Follow SERUJI

96,205FansSuka
396PengikutMengikuti
6,748PengikutMengikuti
670PelangganBerlangganan

Penantian Panjang Penggiat Panahan Kobar

Kotawaringin Barat – Penantian panjang para pegiat panahan Kobar selama lebih dari satu tahun berakhir dengan ditandai keluarnya Surat Rekomendasi  dari Pengurus Kabupaten KONI Kobar. Surat persetujuan dan dukungan  terbentuknya pengurus kabupaten PERPANI Kobar periode 2018-2022. Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut nantinya akan  menjadi harapan baru kemajuan dunia Olahraga kabupaten Kobar melalui Cabang Olahraga Panahan.

Proses legalitas telah terpenuhi, dan  diharapkan langkah pengurus lebih gesit lagi dalam mengembangkan Olahraga panahan.  Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Melalui  Kasi Olahraga Prestasi DISPORA Kobar, Hasim Sahroni menyampaikan dengan terbentuknya Pengkab PERPANI Kobar semoga ini menjadi momentum kebangkitan olahraga yang saat ini nampak stagnan.

“Jika saat  ini para pegiat panahan hanya sekedar  berlatih menyalurkan minat dan hobi, dengan terbentuknya Pengkab PERPANI Kobar ini  saatnya menunjukkan prestasi,” ucap Hasyim.

“Lahirnya kepengurusan baru ini, bukan sekedar hobi namun berprestasi  untuk mengharumkan nama kabupaten Kobar” tambahnya.

Kepengurusan tersebut, sambung dia,  kedepannya diwajibkan untuk membuat program kerja yang terarah dan bersinergi dengan Pengurus Provinsi Kalteng.

Sementara itu, ketua umum terpilih Madiwar, menyampaikan rasa terima kasih atas dikeluarkannya surat rekomendasi yang menegaskan keberadaan Pengkab PERPANI Kobar. Karena hal itu akan dijadikan motivasi untuk Mempopulerkan  olahraga Panahan yang legal dan berprestasi.

“Kami ucapkan banyak terimakasih atas dukungan hingga persetujuan terbentuknya pengurus ini  dan memohon dukungan penuh Pemerintah Daerah atas upaya kami untuk memajukan olah raga di Kobar,” Harapnya.

Menurutnya, dengan adanya legalitas itu, dirinya akan merangkul dan menjaring para pegiat Panahan agar muncul bibit berprestasi hingga menghasilkan atlit tingkat Nasional bahkan Dunia.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Agus Salim
Pegiat bisnis Properti dari Pangkalan Bun yang aktif di berbagai Organisasi Kepemudaan Lokal maupun Nasional.

YANG LAGI PRO-KONTRA

Konsep Kampanye Konser Lebih Mencerminkan Keindonesiaan dibanding Konsep Kampanye Subuh Berjamamaah?

Saya bertanya lagi dalam hati, apakah konsep kampanye konser lebih mencerminkan keindonesiaan daripada konsep kampanye subuh berjamaah? Bukankah nyanyian juga merupakan ciri khas ibadah agama tertentu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Enam Tingkat Kewajiban Terhadap Alquran

Enam tingkat kewajiban terhadap Al Quran adalah mulai dari mengimani, membaca (tilawah), memahami, beramal, mengajarkan, dan terakhir membela ketika Al Quran diserang

Generasi Sehat Dambaan Umat

WARGASERUJI - Generasi muda adalah aset yang tiada tara nilainya. Generasi menjadi tonggak awal dalam penentu kebangkitan suatu bangsa. Jika kondisi generasi sakit maka...

Dukungan Sekaligus Nasehat Ust. Salim A Fillah Untuk Prabowo

WARGASERUJI - Ust. Salim A Fillah, ustadz penggiat masjid Jogokariyan yogyakarta melalui akun twitternya @salimafillah menyatakan dukungan kepada capres Prabowo Sandi, tapi bukan dukungan...

Derita Muslim Harus Diakhiri

Sementara di bumi Palestina tepatnya wilayah Gaza, kembali memanas. Serang militer Israel kembali dilakukan untuk mengepung Gaza. Sampai kapan derita umat Islam atas kekejian musuh-musuh Islam akan berakhir?

Mengapa Anakku Nakal?

WARGASERUJI - Secara sadar maupun tidak, sering kita menemui sebuah keluhan dari orang tua mengenai anak-anak mereka. Pertanyaan ‘Mengapa anakku nakal?’, ‘Mengapa anakku bermasalah?’...

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Siapa di Belakang Jokowi, dan di Belakang Prabowo?

Kalau pilih calon presiden di 2019, apa yang ada dibenak pembaca budiman? Memilih orangnya, atau orang-orang di belakangnya? Dua-duanya, sih, tidak salah. Siapa di...

Jangan Fitnah Ulama!

WARGASERUJI - Akun Twitter pribadi salah seorang anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibajak pada malam, Sabtu (13/4). Hal itu...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...