Perintah Menjaga Ahlul Bait

Perintah Menjaga Ahlul Bait

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Aku pesankan agar kalian menjaga ahli baitku.” (HR. Muslim).

Ahlul-Bait adalah anggota keluarga Nabi Muhammad SAW yang dalam hadits disebutkan haram menerima zakat, seperti keluarga Sy. Ali dan St. Fatimah beserta putra-putra mereka (Sy. Hasan dan Sy. Husain) serta keturunan mereka. Juga keluarga Sy. Abbas bin Abdul-Muththalib, serta keluarga-keluarga Sy. Ja’far dan Sy. Aqil yang bersama Sy. Ali merupakan putra-putra Abu Thalib.

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, bahwa Yazid bin Hayyan berkata, “Aku pergi ke Zaid bin Arqam bersama Husain bin Sabrah dan Umar bin Muslim. Setelah kami duduk, Husain berkata kepada Zaid bin Arqam, `Hai Zaid, kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Kau melihat Rasulullah SAW, kau mendengar sabda beliau, kau bertempur menyertai beliau, dan kau telah shalat dengan diimami oleh beliau. Sungguh kau telah memperoleh kebaikan yang banyak. Karena itu, sampaikan kepada kami hai Zaid, apa yang kau dengar dari Rasulullah SAW!`”

Kata Zaid bin Arqam, `Hai keponakanku, demi Allah, aku ini sudah tua dan ajalku sudah semakin dekat. Aku sudah lupa sebagian dari apa yang aku dengar dari Rasulullah SAW. Apa yang bisa aku sampaikan kepadamu terimalah dan apa yang tidak bisa aku sampaikan kepadamu janganlah kamu memaksaku untuk menyampaikannya.`”

Kemudian Zaid bin Arqam mengatakan, `Pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri dengan berpidato di suatu tempat air yang disebut (ghadir) Khumm antara Mekkah dan Madinah. Beliau SAW memuji Allah, kemudian menyampaikan nasihat dan peringatan, lalu bersabda, “Ketahuilah saudara-saudara bahwa aku adalah manusia seperti kalian. Sebentar lagi utusan Tuhanku (malaikat pencabut nyawa) akan datang lalu dia diperkenankan. Aku akan meninggalkan untuk kalian dua hal yang berat, yaitu:

1) Al-Qur`an yang berisi petunjuk dan cahaya, karena itu laksanakanlah isi Al-Qur`an dan pegangilah. (Dia mendorong dan mengimbau pengamalan Al-Qur`an).

2) Keluargaku. Aku ingatkan kalian agar berpedoman dengan hukum Allah dalam memperlakukan keluargaku (tiga kali)”.

Husain bertanya kepada Zaid bin Arqam, “Hai Zaid, siapa Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah SAW itu, bukankah istri-istri beliau itu Ahlul Baitnya?”

Kata Zaid bin Arqam, “Istri-istri dia adalah Ahlul Baitnya, tetapi Ahlul Bait beliau itu (juga) adalah orang yang diharamkan menerima zakat sampai sepeninggal dia.”

Kata Husain, “Siapa mereka itu?”

Kata Zaid bin Arqam, “Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja`far dan keluarga Abbas.”

Kata Husain, “Apakah mereka semua diharamkan menerima zakat?”

Jawab Zaid, “Ya.”

Adpaun Ahlul Bait yang terkenal dengan sebutan Ahlul Kisa, adalah keluarga Sy. Ali bin Abu Talib dan St. Fatimah az-Zahra sebagaimana yang termaktub dalam kitab Shahīh Muslim, bahwa St. Aisyah berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah SAW keluar rumah menggunakan baju jubah (kisa) yang terbuat dari bulu domba. Sy. Hasan datang, kemudian Rasulullah SAW menempatkannya di bawah kisa tersebut. Kemudian Sy. Husain datang dan masuk ke dalamnya. Kemudian St. Fatimah ditempatkan oleh Rasulullah SAW di sana. Kemudian Sy. Ali datang dan Rasulullah SAW mengajaknya di bawah kisa dan bersabda, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian wahai Ahlul Bait dan membersihkan kalian sebersih-bersihnya.” (arti QS. Al-Ahzab, 33).

Menurut Imam Ibnu Katsir ayat 33 dalam surat Al-Ahzab itu merupakan dalil yang menunjukkan bahwa istri-istri Rasulullah SAW termasuk Ahlulbait.” Imam Al-Baghawi dalam tafsirannya juga berpendapat yang sama, “Yang di maksud Ahlulbait itu adalah istri-istri nabi, karena merekalah yang tinggal serumah dengan beliau.” Pendapat tersebut diriwayatkan oleh Sa’id bin Jubair dari sY. Abdullah bin Abbas RA yang menyitir ayat, “Ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah.”

Sy. Abu Humaid As-Sa’idi RA menginformasikan, bahwa para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami bershalawat atas engkau ?”

Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah, Wahai Allah, curahkanlah shalawat kepada Muhammad, istri-istrinya, dan segenap anak keturunannya, sebagaiman Engkau telah mencurahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Wahai Allah, berkahilah Muhammad, istri-istrinya, dan segenap anak keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Artikel Lain

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan isi komentar anda
Masukan Nama Anda

TERPOPULER

Pengobatan Alternatif Totok Punggung, Dilihat dari Sisi Medis

Pada umumnya, dokter segan membicarakan pengobatan alternatif. Hal ini disebabkan ilmu kedokteran merupakan disiplin ilmu yang dibangun berdasarkan logika-logika kedokteran yang berlaku di dunia...

Membuat Gula Merah dari Nira Batang Sawit

Ternyata batang kelapa sawit yang telah tumbang dapat diambil niranya untuk dijadikan gula merah, demikian menurut seorang anggota DPRD Kota Dumai dari Partai Gerindra,...

Kudis, Penyakit Kulit Klasik yang Masih Mengusik

Kudis yang dalam bahasa medis disebut scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit yang bernama  Sarcoptes Scabeiei varian Hominis. Kudis bisa...

BPJS Naik, Rakyat Tercekik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kelas I dan kelas II, naik 100 persen. Rencananya, kenaikan iuran...

Ada Tawaran Menarik dari Ustadz Adi Hidayat, Anda Berminat?

Menurut ustadz yang pernah bermimpi bertemu Rasulullah SAW ini, argumentasi sebaiknya dijawab dengan argumentasi, ilmiah dengan ilmiah, jadi elegan, jangan ilmiah dengan golok.