Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Aksi Solo #2019GantiPresiden dan Sema’an di CFD Strategi Cerdas Menghindari Penyusup Dan Bentrok

Aksi #2019GantiPresiden di CFD Solo dengan sema’an Al Quran

Hawa panas persaingan kandidat presiden 2019 mulai merambah akar rumput dan melibatkan masyarakat yang awam politik dengan memanfaatkan Car Free Day (CFD) di berbagai kota besar. Jakarta sebagai ibu kota negara, menjadi barometer kota-kota lain. CFD pada 29 April 2018 yang biasanya adem, memanas bukan oleh insiden bertemunya dua pihak berbeda, tapi karena viral di medsos dan ‘gorengan’ media mainstream yang seolah oleh terjadi ‘teror’ dari pendukung #2019GantiPresiden .

Seorang ibu pendukung Pak Jokowi bersama anaknya “tertinggal” dari rombongannya entah disengaja atau tidak, bertemu rombongan #2019GantiPresiden dan mendapat olok-olok.

Karena tertinggal, ibu dan anaknya masuk dalam kerumunan #2019GantiPresiden yang sebetulnya biasa saja, jauh dari nuansa bertemunya dua supporter sepakbola ‘Jakmania ‘ dan ‘ Bobotoh’ .

Mantan wartawan senior Ansyari Usman menulis, yang viral di medsos. “Secara umum ‘Cara Freesident Day’ demikian dia menyebut CFD ‘berjalan aman’. Namun, tentu tidak demikian perasaan ‘pihak seberang‘, yaitu pihak pendukung Pak Joko Widodo, yang sebaliknya menghendaki #2019TetapJokowi. Bagi mereka, CFD sangat mencemaskan. Sangat menggelisahkan. Sangat tidak menentramkan hati,” tulis mantan wartawan tersebut.

Insiden kecil itulah yang menjadi ‘gorengan’ media mainstream dengan segala bumbu ‘mencengkam’ dan sampai anaknya  trauma, hal ini jadi perhatian KPAI.

Minggu sebelumnya beberapa pendukung Presiden dengan kaos tagar #2019TetapJokowi dikabarkan melenggang tanpa hambatan di CFD Bundaran Hi. Pendukung yang menolak Jokowi, tidak tampak mengadakan aksi.

Baru pada 29 April 2019, viral di medsos pendukung tagar #2019GantiPresiden entah siapa dan dari mana tidak jelas sumbernya, ada himbauan untuk menghadiri CFD di seluruh kota-kota yang biasa mengadakan CFD.

Himbauan yang viral tersebut hanya mengajak untuk menghadiri CFD dengan mengenakan kaos dengan tagar #2019GantiPresiden yang digagas Mardani Ali Sera anggota DPR asal PKS dengan berjalan santai dengan keluarga atau kelompoknya tanpa orasi, tanpa seremonial dan bahkan tanpa direncanakan titik pemberangkatannya.

Entah bagaimana sambutan luar biasa pendukung tagar #2019GantiPresiden memenuhi arena CFD tidak saja di Bundaran HI Jakarta akan tetapi juga di Surabaya, Bandung, Medan dan beberapa kota seperti Solo dan Semarang.

Semestinya insiden kecil tersebut tidak boleh terjadi lagi, entah karena provokasi keduabelah pihak atau pihak lain yang memancing di air keruh.

Masing-masing pihak harus saling menahan diri, tetap dalam kelompoknya dan saling mengenali karena massa yang berkumpul beda sekali dengan Aksi Bela Islam 212 yang fenomenal.

Keberlangsungan CFD dan kenyamanan masyarakat yang murni ingin menikmati CFD diharapkan tidak terganggu ulah beberapa oknum yang punya agenda tersembunyi ingin membuat kacau.

Aksi solo dan Sema’an

Menarik sekali yang dilakukan beberapa pendukung tagar #2019GantiPresiden di CFD Solo yang memilih mengadakan sema’an Al Qur’an didepan Loji Gandrung Rumah Dinas Walikota Solo yang dipimpin oleh Abah Ali Naharussurur pada 29 April 2019 lalu.

Aksi sema’an ini sangat sulit disusupi oleh pihak- pihak yang ingin mengacaukan suasana CFD yang selama ini menjadi salah satu alternative masyarakat memanfaatkan wisata murah sekaligus olah raga dan belanja.

Aksi  solo #2019GantiPresiden di CFD Simpang Lima Semarang

Aksi solo #2019GantiPresiden di Semarang

Aksi solo #2019GantiPresiden juga aman dilakukan dan sulit disusupi pihak ketiga karena tidak melibatkan massa.Bersama keluarganya Tubagus Achmad Munawir santai berjalan dengan kaos bertagar #2019GantiPresiden mulai dari Bundaran Simpang Lima ke Jl. Pahlawan sampai di Taman KB depan SMA Negeri 1 Semarang.

Munawar Abu Haydar demikian dikenal dari akun facebooknya, berjalan dengan percaya diri diantara kerumunan masyarakat yang mengahadiri CFD di Semarang meski banyak mata pengunjung tertangkap memandang aneh, dan beberapa bahkan memelototi.

”Terkait aksi 29 April 2018 di CFD kemarin, Saya sama keluarga sudah diniatkan meski minim respon teman-teman lain” ujarnya. Dia pun mengajak kepada warga Semarang untuk ikut serta dalam CFD yang akan datang dengan kaos tagar #2019GantiPresiden.

Aksi #2019GantiPresiden sampai di luar negeri

Berbeda sambutan yang diterima masyaraka Semarang, Aji Prihananto seeorang ekspatriat asal Jogjakarta yang bekerja di Malaysia menerima banyak pujian karena mengenakan kaos dengan tagar #2019GantiPresiden seharian, bersamaan CFD di Indonesia.

“Seharian tadi saya disapa oleh beberapa orang Indonesia di Kuala Lumpur karena mengenakan kaos viral.Terakhir semalam, pas berbarengan di lift…tiba-tiba orang didepanku setelah membaca tulisan di kaos …terus bicara “Yess…” sergahnya.

”Bahasa simbol yang masing-masing kami mengerti kalau kita sesama frequensi,” katanya. Usut punya usut ternyata  orang tersebut dari Medan.

Ada juga aksi solo dari akun @ulfazulma yang viral di medsos sedang mengenakan kaos #2019GantiPresiden dan menyampaikan salam kepada masyarakat Indonesia yang sedang melaksanakan CFD dari Madinah.

Aksi #2019GantiPresiden dari Madinah Al Munawara

Harapan masyarakat, CFD akan kembali nyaman dan menjadi sarana wisata murah meski ada kaos tagar yang saling berbeda. Perbedaan mestinya disikapi dengan bijak dan tidak menjadi sumber permusuhan sepertihalnya ber-CFD dengan kaos MU atau City yang di Manchester menjadi musuh bebuyutan meski sekota tapi bisa saling menjaga.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
mharishttp://Traveloketour.com
Seorang hamba yg kurang istighfar dan suatu masa terdelet.Sedang berupaya agar tetap ada, melampaui zamannya seperti dicontohkan sahabat dan aulia, saat ini mukim di Semarang.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...