Jokowi: Gempa Lombok Adalah Bencana Nasional

Jokowi: Gempa Lombok Adalah Bencana Nasional

Beberapa hari yang lalu, Pak Jokowi berkunjung ke Lombok. Misinya mulia. Tujuannya mendistribusikan bantuan dari para donatur dari seluruh pelosok Nusantara, untuk diberikan kepada para korban bencana gempa bumi di Lombok.

Ia tak sendiri, kedatangannya dikawal oleh ribuan relawan yang datang dari berbagai pelosok tanah air dengan misi yang sama, misi kemanusiaan. Ia tak merasa canggung membaur dengan para relawan. Ia juga ikut berjibaku mendistribusikan bantuan di beberapa titik pengungsian yang tersebar di Kota Mataram, di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

Selama di Lombok, Jokowi bergabung dengan relawan lokal. Relawan tersebut dikomandoi oleh mantan Ketua DPRD NTB, Suryadi Jaya Purnama.

Di sela-sela kesibukannya mengunjungi korban, Jokowi berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, agar memberikan empati kepada korban bencana Gempa. Ia mengajak para dermawan untuk memberikan bantuan, berupa kebutuhan pokok, perlengkapan balita dan juga tenda.

“Bencana ini adalah musibah dan ujian bagi kita semua. Karena itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat dan relawan, bahu membahu membantu korban. Hindarkan diri dari mempolitisasi korban bencana. Luruskan niat untuk membantu sesama.” Kata Jokowi, pada Kamis (16/8), di Posko Utama tanggap bencana milik DPW PKS, NTB.

Ia menambahkan, jika melihat kerusakan yang ditimbulkan oleh Gempa yang begitu massif, dengan korban jiwa yang mencapai 460 orang, ribuan lainnya terluka dan ratusan ribu mengungsi, maka sudah seharusnya gempa Lombok dinaikkan statusnya menjadi Bencana Nasional.

“Di akhir bulan nanti akan berlangsung sidang Kabinet. Kita berharap, pemerintah bisa menetapkan bencana Lombok sebagai bencana nasional.” Tuturnya.

Memang, Jokowi yang satu ini, bukanlah siapa-siapa. Ia juga tak menjabat sebagai kepala negara. Ia hanya seorang masyarakat biasa yang kini aktif sebagai aktivis dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Saat ini, pria kelahiran Boyolali, 5 April 1972 itu, dicalonkan oleh PKS Jawa Tengah sebagai Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Dapil II, meliputi Kabupaten Semarang, Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal.

Kemiripan namanya dengan Presiden Joko Widodo, membuat dirinya menjadi perbincangan publik, beberapa waktu yang lalu. Ia menepis tudingan, jika panggilan Jokowi yang disematkan kepada dirinya, hanyalah sebagian modus untuk meraup popularitas.

“Nama saya memang Joko Widodo kok. Sejak kecil sudah begitu,” ia menegaskan.

Oke deh Pak Jokowi. Terima kasih atas kepeduliannya kepada masyarakat Lombok. Saya doakan, semoga kelak, terpilih menjadi anggota Legislatif. Amiin.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengapa Quran Bukan Tulisan di Atas Kertas?

Andai Al Quran diturunkan dengan tulisan di atas kertas, pasti akan menakjubkan. Tapi, mengapa bukan? Kalau pun diturunkan dengan cara menakjubkan, apa kemudian orang-orang kafir itu beriman?

Pembubaran PT: Prosedur dan Akibat Hukum Pembubaran Berdasar RUPS

Pada tahun 2007 Audi, Aryanda dan Chico mendirikan sebuah Perseroan Terbatas (PT) dengan nama PT AAC, yang bergerak di bidang perdagangan. Namun karena kesibukan...

Kelebihan Sambung Pucuk

Sambung pucuk memiliki beberapa kelebihan, penggabungan antara kelebihan dengan pembiakan secara generatif dan vegetatif.
close