Rakus Harta, Ambisius Jabatan

Rakus Harta, Ambisius Jabatan

Banyak orang yang berlomba-lomba mengumpulkan harta, berebut jabatan, atau mencari fasilitas duniawi sekalipun dengan cara yang halal. Memang tampaknya mendapatkan kenikmatan dunia dan menumpuk harta secara halal itu boleh-boleh saja menurut hukum syariat, namun ternyata hal itu sangat mengkhawatirkan bagi umat Islam, terutama bagi yang mempunyai sifat rakus dan ambisius.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Andaikata anak Adam mempunyai emas satu lembah, niscaya ia ingin memiliki satu lembah lagi. Tidak ada yang dapat memenuhi mulutnya melainkan tanah (kematian), dan Allah menerima taubat siapa saja yang bertaubat kepada-Nya.” (HR. Muslim)

Dulu Sy. Amru bin ‘Auf RA menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengutus Sy. Abu ‘Ubaidah bin Jarrah RA ke Bahrain untuk memungut pajak, yaitu tatkala Rasulullah SAW telah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Bahrain, serta mengangkat Al-‘Ala bin Al-Hadhrami sebagai kepala pemerintahan mereka.

Tatkala Sy. ‘Ubaidah pulang dari Bahrain dengan membawa harta, orang-orang dari golongan Anshar mendengar berita itu. Lantas mereka ramai-ramai mendatangi shalat Shubuh bersama Rasulullah SAW.

Usai mengimami shalat, Nabi Muhammad SAW berpaling kepada para jama’ah, dan beliau SAW tersenyum melihat para shahabat merapat mendekati tempat imam.

“Aku menduga kalian semua telah mendengar bahwa Abu ’Ubaidah telah datang dari Bahrain membawa sesuatu,” Sabda Rasulullah SAW.

“Benar, Wahai Rasulullah,” jawab mereka.

“Bergembiralah dan renungkanlah apa yang sesungguhnya menggembirakan kamu. Demi Allah, aku tidak mengkhawatirkan kemiskinan yang menimpa kalian, akan tetapi yang aku khawatirkan adalah, jika kemewahan dunia menimpa kalian, sebagaimana orang-orang sebelum kalian tertimpa kemewahan dunia, lalu meraka berlomba-lomba (dengan kemewahan) dan kalian binasa seperti mereka.” (HR. Muslim).

Ternyata tumpukan harta, ambisi jabatan dan fasilitas kemewahan duniawi lainnya itu dapat melupakan seseorang yang semula sebagai hamba Allah yang baik dan shaleh, dapat berubah menjadi orang yang lalai hingga binasa di hadapan Allah.

Menurut Sy. Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash RA, ia memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepada para shahabat, “Apabila Persia dan Rum (Romawi) dapat ditaklukkan, kalian akan menjadi umat yang mana ?”

“Menjadi umat sebagaimana yang diperintahkan Allah SWT.,” jawab Sy. Abdurrahman bin ‘Auf RA.

Rasulullah SAW bersabda, “Atau mungkin tidak begitu. Ketika kalian berlomba-lomba dengan kemewahan dunia, kemudian saling iri, lalu kalian saling tidak mau tahu. Selanjutnya, kalian saling memusuhi dan sebagainya. Setelah itu, kalian pergi kepada orang-orang dari golongan Muhajirin yang serba miskin, dan kalian perbudak sebagian di antara mereka.” (HR. Muslim).

Apa yang disabdakan oleh Rasululah SAW itu tiada lain adalah bentuk kekhawatiran beliau SAW terhadap umatnya yang memiliki sifat rakus harta, ambisius jabatan, serta suka lalai saat mendapat fasilitas kenikmatan duniawi.

Tulisan ini tanggung jawab penulisnya. Isi di luar tanggung jawab Redaksi. Pengaduan: redaksi@seruji.co.id

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Hal ini Wajib Dilakukan Pengendara Bila Mendengar Sirine Ambulance

Share menarik dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri berupa fliyer himbauan pada pengendara di jalan raya ketika mendengar sirine ambulance di belakang kendaraan kita....

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Whatsapp Seminar Memanfaatkan Setting Akses Grup

Tidak banyak yang tahu, kalau grup Whatsapp sekarang bisa diseting agar hanya admin yang boleh kirim pesan di grup. Caranya pun mudah. Sebagai admin,...

Kiat – Kiat Dalam Membaca Al Qur’an Agar Lebih Khusyu’

Berikut beberapa kiat saat membaca Al-Qur'an agar lebih khusyu': Jangan pernah Anda berikan Al-Qur'an waktu senggang (untuk membacanya), akan tetapi khususkan waktu baginya, dimana...

Hikmah Dibalik Fitnah

WARGASERUJI - Menulis adalah menyimpan, menyimpan kenangan. Karena menulis adalah mewariskan, mewariskan sejarah. Maka jangan ada dusta di setiap huruf yang ditinggalkan. (eaaa) Apalagi...
close