Dr. Syahganda Nainggolan

Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle. Doktor Ilmu Sosial dari Universitas Indonesia (UI). Aktif dalam pergerakan mahasiswa menentang rezim Orba sebasa kuliah S1 di ITB.

Tulisan Terbaru

12 Tulisan

Masa Depan Rakyat Sumatera

Refleksi bangsa bangsa Sumatera atau Rakyat Melayu untuk melihat perbandingan kejayaannya di masa lalu dan nasibnya saat ini, tentunya bukan untuk menyerupai bangsa Papua, yang ingin merdeka. Kenapa? Karena secara kesejarahan, Bangsa Melayu merupakan bagian dari pendiri Indonesia. Meskipun secara ras, bangsa Melayu, Jawa dan Papua mempunyai perbedaan yang historis.

Pemindahan Ibukota dan Nasib Anies Baswedan

Kemungkinan besar Jokowi menemukan ide pindah ibukota lebih tepat jika dikaitkan dengan kekalahan sekutu Jokowi, Ahok dalam pilkada DKI. Lalu, tindakan Gubernur Anies memberhentikan reklamasi teluk Jakarta, sebuah skala bisnis ribuan triliun, tidak sejalan dengan pemerintahan Jokowi yang ingin hal itu terus berlangsung.

Kebangkitan Islam Indonesia

Saya tidak pernah pula membayangkan Sandiaga Uno berucap soal perubahan jika merujuk siapa dia 20-an tahun lalu. Dia dan seorang sahabatnya, mantan menteri perdagangan era SBY, via saya,  meminta bertemu dengan staf khusus kepala BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) di hotel Dharnawangsa. Lalu mereka ketemu membahas bagaimana peluang mereka masuk dalam bisnis akuisisi perusahaan yang ditangani BPPN. Saya mendengarkan mereka cuma bicara uang dan uang.

Referendum Papua, Mungkinkah?

Sambil menunggu keputusan Jokowi, lembaga saya, Sabang Merauke Circle, nasibnya diujung tanduk, karena Sabang dan Merauke mungkin saja hilang, tinggal Circle nya saja.

Hai Papua, Saya yang Monyet

Seberapa jauh soal monyet ini memerangkap alam bawah sadar kita? Mudah-mudahan cuma segelintir orang atau aparatur saja. Jika meluas, perlu edukasi anti rasisme di sekolah-sekolah. Jika segelintir, harus dibawa ke aparatur hukum. Semoga orang-orang Papua memaafkan kami. Setidaknya memaafkan saya yang non Papua. Mungkin saya lah monyet itu.

Merdeka, Persatuan dan Perpecahan

Entah mengapa di kepala Jokowi tentang prioritas pemindahan ibukota isu utama pada pidato tahunannya di DPR/DPD RI, 16 Agustus lalu. Padahal persoalan pokok bangsa kita saat ini adalah remuknya rasa persatuan nasional.

Pancasila, Bung Karno dan Hitler

Ben dan diplomat baru tersebut tidak habis-habisnya terkejut. Bagaimana bisa pemimpin bangsa sebesar Indonesia mengangumi sosok pembunuh 2 juta orang Yahudi di kamar-kamar gas beracun dan musuh dunia, khususnya barat yang dianggap paling beradab.

Ibu Kota NKRI atau Ibu Kota Persemakmuran?

Logika memindahkan ibu kota ke luar Jawa dalam situasi pembangunan yang timpang (sekitar 60% investasi tetap di Pulau Jawa sampai saat ini), adalah lebih kepada 'lips service' alias propaganda politik saja.

Orang-orang Minang, Potret Kekalahan Jokowi di Sumatera Barat

Kebencian pendukung Jokowi terhadap orang Minang ditantang di dunia maya. Para nitizen mengatakan "Silakan kalau tak mau makan nasi Padang, tapi apa gak rind