Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

Tingkatkan Perlindungan Privasi, WhatsApp Kembangkan Fitur Baru Untuk Group

WARGASERUJI – WhatsApp memperkenalkan rencana fitur baru sehingga pengguna punya kendali lebih besar terkait dengan keanggotaan dalam grup. Dengan fitur tersebut, pengguna bisa tolak masuk grup WhatsApp. Namun, hingga hari ini setelah aplikasi di-update, fitur tersebut belum muncul.

Cara mengaktifkannya, seperti yang dijelaskan dalam situs blog.whatsapp.com yang diakses pada Sabtu (13/7), adalah dengan memilih Setelan > Akun > Privasi > Grup, kemudian memilih tiga opsi:

  • “Tidak Ada”
  • “Kontak Saya”
  • “Semua Orang”

Jika memilih opsi “Tidak ada”, berarti tidak ada yang bisa memasukkan ke dalam grup sembarangan dan harus disetujui pengguna.

Kalau memilih opsi “Kontak Saya”, berarti hanya orang yang ada di daftar kontak yang bisa memasukkan ke dalam suatu grup. Namun, tidak langsung bisa masuk grup karena yang memasukkan akan diminta mengirim undangan sehingga pengguna bisa mengevaluasinya dan memutuskan akan masuk grup atau tidak. Undangan yang dimaksud memiliki jangka waktu sehingga akan kedaluwarsa setelah tiga hari.

Sedangkan opsi terakhir, pengguna membolehkan siapapun untuk memasukkan ke dalam grup apapun. Sama seperti versi yang sekarang ini.

Masih menurut berita dari blog tersebut, fitur-fitur ini mulai diperkenalkan dan akan tersedia bagi semua pengguna dalam beberapa minggu mendatang. Tentu, setelah melakukan update aplikasinya.

Bagi orang yang menjaga privasi, fitur ini cukup membantu agar tidak sembarang orang memasukkan dirinya dalam grup-grup Whatsapp. Mereka bisa tolak masuk grup WhatsApp cukup dengan set privasi seperti di atas, tanpa repot komplain ke orang yang mengundang.

Fitur ini juga bermanfaat untuk menjaga performa ponsel pintarnya, juga yang ingin fokus berkomunikasi agar tidak terganggu grup-grup yang tidak jelas tujuannya. Daripada repot-repot keluar grup, lebih baik dari awal pilih-pilih dulu.

Namun, apakah fitur ini cukup dinanti? Silakan komentari.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Menonton Film Wide Awake, Kim Myung Min

Film Wide Awake adalah film asal Korea yang rilis pada tahun 2007 dan dibintangi oleh Kim Myung Min. Film ini bercerita tentang seorang bocah...

Rahasia Terapi Sujok Sehingga Mudah Dipelajari

Prof. Park Jae Woo membuat cara agar orang-orang lebih mudah melakukan terapi sendiri, sehingga menciptakan sistem baru yang menjadi rahasia terapi SuJok.

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...
close