close

Follow SERUJI

69,151FansSuka
396PengikutMengikuti
7,038PengikutMengikuti
661PelangganBerlangganan

Bukan Pencitraan, Kakek yang Ternyata Berprofesi Dokter Ini Memakai Sepeda Onthel Sebagai Kendaraan Utamanya

Bila Anda kebetulan warga Jogja kemungkinan Anda pernah berpapasan dengan kakek yang satu ini di jalan. Reaksi Anda mungkin akan cuek atau biasa-biasa saja dan hanya bertanya dalam hati siapa kakek ini.

Waktu itu hari libur tanggal merah, seperti biasa saya dan istri menyempatkan diri untuk putar-putar naik motor menikmati suasana pagi kota jogja. Sampailah tiba di Jalan Veteran, Kebetulan saya melihat seorang kakek dengan kostum khasnya yang sudah familiar dimata saya sedang mengayuh sepedanya yang mulai usang. Kemudian buru-buru menyuruh istri untuk ambil HP dan mengambil gambar Kakek yang sedang mengayuh sepeda itu.

Istri saya bertanya-tanya dan bingung, kemudian saya menjelaskan bahwa beliau adalah dokter Muh. Juudi, dokter spesialis bedah. Beliau praktek disalah satu Rumah Sakit swasta di kota Jogja.

Untuk beberapa saat istri saya belum begitu percaya bahwa beliau seorang dokter bedah, kemudian mengeceknya di google dan mengangguk membenarkannya.

Dokter Juudi panggilan akrab yang biasa perawat dan karyawan Rumah Sakit tersebut memanggilnya. Tampilannya yang begitu sederhana berbeda dari image seorang dokter spesialis bedah yang biasanya berpenampilan lebih elegan.

Dalam aktivitasnya sehari- hari dokter Juudi selalu menggunakan sepeda kesayangannya yang nampak mulai usang itu. Dalam keadaan cuaca hujan alih-alih diantar mobil atau taksi sepeda motorpun tidak. Beliau tetap memakai sepedanya untuk pergi praktek di Rumah Sakit, cerita dari tukang parkir Rumah Sakit kepada saya.

“Mas, bagi beliau kehidupan dunia nampaknya tidak begitu di utamakan,”kata tukang parkir.

Tidak hanya itu, pernah seorang teman melihat beliau pergi ke suatu acara symposium kegiatan ilmiah dokter bedah di Jogja, dokter Juudi tetap dengan menggunakan sepeda kesayangannya dan kostum khasnya. Ada lagi cerita dari seorang perawat, setiap habis gajian sering dokter Juudi membagikan-bagikan angpao kebeberapa perawat.

Selain di Rumah Sakit beliau juga membuka praktek di rumahnya. Beberapa waktu lalu saya pernah lewat jalan yang berada didepan rumah beliau. Tampak terlihat rumah yang cukup sederhana untuk ukuran seorang dokter bedah, walaupun nilai propertinya mungkin mencapai milyaran karena terletak dipinggir jalan didaerah strategis kota Jogja.

Untuk kehidupan religinya Insya Allah sudah tidak diragukan lagi, sering kali dokter Juudi juga mengisi khotbah pada waktu sholat Jumat. Saya pernah beberapa kali mampir sholat Jumat di Masjid Rumah Sakit tempat beliau praktek dan kebetulan Beliau sebagai khatibnya.

Sosok seperti dokter Juudi ini mungkin sangat jarang ditemui di Indonesia. Ke istiqomahan beliau dalam menjalani kehidupan yang sederhana (sudah mecapai level zuhud), bisa menjadi tauladan bagi kita semua walaupun mungkin tidak bisa meniru seratus persen sama.

Kesederhanaan beliau bukan palsu, yang di pertontonkan karena niat menjadi Caleg, Cakada atau Capres. Saya yakin beliau tidak ada niat untuk itu karena hal ini sudah dilakukan sejak lama, jauh sebelum politik pencitraan dikenal orang.

Sebagai akhir tulisan saya memohon maaf terhadap dokter Juudi atau keluarga, karena mungkin lancang membuat tulisan ini dan foto beliau. Sungguh saya tidak bermaksud jahat sama sekali, hal ini saya lakukan karena kekaguman terhadap beliau dan ingin mengabarkan lewat tulisan ini. Semoga dokter Juudi selalu diberi kesehatan, sehingga keahliannya bisa terus dirasakan para pasiennya.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
Hernowo.T
Tuangkan uneg-uneg dan idemu di seruji

YANG LAGI PRO-KONTRA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Erwin Arnada Bagi Tips Membuat Film Berkelas, Akber Bali 84 Diserbu Millenial

BADUNG, WARGASERUJI –  Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas berbagi ilmu gratis tanpa berbayar untuk masyarakat di Bali. Kelas Akademi Berbagi Bali...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Perkuat Pembelajaran Aktif di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

JAMBI, WARGASERUJI – Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi),...

Umat Butuh Sistem Yang Sehat

WARGASERUJI - Menjadi hal asing bagi umat muslim, pristiwa yang terjadi pada 3 Maret 1924M. Sebuah tragedi besar yang membalik penuh tatanan hidup umat Islam....

Komunitas Alumni NHI 02 Resmi Dikukuhkan oleh BPN

Melalui SK yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Satgas BPN, Toto Utomo Budi Santoso kepada Ketua Umumnya Hidayat Hasan, Komunitas Alumni NHI 02 resmi menjadi bagian dari Satgas BPN Prabowo Sandi.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Pertanggungjawaban Jokowi-JK terhadap Janji-janji Kampanye 2014

Janji-janji pada saat kampanye Capres dan Cawapres pasti ada. Sejak Pilpres Langsung yang telah kita laksanakan sebanyak 3 kali, yang paling kita ingat adalah...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...