga mengoptimalkan peran strategis fasilitator lokal di forum KKG program STEP yang merupakan program transisi dari program Pelita Pendidikan menjadi program STEP hasil kolaborasi Tanoto Foundation dengan Asian Agri.

“Program STEP lahir dengan tujuan membangun kemandirian sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan, terutama untuk mendukung kesiapan sekolah-sekolah yang telah mendapat intervensi Program Pelita Pendidikan (2010-2017) agar semakin mandiri,” jelas Adi Sinaga, District Coordinator program STEP Provinsi Jambi.

Adi menambahkan, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi fasilitator lokal untuk mengembangkan kapasitas agar lebih handal terutama dalam meningkatkan kemampuan memfasilitasi kegiatan belajar bersama dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Secara khusus pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada fasilitator local tentang desain program yang akan diimplementasikan di masing-masing sekolah, gugus, dan kecamatan, terutama melalui forum KKG, memperkuat pemahaman fasilitator lokal guru terhadap substansi penerapan praktik-praktik pembelajaran aktif khususnya pembelajaran yang mendorong pengembangan potensi siswa melalui pendekatan MIKiR (mengalami, interaksi, komunikasi dan refleksi),” tukas Adi.

Sementara itu, Ferdinand Herbert Simatupang selaku School Coordinator Asian Agri Plantation 3 & 6 menyampaikan, fasilitator lokal diharapkan memiliki kemampuan dalam mengelola kebutuhan pelatihan dan pendampingan guru di KKG melalui plan (merencakankan pembelajaran), do (mengadakan pembelajaran di kelas) dan see (merefleksikan pembelajaran).

“Kegiatan penyegaran kembali para fasilitator lokal ini diharapkan meningkatkan kemampuan mereka di 3 kabupaten mitra yaitu Tebo, Tanjung Jabung Barat dan Batang Hari, kami dari Asian Agri melalui kontribusi sosial ini diharapkan terjalinnya kolaborasi aktif dari sekolah dan masyarakat dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di wilayah kerja Asian Agri,” tutupnya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
sufyan sauri
Semangat

YANG LAGI PRO-KONTRA

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Islam Menjaga Kepemilikan SDA

Penjajahan atas sumber daya alam Indonesia masih berlangsung. Ini ditandai dengan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) 59% masih dimiliki oleh Amerika Serikat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Sinergi Magot dan Cacing Atasi Sampah Berbasis Komunitas

WARGASERUJI - Dalam sebuah diskusi, Henry Supranto menyebut bahwa dengan magot dan cacing, bisa menjadi solusi masalah sampah. Henry Supranto sendiri menciptakan alat...

Reaktor Cacing Solusi Atasi Sampah

Semua organik akan diurai cacing, sedangkan anorganik akan utuh. Reaktor cacing ternyata bisa berfungsi untuk memilah sampah. Hal ini mengatasi cara memilah kemasan yang tersusun atas organik dan anorganik, seperti kemasan minuman kotak, pembalut, dan popok bayi.

Lalat Magot Solusi Atasi Sampah

Henry Supranto mengklaim mampu mengolah sampah organik dengan cepat dengan lalat magot hingga lima belas ton dalam sebulan. Bahkan, dengan kondisi tertentu bisa mengolah satu ton sehari. 

Wacana Guru Impor Bukan Solusi bagi Dunia Pendidikan

Pendidikan adalah suatu hal yang berharga bagi bangsa ini. Namun apa yang diwacanakan kepada rakyat dengan mendatangkan orang asing ke negeri sendiri, pada faktanya melukai  hati rakyat. Terutama kalangan guru. Terkhususnya tentulah guru honorer yang tidak dihargai dengan upah yang memadai.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Kajian Ekonomis Reaktor Cacing

Reaktor cacing temuan Puji Heru Sulistiyono, berhasil meraih beberapa penghargaan dan apresiasi dari Gubernur DIY, Kalpataru dan CSR Pertamina TBBM Rewulu.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Peran Ulama Menolak Segala Bentuk Penjajahan

Ulama menilai proyek OBOR sarat akan kepentingan politis dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi bangsa Indonesia khususnya dan kawasan Asia Tenggara umumnya. Selain bahaya jebakan hutang Tiongkok yang dikhawatirkan, juga upaya kolonialisasi Tiongkok melalui proyek tersebut.

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Air Hujan untuk Air Minum Kesehatan

Sri Wahyuningsih sebagai penggerak komunitas yang diberi nama Banyu Bening, memberikan paparan tentang menggunakan air hujan untuk air minum kesehatan.

Gerakan Memanen Air Hujan

Ada 21 metode dalam memanen air hujan. Dari dua puluh metode itu, ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat, yang dampaknya kecil. Adapun yang berdampak sedang, menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah daerah. Sisanya, skala luas dan menasional yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.