Tim Bisnis Ala Klub Bola oleh Weliyan Tanoyo

Tim Bisnis Ala Klub Bola oleh Weliyan Tanoyo

WARGASERUJI – Bisnis itu berjualan. Konsep sederhananya begitu. Namun, ketika semakin besar kapasitasnya, perlu bantuan orang lain. Weliyan Tanoyo, seorang praktisi bisnis skala rumahan yang cukup berhasil, memberi gambaran secara gamblang melalui tim bisnis ala klub bola.

Weliyan mengutarakan materi tersebut kepada peserta kegiatan kunjungan bisnis yang diselenggarakan oleh Serikat Saudagar Nusantara atau sering dikenal aktifitasnya dengan nama Jogja Berdaya, Kamis, (25/7).

Berikut susunan ‘pemain-pemain’-nya:

Kiper

Weliyan mengibaratkan kiper sebagai penjaga bisnis. Karena itu, posisinya mirip dengan bagian keuangan.

Bisnis itu cari untung. Caranya mengetahui untung atau tidak tentu dengan hitung-hitungan. Kalau bagian keuangan diabaikan, alamat bakal kebobolan.

Bek

Pemain bertahan atau disebut bek, bertugas selain mempertahankan wilayah, juga untuk mengawali atau memberi pondasi serangan.Weliyan menempatkan bagian marketing di posisi ini.

Posisi marketing memang ada dua. Pertama, digunakan agar jangan sampai kalah dengan kompetitor lain, atau istilahnya bertahan. Kedua, digunakan agar bisa menang berkompetisi, atau katakan saja melakukan awalan serangan.

Sayap

Weliyan menempatkan Customer Service (CS) sebagai pemain sayap. Ia menggambarkan tugas CS adalah untuk memberikan umpan lambung ke jantung pertahanan musuh agar dapat dieksekusi dengan mudah oleh para penyerang.

CS bertugas “menangkap” calon-calon pelanggan, dan mempertahankannya. Bisa digambarkan, marketing sekedar memberitahu atau mengedukasi, sedangkan CS sudah mengerucut ke arah transaksi.

Penyerang

Posisi penyerang ditempati bagian operasional. Sebutannya, eksekusi. Tanpa eksekusi, tujuan tidak tercapai. Tidak akan ada gol.

Kalau dalam bentuk penjualan, eksekusi berupa transaksi, pengemasan, dan lain-lainnya.

Pelatih/Manajer

Posisi pelatih atau manajer, ditempati pelaku usaha itu sendiri. Untuk bisnis rumahan atau UMKM, biasanya pelaku usaha juga sekaligus pemilik. Untuk perusahaan berbentuk PT, pemilik dan pelaksana usaha dipisah, walau pelaksana usaha juga punya saham PT-nya.

Waliyan menempatkan posisi pelaku usaha berada di luar lapangan. Alasannya, agar lebih berkonsentrasi dalam strategi usaha dan melimpahkan tugas-tugas rutin ke tim.

Demikian gambaran tentang tim bisnis ala klub bola. Masih banyak sebenarnya hal yang dibagikan oleh Waliyan kepada peserta. Namun, mungkin materi inilah cukup penting terutama bagi para pemula bisnis. Semoga bermanfaat.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Kiat – Kiat Dalam Membaca Al Qur’an Agar Lebih Khusyu’

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an agar lebih khusyu': Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana...

PR, Hak atau Kewajiban?

PR, istilah yang sangat familier di telinga anak sekolah. Familiernya sebagai beban, seperti "kewajiban". Sering pula ada hukuman bila tidak mengerjakan, atau hal lain...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...
close