close

Follow SERUJI

53,147FansSuka
396PengikutMengikuti
7,070PengikutMengikuti
643PelangganBerlangganan

Fenomena #2019GantiPresiden, Siapakah Penggantinya?

Fenomena #2019GantiPresiden semakin menggeliat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan baik masyarakat atas maupun menengah. Usulan ini yang awalnya digagas kader PKS Mardani Ali Sera ini disambut luas, namun tak ayal, di sisi pihak pendukung petahana, usulan ini menjadi cemohan. Mereka selalu bertanya.. “Siapa penggantinya?”

Pertanyaan ini memang secara tegas belum bisa dijawab pihak-pihak yang anti jokowi atau pihak-pihak yang merasa ingin ada perubahan, mengingat belum ada deklarasi resmi dari personal yang dicalonkan sebagai calon presiden maupun dari partai pengusung. Kalopun sudah ada deklarasi, itupun belum bisa dikatakan legal formal karena masih ada proses berikutnya yaitu pendaftaran di KPU yang rencananya dilakukan pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Berdasar pengalaman yang sudah-sudah, para partai pengusung akan menentukan calon yang diusung pada menit atau bahkan detik-detik terakhir. Bisa jadi semua ini terkait dengan alotnya negosiasi antar parpol pendukung, atau juga adanya titipan aspirasi dari pihak-pihak invisble man yang selama ini terkadang tak terlihat tapi menjadi strong decision. 

Adanya penjelasan di atas menjadikan argumen siapa pengganti Presiden atau bahkan siapa calon presiden Indonesia di 2019 juga belum terlihat meskipun masyarakat sudah bisa meraba-raba.

Nama-nama yang cukup kuat diperbincangkan saat ini sebagai calon penantang petahana adalah Prabowo Subianto. Alasannya sangat logis, beliau sosok ketua partai Gerindra yang tahun lalu dicalonkan, partai yang cukup menggandeng satu partai, apakah PKS atau yang lain, yang bisa memenuhi syarat pencalonan secara aturan Pilpres.

Disamping secara administrasi maupun posisi sebagai ketum partai, sosok Prabowo juga layak dan pantas dicalonkan dikarenakan kemampuan, pengalaman dan kapabilitas beliau yang semua orang angkat topi.

Namun, apakah hanya sosok Prabowo yang kuat sebagai calon penantang petahana? Iya, kecuali beliau memposisikan diri sebagian King Maker.  Ketika posisi itu beliau ambil maka akan bermunculan calon-calon alternatif terbaik putra bangsa yang bisa dipilih.

Sosok yang dipilih tentu saja harus mendapatkan persetujuan sang ketum Gerindra. Nah disinilah hanya ada beberapa calon potensial yang kurang lebih memenuhi selera beliau.

Membaca ‘selera’ Prabowo, beliau terkesan pada sosok-sosok cerdas, nasionalis, berani dan tangguh. Meskipun ‘selera’ ini sempat keliru saat pencalonan gubernur DKI pada tahun 2012.

Sosok-sosok itu saat ini hanya terlihat pada 2 orang yaitu Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan. Apakah beliau pak Prabowo akan mencalonkan mereka.. Jawabannya setelah kontes Pilkada 2018.

Kenapa setelah kontes Pilkada 2018?

Karena disitulah letak mengamankan suara pemilih. Siapa yang menjadi pemenang kepala daerah maka disitulah kans kemenangan diri dan partainya terbuka lebar.

Kembali ke pertanyaan apakah fenomena #2019GantiPresiden sudah ada jawabannya? Maka jawabnya adalah BELUM, bahkan kalo pertanyaan itu ditelaah lebih detail, apakah petahana akan mencalonkan lagi di Pilpres 2019? ,Jawabannya juga belum pasti.

Bisa jadi perjalanan politik sampai Agustus 2018 akan banyak dinamika. Siapa tau, tiba-tiba PDIP sebagai partai terbesar merasa kecewa lalu berbalik arah mendukung Prabowo, atau tiba-tiba Golkar yang sudah mendukung petahana lalu menarik diri lagi karena fenomena bola salju dari #2019GantiPresiden semakin membesar? Wallahua’lam

Survey para konsultan yang beredar di berbagai media juga tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi saat ini ada satu calon yang diunggulkan, namun saat Agustus 2018, berubah. Semua masih menunggu. Semua masih misteri dan belum bisa terjawab secara lugas.

Fenomena #2019GantiPresiden semakin menggeliat dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan baik masyarakat atas maupun menengah. Usulan ini yang awalnya digagas kader PKS Mardani Ali Sera ini disambut luas, namun tak ayal, di sisi pihak pendukung petahana, usulan ini menjadi cemohan. Mereka selalu bertanya? “Siapa pengganti nya?”

Pertanyaan ini memang secara tegas belum bisa dijawab pihak-pihak yang anti jokowi atau pihak-pihak yang merasa ingin ada perubahan, mengingat belum ada deklarasi resmi dari personal yang dicalonkan sebagai calon presiden maupun dari partai pengusung. Kalopun sudah ada deklarasi, itupun belum bisa dikatakan legal formal karena masih ada proses berikutnya yaitu pendaftaran di KPU yang rencananya dilakukan pada tanggal 4-10 Agustus 2018.

Berdasar pengalaman yang sudah-sudah, para partai pengusung akan menentukan calon yang diusung pada menit atau bahkan detik-detik terakhir. Bisa jadi semua ini terkait dengan alotnya negosiasi antar parpol pendukung, atau juga adanya titipan aspirasi dari pihak-pihak invisible man yang selama ini terkadang tak terlihat tapi menjadi hard decision.

Adanya penjelasan di atas menjadikan argumen siapa pengganti Presiden atau bahkan siapa calon presiden Indonesia di 2019 juga belum terlihat meskipun masyarakat sudah bisa meraba-raba.

Nama-nama yang cukup kuat diperbincangkan saat ini sebagai calon penantang petahana adalah Prabowo Subianto. Alasannya sangat logis, beliau sosok ketua partai Gerindra yang tahun lalu dicalonkan, partai yang cukup menggandeng satu partai, apakah PKS atau yang lain, yang bisa memenuhi syarat pencalonan secara aturan Pilpres.

Disamping secara administrasi maupun posisi sebagai ketum partai, sosok Prabowo juga layak dan pantas dicalonkan dikarenakan kemampuan, pengalaman dan kapabilitas beliau yang semua orang angkat topi.

Namun, apakah hanya sosok Prabowo yang kuat sebagai calon penantang petahana? Iya, kecuali beliau memposisikan diri sebagian King Maker. Ketika posisi itu beliau ambil maka akan bermunculan calon-calon alternatif terbaik putra bangsa yang bisa dipilih.

Sosok yang dipilih tentu saja harus mendapatkan persetujuan sang ketum Gerindra. Nah disinilah hanya ada beberapa calon potensial yang kurang lebih memenuhi selera beliau.

Membaca ‘selera’ Prabowo, beliau terkesan pada sosok-sosok cerdas, nasionalis, berani dan tangguh. Meskipun ‘selera’ ini sempat keliru saat pencalonan gubernur DKI pada tahun 2012.

Sosok-sosok itu saat ini hanya terlihat pada 2 orang yaitu Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan. Apakah beliau pak Prabowo akan mencalonkan mereka.. Jawabannya setelah kontes Pilkada 2018.

Kenapa setelah kontes Pilkada 2018?

Karena disitulah letak mengamankan suara pemilih. Siapa yang menjadi pemenang kepala daerah maka disitulah kans kemenangan diri dan partainya terbuka lebar.

Kembali ke pertanyaan apakah fenomena #2019GantiPresiden sudah ada jawabannya? Maka jawabnya adalah BELUM, bahkan kalo pertanyaan itu ditelaah lebih detail, apakah petahana akan mencalonkan lagi di Pilpres 2019?

Jawabannya juga belum pasti.

Bisa jadi perjalanan politik sampai Agustus 2018 akan banyak dinamika. Siapa tau, tiba-tiba PDIP sebagai partai terbesar merasa kecewa lalu berbalik arah mendukung Prabowo, atau tiba-tiba Golkar yang sudah mendukung petahana lalu menarik diri lagi karena fenomena bola salju dari #2019GantiPresiden semakin membesar? Wallahua’lam

Survey para konsultan yang beredar di berbagai media juga tidak bisa dijadikan patokan. Bisa jadi saat ini ada satu calon yang diunggulkan, namun saat Agustus 2018, berubah. Semua masih menunggu. Semua masih misteri dan belum bisa terjawab secara lugas.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Romy Yudianto
Saya seorang engineer yg tertarik pada masalah perkembangan politik & kemanusiaan.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Rawat Nenek Ubud, Komunitas Ketimbang Ngemis Bali Berbagi Kebahagiaan

Di usia senjanya, Ni Wayan Lepug (85 tahun) Asal Ubud, Kabupaten Gianyar harus hidup sebatang kara tanpa ditemani oleh keluarganya

Macan Padi dan Pilot Keren Prabowo-Sandiaga Lanjut Ngluruk Jatim

Kegiatan Ngluruk Jatim yang dilakukan oleh dua kelompok relawan militan paslon 02 yaitu Macan Padi Indonesia dan Pilot Keren Prabowo Sandiaga, dilanjut sampai ke...

Tak Hanya Teori, “Aksi Indonesia Muda” Peduli Masyarakat Eks Kusta di Kampung Dangko

Projek sosial yang dilakukan AIM kali ini berupa projek pemberdayaan perempuan dalam bentuk pelatihan pembuatan keset kaki.

‘Macan Padi’ dan ‘Pilot Keren Prabowo-Sandi’ Putihkan Lamongan

etelah sebelumnya meramaikan Kota Madiun, kali ini kelompok relawan Prabowo-Sandiaga, 'Macan Padi' dan 'Pilot Keren Prabowo-Sandi' hadir di Kota Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (9/2).

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

Yusril Ihza Mahendra dan Lukah

WARGASERUJI - Lukah sebuah alat penangkap ikan tradisional yang sering digunakan  penduduk pedalaman dalam menangkap ikan di sungai.  Lukah yang terbuat dari rotan dipasang...

Sekuel Kedua Film The Power of Love, “Hayya the Movie” Shooting di 212 Mart

JAKARTA, WARGASERUJI - Film dengan latar belakang Aksi 212 berjudul 'The Power of Love' sempat booming dan jadi salah satu film lokal yang paling...

TERPOPULER

Ternyata Bukan Ekonomi Meroket, Tapi Neraca Perdagangan Terburuk Selama 12 Tahun

Pertumbuhan ekonomi tidak jadi meroket, malah neraca perdagangan terburuk selama 12 tahun terkahir.

MIUMI dan Safari Dakwah Ustadz Bachtiar Nasir

MIUMI mengajak muslimin muslimat di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menjaga arah perjuangan umat dan menjaga sinergi antara keislaman dan kebangsaan.

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Mengelola Kasih Tak Sampai Ala Rasulullah SAW

Jatuh cinta bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Beruntunglah bagi yang bisa menikah dengan pasangan jatuh hatinya. Namun,

Ketika Kata “Akal Sehat” Menangis di Kamus, di Musim Pilpres

- Catatan untuk Rocky Gerung dan Barisan Yang Sepaham. Oleh: Denny JA Di era pemilu presiden, banyak hal didangkalkan. Termasuk makna akal sehat, yang kini seolah...