close

Follow SERUJI

69,151FansSuka
396PengikutMengikuti
7,038PengikutMengikuti
661PelangganBerlangganan

Tahun 2019 Ingin Ada Perubahan

Kalau saya ditanya:

“Apa sudah pernah kenal dengan Prabowo?”

Saya jawab: “Belum pernah ketemu”

“Apa sudah kenal dengan Sandiaga?”

Saya jawab: “Pernah bertemu sekali sekitar satu jam, di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang itupun bersama orang banyak”.

Kalau saya ditanya: “Kenapa sampeyan kok tampaknya mendukung Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019 nanti ?”

Saya jawab: “Karena saya ingin ada perubahan untuk kondisi bangsa ini”

Andaikata ada pilihan lain lebih bagus daripada Prabowo-Sandi yang menjadi rival Jokowi-Ma’ruf, maka pilihan saya kepada Prabowo-Sandi, bisa saja saya pikir ulang atau minimal untuk bahan pertimbangan saat berada di bilik coblosan.

Yang namanya ingin perubahan itu tentu harus memilih sesuatu yang baru. Termasuk pada pilpres tahun ini, jadi bukan sekedar mengganti wakil presiden dengan figur yang baru.

Tentunya macam-macam cara seseorang yang menginginkan adanya perubahan, adakalanya dengan mencari lingkungan yang baru. Bahkan saat ini lagi ngetrend istilah berhijrah, mengadopsi istilah Hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah. Ada sekelompok anak muda yang bertato pada tubuhnya, lantas ramai-ramai menghapus tatonya itu karena ingin berhijrah. Tujuannya agar ada perubahan pada dirinya ke arah yang jauh lebih positif.

Untuk situasi perekonomian di negara kita, tentunya saya sangat menginginkan ada perubahan yang signifikan. Karena saya merasakan sendiri betapa berat menanggung beban kehidupan dengan adanya kenaikan harga di hampir semua sektor perdagangan.

Kebetulan saya juga mempunyai tanggungan memberi nafkah keluarga dan beberapa santri pesantren dari kalangan fakir-miskin.

Dulu di saat presidennya masih Pak SBY, Alhamdulillah banyak donatur yang rajin menyalurkan hartanya lewat saya, khususnya untuk anak didik saya di pesantren yang saya kelola.

Nah, pasca Presiden SBY lengser, kemudian mulai banyak terjadi gonjang-ganjing dalam dunia perekonomian nasional, hingga mulailah beban itu semakin terasa berat, tentunya bagi seluruh kalangan.

Sebenarnya, saya sendiri tidak begitu paham tentang dunia perekonomian itu sendiri. Namun karena banyak dari para donatur yang ijin mengundurkan diri sebagai donatur tetap, maka sayapun jadi tahu bagaimana hakikatnya kondisi perekonomian nasional saat ini.

Karena, rata-rata dari kawan-kawan yang aslinya ahli shadaqah dan sangat dermawan untuk ikut memikirkan para santri fakir-miskin itu, mereka mengatakan jika usaha mereka banyak yang kondisinya menurun bahkan banyak yang hampir kolaps, karena itulah mereka belum dapat membantu lagi.

Alhamdulillah, Allah masih menyertai hamba-Nya yang terus berusaha dan bertawakkal. Karena dalam kondisi keterpurukan yang demikian itu, ternyata Allah mentaqdirkan saya bisa mendapatkan ganti sumber ma’isyah yang dapat dipergunakan untuk menopang kebutuhan rumah tangga serta kebutuhan para santri pesantren.

Namun, jika mengingat perjuangan ke depan untuk dapat mencetak anak didik agar bisa ‘JADI’ dan sukses di masa depan mereka, tentu saya ingin sekali ada perubahan dalam kepemimpinan nasional, dengan harapan agar perekonomian masyarakat bisa pulih kembali seperti sediakala.

Saya berharap jika Prabowo-Sandi menang, maka yang pertama harus dibenahi adalah dunia perekonomian masyarakat bahkan hendaklah dijadikan prioritas utama.

Sebagai insan pesantren dan insan dakwah, saya tidak terlalu berandai-andai jika Prabowo-Sandi terpilih lantas jalan dakwah akan menjadi mulus atau sukses secara spontan, tapi bagi saya masih ada secercah harapan dari Prabowo-Sandi, karena keduanya terikat dengan Kontrak Politik di depan Ijtima’ Ulama 212, maka saya berharap dan berdoa agar ke depan, jalan dakwah lebih dapat dihormati dan diperhatikan syukur-syukur diajak bersinergi oleh pihak pemerintah, karena dunia dakwah yang ikhlas itu akan selalu mengarah kepada kebaikan bagi seluruh umat manusia dimanapun berada, apalagi terhadap bangsa sendiri.

Loading...
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan tersebut, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.

YANG LAGI PRO-KONTRA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TULISAN TERBARU

Erwin Arnada Bagi Tips Membuat Film Berkelas, Akber Bali 84 Diserbu Millenial

BADUNG, WARGASERUJI –  Komunitas Akademi Berbagi (Akber) Bali kembali mengadakan kelas berbagi ilmu gratis tanpa berbayar untuk masyarakat di Bali. Kelas Akademi Berbagi Bali...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Perkuat Pembelajaran Aktif di Kampus, Tanoto Foundation Latih Dosen UNJA dan UIN STS Jambi

JAMBI, WARGASERUJI – Setelah melatih lebih dari 1.145 pendidik SD/MI dan SMP/MTs, Tanoto Foundation kali ini melatih pembelajaran aktif MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi dan Refleksi),...

Umat Butuh Sistem Yang Sehat

WARGASERUJI - Menjadi hal asing bagi umat muslim, pristiwa yang terjadi pada 3 Maret 1924M. Sebuah tragedi besar yang membalik penuh tatanan hidup umat Islam....

Komunitas Alumni NHI 02 Resmi Dikukuhkan oleh BPN

Melalui SK yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama Satgas BPN, Toto Utomo Budi Santoso kepada Ketua Umumnya Hidayat Hasan, Komunitas Alumni NHI 02 resmi menjadi bagian dari Satgas BPN Prabowo Sandi.

Ekonomi Lesu dan Daya Beli Anjlok Itu Realitas, Saatnya Tawarkan Gagasan Solusi

Ekonomi lesu dan daya belu turun, itu adalah realitas, tak perlu diperdebatkan.

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi? Keduanya Saja!

Jika dihadapkan pada pilihan “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”, seakan-akan kedua hal tersebut adalah hal yang bertentangan. Padahal jawaban yang paling membahagiakan adalah memilih kedua-duanya sekaligus

Dukungan Masyarakat ke Sekolah Bukan Hanya Dana dan Fisik

alah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya undang-undang nomor 20 tahun 2003 semua sekolah telah memiliki komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Penahanan Ahmad Dhani, Ferry Koto: Saya ingin Komisi Yudisial Periksa Kasus ini

WARGASERUJI - Ferry Koto, pengamat pendidikan dan kebijakan publik di Surabaya, menginginkan agar komisi yudisial memeriksa hakim yang menangani kasus Ahmad Dhani. Pasalnya, menurutnya,...

TERPOPULER

Titiek Soeharto Hadiri Baksos Relawan 02 di Bogor

BOGOR, SERUJI.CO.ID - Empat kelompok relawan pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Sandi mengadakan Bakti Sosial di Kabupaten Bogor, Ahad (17/3). Kegiatan Bhkati sosial...

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Pertanggungjawaban Jokowi-JK terhadap Janji-janji Kampanye 2014

Janji-janji pada saat kampanye Capres dan Cawapres pasti ada. Sejak Pilpres Langsung yang telah kita laksanakan sebanyak 3 kali, yang paling kita ingat adalah...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Dibunuh di Masjid Selandia Baru, Cara Indah untuk Mati

WARGASERUJI - Ada ustadz di sebuah kampung, bertanya perasaan jamaah terhadap peristiwa dibunuhnya muslim di masjid di Selandia Baru. Jawabnya macam-macam. Ustadznya sendiri bilang,...