close

Follow SERUJI

69,151FansSuka
396PengikutMengikuti
7,038PengikutMengikuti
661PelangganBerlangganan

Kisah Mula Bisnis Angkringan yang Belum Banyak Diketahui Orang

Zaman sekarang jajan di angkringan mungkin sudah menjadi tren. Pada zaman dahulu angkringan merupakan cafe-nya kaum marjinal. Angkringan juga penyelamat mahasiswa, buruh dan karyawan kecil saat tanggal sudah mulai menua.

Nama angkringan sendiri berasal dari alat untuk jualannya yang disebut angkring, yaitu dua kotak kayu tempat dagangan yang dipikul dengan kayu melengkung cara berjualannya dengan keliling. Istilah angkringan juga bisa diambil dari kata nangkring/nongkrong sambil ngobrol dan wedangan (minum-minuman hangat).

Alat Jualan Berbentuk Angkring, Angkringan Lek Man yang belum buka (foto:dhani)

Pada perkembangannya angkringan yang kita kenal sampai sekarang kebanyakan berbentuk gerobak.

Pada awalnya bisnis angkringan berasal dari daerah Klaten khususnya dari kecamatan Cawas dan Bayat. Di daerah Klaten dan Solo warung angkringan lebih dikenal dengan nama Wedang HIK atau HIK (Hidangan Istimewa Kampung). Menggunakan istilah HIK karena lebih spesifik jenis dagangannya seperti sego kucing, wedang jahe, teh dan gorengan.

Istilah angkringan di daerah Klaten khususnya Cawas dan Bayat artinya lebih meluas, karena alat angkring ini biasa digunakan berbagai macam pedagang. Pedagang seperti tahu kupat, soto, wedang ronde dan tukang sate juga biasa menggunakan alat angkring ini untuk jualan.

Perihal siapa orang yang menjadi pioner bisnis ini belum diketahui secara pasti, akan tetapi dari penelusuran cerita oleh para pedagang angkringan yang ada di Jogja, bahwa Mbah Pairo lah pejuang kuliner asal Cawas yang memperkenalkan dagangan angkringan ke jogja tahun 1950. Lek Man adalah generasi mbah Pairo yang berjualan di Stasiun Tugu yang terkenal dengan nama Angkringan Kopi Jos.

Tahun 90-an sampai 2000 awal, hampir 95 persen pedagang angkringan berasal dari Cawas dan Bayat. Mereka tersebar di daerah khususnya Jawa Tengah dan DIY.

Dalam perkembangannya sampai sekarang ini angkringan sudah tersebar di berbagai daerah di Pulau Jawa dan sudah ada yang ke luar Pulau Jawa. Saat ini sudah banyak pedagang angkringan adalah warga daerah setempat dengan variasi menu disesuaikan daerah masing-masing, tetapi tidak meninggalkan menu khas angkringan.

Berbagai Menu di Angkringan Berbentuk Gerobak (foto:dhani)

Ciri khas utama minuman di angkringan sebenarnya terletak pada racikan wedang jahe dan tehnya. Untuk angkringan yang mengikuti pakem selalu menyediakan 3 ceret, 1 ceret berisi wedang jahe, 1 ceret berisi wedang teh dan 1 ceret berisi wedang jarang (air putih panas).

Dari ceret-ceret itu pedagang yang lihai dapat menyajikan jahe yang pas hangatnya tidak bikin gatal di tenggorokan. Untuk minuman teh biasanya para pedagang memadukan beberapa jenis teh, sehingga akan tercipta wedang teh yang pas kekentalanya, rasa pahit dan wanginya.

Pada masa sekarang ini bisnis angkringan sudah berkembang dan menjamur sedemikian rupa, kreativitas dari pengusaha angkringan telah menyajikan banyak varian menu makanan dan minuman. Bagi pengusaha angkringan yang bermodal cukup besar, akan mendesain tempat jualannya supaya lebih luas dan nyaman untuk nongkrong. Sedangkan bagi pengusaha yang bermodal kecil, tetap mempertahankan jualannya dengan cara lama.

Bisnis angkringan yang awalnya merupakan bisnis rakyat jelata dari Cawas ini, bukan lagi bisnis ecek-ecek bila dikelola secara profesional. Sekarang ini banyak yang menjadikan angkringan sebagai bisnis utamanya karena omzetnya yang sangat lumayan, walaupun masih kalah dengan ide bisnis racun kala jengking yang katanya bernilai ratusan milyar.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Hernowo.T
Tuangkan uneg-uneg dan idemu di seruji

YANG LAGI PRO-KONTRA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Erwin Arnada Bagi Tips Membuat Film Berkelas, Akber Bali 84 Diserbu Millenial

BADUNG, WARGASERUJI –  Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas berbagi ilmu gratis tanpa berbayar untuk masyarakat di Bali. Kelas Akademi Berbagi Bali...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Perkuat Pembelajaran Aktif di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

JAMBI, WARGASERUJI – Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi),...

Umat Butuh Sistem Yang Sehat

WARGASERUJI - Menjadi hal asing bagi umat muslim, pristiwa yang terjadi pada 3 Maret 1924M. Sebuah tragedi besar yang membalik penuh tatanan hidup umat Islam....

Komunitas Alumni NHI 02 Resmi Dikukuhkan oleh BPN

Melalui SK yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Satgas BPN, Toto Utomo Budi Santoso kepada Ketua Umumnya Hidayat Hasan, Komunitas Alumni NHI 02 resmi menjadi bagian dari Satgas BPN Prabowo Sandi.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Pertanggungjawaban Jokowi-JK terhadap Janji-janji Kampanye 2014

Janji-janji pada saat kampanye Capres dan Cawapres pasti ada. Sejak Pilpres Langsung yang telah kita laksanakan sebanyak 3 kali, yang paling kita ingat adalah...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...